Reformasi Katolik: Perbedaan revisi

2.501 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tarekat-tarekat regular melakukan upaya-upaya pertama mereka untuk reformasi pada abad ke-14. 'Bulla Benediktin' tahun 1336 membarui tarekat [[Benediktin]] dan [[Sistersien]]. Pada tahun 1523, [[Kamaldolesi|Pertapa-Pertapa Kamaldolesi dari Monte Corona]] (Er. Cam.) diakui sebagai suatu kongregasi tersendiri para rahib. Pada tahun 1435, Santo [[Fransiskus dari Paola]] mendirikan Para Pertapa Miskin dari Santo Fransiskus dari Assisi, yang kemudian menjadi Frater-Frater [[Minimi (tarekat religius)|Minimi]] (O.M.). Pada tahun 1526, [[Matteo da Bascio]] mengusulkan pembaruan aturan hidup [[Fransiskan]] kepada kemurnian asalinya sehingga melahirkan tarekat [[Ordo Saudara Dina Kapusin|Kapusin]] (O.F.M.Cap.), yang memperoleh pengakuan dari paus pada tahun 1619.<ref name="Péronnet213">{{fr}} Michel Péronnet, ''Le XVe siècle'', Hachette U, 1981, p 213</ref> [[Ordo keagamaan Katolik|Tarekat atau ordo]] ini dikenal baik oleh kaum awam dan memainkan peranan penting dalam pewartaan publik. Untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan baru akan evangelisasi, kaum klerus membentuk [[kongregasi (Katolik)|kongregasi-kongregasi]] religius, mengikrarkan [[kaul religius|kaul-kaul]] khusus tetapi tanpa kewajiban untuk membantu dalam suatu pelayanan religius di [[biara (tempat tinggal)|biara]]. [[Klerus Regular|Klerus regular]] ini mengajar, melakukan pewartaan, dan menerima [[Sakramen Tobat (Gereja Katolik)|pengakuan]], namun berada di bawah wewenang seorang uskup secara langsung serta tidak terkait dengan wilayah atau paroki tertentu layaknya seorang [[vikaris]] ataupun [[kanonik (imam)|kanonik]].<ref name="Péronnet213"/>
 
Di Italia, kongregasi pertama klerus regular adalah [[Teatin]] (C.R.), yang dibentuk pada tahun 1524 oleh [[Cajetan|Kayetanus]] dan [[Paus Paulus IV|Kardinal Carafa]]. Pendirian itu diikuti dengan pendirian [[Imam-Imam Somaski]] (C.R.S.) pada tahun 1528, [[Barnabit]] pada tahun 1530, [[Ursulin]] (O.S.U.) pada tahun 1535, [[Yesuit]] (S.J.) yang diakui secara kanonis pada tahun 1540, [[Klerus Regular dari Bunda Allah dari Lucca]] (O.M.D.) pada tahun 1583, [[Kamilian]] (M.I.) pada tahun 1584, [[Pastor-pastor Adorno|Imam-Imam Adorno]] (C.R.M.) pada tahun 1588, dan [[Piaris]] (S. P.) pada tahun 1621. Pada tahun 1524,{{clarification needed|reason=It is hard to believe since he was born on 1515.}} sejumlah imam di kota [[Roma]] mulai menjalani kehidupan dalam suatu komunitas yang berpusat pada [[Filipus Neri]]. Mereka melembagakan diri sebagai [[Serikat Oratorian Neri|Oratorian]] (C.O.) dan mendapat pengakuan kepausan sebagai suatu kongregasi pada tahun 1575. Mereka memanfaatkan musik dan nyanyian untuk menarik perhatian umat.<ref name="Péronnet214">Michel Péronnet, p 214</ref>
 
==Konsili Trento==
[[File:Council Trent.jpg|frame|Penggambaran salah satu sesi [[Konsili Trento]].]]
 
[[Paus Paulus III]] (1534–1549) dianggap sebagai paus Kontra-Reformasi yang pertama,<ref name="britannica.com"/> dan ia juga memprakarsai [[Konsili Trento]] (Konsili Trente/Tridentin, 1545–1563), suatu komisi para kardinal yang ditugaskan untuk melakukan reformasi institusional, membahas isu-isu kontroversial seperti para uskup dan imam yang korup, penjualan [[indulgensi]], serta penyalahgunaan finansial lainnya.
 
Konsili menegakkan struktur dasar dari [[Sejarah Kekristenan selama Abad Pertengahan|Gereja Abad Pertengahan]], sistem sakramental, tarekat-tarekat religius, dan doktrinnya. Konsili menolak segala kompromi dengan pihak Protestan, menegaskan kembali prinsip-prinsip dasar dari iman Katolik. Konsili menegakkan dogma [[keselamatan (agama)|keselamatan]] yang dianugerahkan oleh [[rahmat ilahi|rahmat]] melalui [[iman dalam Kekristenan|iman]] ''dan'' [[perbuatan baik|perbuatan-perbuatan dari iman tersebut]] (bukan [[sola fide|iman semata]], sebagaimana yang ditekankan oleh pihak Protestan) karena "iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati", seperti yang termaktub dalam Yakobus 2:22-26.
Tujuh provinsi utara beserta Flandria dan Brabant, yang dikuasai oleh pihak Kalvinis, menanggapi dengan [[Uni Utrecht]] dan memutuskan untuk tetap bersatu guna melawan Spanyol. Farnese mengamankan basisnya di [[:en:County of Hainaut|Hainaut]] dan [[Artois]], kemudian bergerak melawan [[Kadipaten Brabant|Brabant]] dan [[Flandria]]. Kota demi kota dapat dikuasainya: [[Tournai]], [[Maastricht]], [[Breda]], [[Brugge]] dan [[Gent]] membuka gerbang baginya.
 
Farnese akhirnya melakunganmelakukan pengepungan atas pelabuhan besar [[Antwerpen]]. Kota itu terbuka menuju ke laut, dikelilingi dengan benteng yang kuat, dan dipertahankan dengan baik di bawah kepemimpinan [[:en:Philips of Marnix, Lord of Saint-Aldegonde|Marnix van St. Aldegonde]]. Farnese memotong semua akses ke laut dengan membangun sebuah [[jembatan ponton|jembatan kapal]] yang melintasi [[Sungai Schelde]]. [[Kejatuhan Antwerpen|Kota tersebut menyerah pada 1585]], dan dikatakan bahwa sekitar 60.000 warga Antwerpen (60% dari populasi sebelum pengepungan) bermigrasi ke wilayah utara. Semua wilayah Belanda bagian selatan kembali berada di bawah kendali Spanyol.
 
Dalam perang yang utamanya meliputi pengepungan-pengepungan dan bukan pertempuran-pertempuran, Farnese memperlihatkan ketabahan hatinya. Strateginya adalah menawarkan syarat-syarat yang dipandang murah hati agar lawannya menyerah: tidak ada pembunuhan massal ataupun penjarahan; hak istimewa perkotaan yang bersejarah tetap dipertahankan; terdapat amnesti dan pengampunan penuh; persekutuan kembali dengan Gereja Katolik dilakukan secara bertahap.<ref>{{en}} Violet Soen, "Reconquista and Reconciliation in the Dutch Revolt: The Campaign of Governor-General Alexander Farnese (1578–1592)", ''[[Journal of Early Modern History]]'' (2012) 16#1 pp 1–22.</ref>
 
Walaupun awalnya bersifat teologis dan diarahkan pada sikap para musikus, dekret-dekret Konsili mulai dipikirkan oleh para musikus gereja sebagai suatu pemakluman seputar gaya-gaya musikal yang tepat.<ref>Fellerer and Hadas. 592–593.</ref> Pemahaman ini kemungkin besar tersebar melalui para musikus yang berusaha untuk menerapkan deklarasi-deklarasi Konsili tetapi tidak membaca pemakluman-pemakluman resmi Tridentin. Para musikus gereja mungkin terpengaruh oleh perintah dari para pelindung gerejawi mereka.<ref>Monson. 26.</ref> Para komponis yang menyebut reformasi-reformasi Konsili dalam pengantar untuk komposisi-komposisi mereka tidak secara memadai menegaskan landasan musikal dari Konsili selain landasan rohani dan religius dari karya seni mereka.<ref>Fellerer and Hadas. 576–594.</ref>
<!--
==Church music==
Another composer, Vincenzo Ruffo (c.1508-1587) complied with the reforms of the Council of Trent. Ruffo devoted himself entirely to sacred music in the spirit of the Tridentine reforms. He may be considered the second "savior" of polyphony, composing sacred music that can almost entirely be labelled syllabic homophony.
After all of the debate during the third meeting of the Council of Trent, the council's solutions gave composers very little room for artistic expression. Composers, such as Palestrina and Lasso, would find other ways of expressing their sacred themes during the Counter-Reformation.
 
Uskup Agung Milan, Kardinal [[Karolus Boromeus]], disebut sebagai tokoh yang sangat penting dalam melakukan pembaruan musik gereja setelah Konsili Trento. Kendati sang kardinal merupakan salah seorang penasihat paus di Roma dan tidak dapat berada di Milan, ia dengan penuh semangat mendorong agar keputusan-keputusan Konsili segera diterapkan di Milan.<ref>Lockwood. 346.</ref> Ia tetap berhubungan dengan gerejanya di Milan melalui surat-surat dan dengan bersemangat mendesak para pemimpin di sana untuk mengimplementasikan pembaruan-pembaruan yang diputuskan Konsili Trento. Dalam salah satu surat kepada vikarisnya di keuskupan Milan, Nicolo Ormaneto of Verona, ia menugaskan ''maestro di cappella'' [[Vincenzo Ruffo]] (1508–1587) untuk menyusun suatu komposisi misa yang memungkinkan kata-kata dapat semudah mungkin dipahami. Kardinal Boromeus juga mengungkapkan bahwa apabila Don Nicola, seorang komponis dengan gaya yang lebih [[skala kromatik|kromatis]], berada di Milan maka ia juga dapat menyusun suatu komposisi misa dan keduanya dapat disebandingkan dalam hal kejelasan tekstual.<ref>Lockwood, 348.</ref> Sang kardinal kemungkinan besar terlibat ataupun mendengar pertanyaan-pertanyaan seputar kejelasan tekstual karena permintaannya kepada Ruffo.
The Council of Trent brought about other changes in music: most notably developing the Missa Brevis, Lauda and "Spiritual Madrigal" (Madrigali Spirituali).
 
Ruffo menerima penugasan sang kardinal dengan serius dan mulai menyusun komposisi dengan suatu gaya yang menyajikan teks dimaksud supaya semua kata dapat mudah dimengerti serta makna tekstualnya menjadi bagian terpenting dari komposisi. Pendekatan yang dilakukannya adalah mengalihkan semua suara dengan suatu cara [[homoritme|homoritmis]] (salah satu tekstur [[homofoni]]k) tanpa ritme yang kompleks, dan menggunakan disonansi dengan sangat konservatif. Pendekatan Ruffo dipandang berhasil dalam hal kesederhanaan dan kejelasan tekstual. Bagaimanapun, kendati musiknya sangat murni secara teoretis, yang ia lakukan tidak dipandang sebagai kesuksesan artistik terlepas dari upaya-upaya Ruffo untuk memusatkan perhatian pada tekstur empat-bagian yang monoton.<ref>Lockwood, 362.</ref> Gaya komposisi Ruffo yang memberikan preferensi pada teks sejalan dengan atensi yang dirasakan Konsili terkait kejelasan tekstual. Dengan demikian, keyakinan pada keputusan-keputusan Konsili yang kukuh dalam hal kejelasan tekstual menjadi ciri perkembangan musik sakral gereja.
==The inadvertent start of the [[scientific revolution]]==
Some historians such as [[James Burke (science historian)|James Burke]] have noted some of the directives initiated in the Counter-Reformation had consequences that would ironically create even more formidable challenges to the Catholic Church's authority and very world-view.
 
Pengaruh dari Konsili Trento dan kontra-reformasi juga membuka jalan bagi umat Kristen Ortodoks Rutenia untuk kembali ke dalam [[persekutuan penuh]] dengan [[Gereja Katolik Roma]], sebagai sekumpulan umat yang dikenal sebagai [[Gereja Katolik Yunani Ukraina]], sembari tetap mempertahankan tradisi [[Kekaisaran Romawi Timur|Bizantin]] mereka. [[Paus Klemens VIII]] menerima para uskup Rutenia ke dalam persekutuan penuh pada tanggal 7 Februari 1596.<ref>{{en}} ''[http://www.newadvent.org/cathen/15130a.htm Union of Brest]'' in the 1917 Catholic Encyclopedia</ref> Berdasarkan Perjanjian dari [[Persatuan Brest]], Roma mengakui praktik berkesinambungan umat Rutenia terkait [[Ritus Bisantin|tradisi liturgis Bizantin]], klerus menikah, dan penahbisan uskup dari dalam tradisi Kristen Rutenia. Selain itu, perjanjian tersebut secara khusus membebaskan umat Rutenia dari penerimaan atas [[klausa Filioque]] dan [[Purgatorium]] sebagai syarat rekonsiliasi.<ref>{{en}} [http://www.ewtn.com/library/COUNCILS/TREATBR.HTM Treaty of the Union of Brest]</ref>
This came about with the initiative to make the Catholic Church more attractive to the common person. In addition to better training for the clergy, there was also the idea of making the Church's facilities and activities more attractive to the laypeople. Part of this including extensive decorations that would eventually encourage the [[baroque]] art style and more celebrations of holidays and similar events.
 
Konsili Trento menghasilkan perubahan-perubahan lain dalam musik: utamanya pengembangan [[Missa brevis]], [[Lauda (lagu)|Lauda]], dan "[[Madrigal (Trecento)|Madrigal]] Rohani" (Madrigali Spirituali).
The need to have these events followed closely throughout the dioceses raised the problem with the accuracy of the [[calendar]]. By the sixteenth century the [[Julian calendar]] was almost ten days out of step with the seasons and the heavenly bodies. Among the astronomers who was asked to work on the problem of how the calendar could be reformed was [[Nicolaus Copernicus]], a canon at [[Frombork]] (Frauenburg). In the dedication to ''[[De revolutionibus orbium coelestium]]'' (1543), Copernicus mentioned the reform of the calendar proposed by the [[Fifth Council of the Lateran]] (1512-1517). As he explains, a proper measurement of the length of the year was a necessary foundation to calendar reform. By implication, his work replacing the [[Ptolemaic system]] with a [[heliocentric model]] was prompted in part by the need for calendar reform. An actual new calendar had to wait until the [[Gregorian calendar]] in 1582.
 
==Studi penanggalan==
At the time of its publication, ''De revolutionibus'' passed with relatively little comment in the Catholic Church itself who treated the conception as little more than a mathematical convenience. However, the fact that the Earth's motion directly contradicted literal readings of the Bible and [[Aristotle]]'s philosophy eventually became an unavoidable issue. This occurred when scholars like [[Galileo Galilei]] began to amass physical evidence supporting heliocentrism, or at least undermining [[Ptolemy]]. This examination of the Copernican theory was a factor in starting the [[scientific revolution]] outside the Catholic Church who banned the study of these works until the mid nineteenth century.{{fact}}-->
Lebih banyaknya hari besar dan agenda serupa menimbulkan kebutuhan untuk merayakan agenda-agenda tersebut secara saksama di seluruh keuskupan. Namun, terdapat persoalan akurasi kalender: [[kalender Julian]] pada abad ke-16 nyaris 10 hari penyimpangannya dengan musim-musim dan benda-benda langit. Di antara para astronom yang diminta untuk berkutat dengan masalah bagaimana melakukan reformasi kalender terdapat seorang [[kanonik (imam)]] di [[Frombork]] (Frauenburg) yang bernama [[Nikolaus Kopernikus]]. Dalam ''[[De revolutionibus orbium coelestium]]'' (1543) karyanya, Kopernikus menyebutkan reformasi kalender yang diusulkan oleh [[Konsili Lateran V]] (1512–1517). Sebagaimana yang ia jelaskan, pengukuran yang tepat atas lama waktu dalam setahun merupakan suatu landasan penting untuk melakukan reformasi kalender. Sebagai implikasi, pengaryaannya menggantikan [[Geosentrisme#Sistem_Ptolemaik|sistem Ptolemaik]] dengan suatu [[heliosentrisme|model heliosentris]] antara lain didorong oleh kebutuhan akan reformasi kalender.
 
Kalender baru yang sebenarnya harus menunggu sampai [[kalender Gregorian]] diperkenalkan pada tahun 1582. Pada waktu publikasinya, ''De revolutionibus'' berlalu dengan relatif sedikit tanggapan: sedikit lebih daripada suatu kenyamanan matematis yang menyederhanakan petunjuk-petunjuk astronomis untuk suatu kalender yang lebih akurat.<ref>{{en}} {{cite book|last=Burke|first=James|title=[[The Day the Universe Changed]]|publisher=London Writers Ltd.|year=1985|page=136|ref=harv}}</ref> Bukti fisik yang mengemukakan teori Kopernikus mengenai pergerakan Bumi benar-benar mempromosikan apa yang tampak seperti ajaran sesat menentang pemikiran religius pada zaman itu. Akibatnya, [[Galileo Galilei]] ditempatkan dalam tahanan rumah, di [[Roma]], [[Siena]], [[Arcetri]], dan [[Firenze]], karena memublikasikan tulisan-tulisan, dikatakan "dengan berapi-api dicurigai sebagai penganut bidah", dan para seterunya mengecam teori heliosentris serta untuk sementara waktu melarang ajaran tersebut pada tahun 1633.<ref>{{harvnb|Burke|1985|p=149}}.</ref>
 
==Area yang terkena dampak==
14.576

suntingan