Templat:Ekonomi: Perbedaan revisi

11.458 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
pengembalian halaman terhapus
k
(pengembalian halaman terhapus)
{{Sidebar with heading backgrounds
|name = Antropologi
|outertitle =
|topimage =
|pretitle =
|title = [[Antropologi]]
|image = [[Berkas:PPlaqueB.png|150px|center|Venus of Willendorf]]
|headingstyle =
|contentstyle =
 
|heading1 = Bidang
|content1 = <div>
[[Antropologi biologi]] <br />
[[Antropologi budaya]] <br />
[[Antropologi linguistik]] <br />
[[Antropologi sosial]] <br />
[[Arkeologi]]
</div>
 
|heading2 = Metode dan kerangka kerja
|content2 = <div>
[[Antropologi terapan]] <br />
[[Etnografi]] <br />
[[Peserta pengamatan]] <br />
[[Metode kualitatif]] <br />
[[Relativisme budaya]] <br />
 
|below =
}}
 
{| style="line-height:140%; font-size: 95%; margin: 0.3em 0 0.6em 0.6em; border: 1px solid #BEBEBE; background-color:#f9f9f9; clear:right; float:right;" cellpadding=0 cellspacing=0
|-
| style="font-size: 120%; background:#ccccdd; border-bottom: 1px solid #BEBEBE; padding: 5px 5px 3px 5px;" align="center"|'''[[Ekonomi]]'''
|-
|style="text-align: center; background:#FFFFFF; "|[[Berkas:GDP PPP Per Capita IMF 2008.svg|200px]]<br/>
|-
|<div class="NavFrame" style="border-style: none; padding: 0px; text-align: center; border-left: 0px; border-right: 0px; border-top: 0px; border-bottom: 0px;" cellpadding=0 cellspacing=0><div class="NavHead" style="border-style: none; padding: 0px; background:#FFFFFF; text-align: left; font-size: 11px; height:1.9em;">&nbsp;&nbsp;'''[[Ekonomi bangsa dan negara saat ini|Ekonomi menurut kawasan]]'''&nbsp;</div><div class="NavContent" style="border-style: none; padding: 0px; background-color:transparent; font-size: 90%; text-align: center; display:none; border-top: 1px solid #BEBEBE;">
[[Ekonomi Afrika|Afrika]]{{·}} [[Ekonomi Amerika Utara|Amerika]]<br>
|-
! style="background:#ccccdd; line-height:110%; font-size: 80%; padding: 0 3px 0 3px;" | {{Tnavbar|Ekonomi}}
|}
|}<noinclude>
Antropologi ekonomi adalah interdisiplin dari cabang ilmu antropologi yang membahas kaitan antara sejarah, nilai sosial-budaya, dan geografi dari suatu masyarakat dengan kaitannya terhadap aktifitas atau fenomena ekonomi yang terjadi di dalam masyarakat tersebut. Suatu aktifitas ekonomi seringkali tidak hanya dipengaruhi faktor-faktor produksi, seperti tenaga kerja, modal, dan sumberdaya alam, melainkan dapat juga dipengaruhi oleh nilai sosial atau tradisi yang berlaku di masyarakat. Pun hal yang sebaliknya dapat terjadi yakni aktifitas ekonomi yang kemudian mempengaruhi tatanan sosial yang berlaku di masyarakat.
Lihat pula: {{tl|Ekonomi-bawah}} kotak navigasi bawah
 
Walaupun terjadi perbedaan pendapat tentang relevansi ilmu ekonomi untuk studi antropologi ekonomi, ilmu antropologi ekonomi memperlihatkan keunikan tersendiri dalam mengkaji fenomena ekonomi. Ahli antropologi ekonomi menghadapi fenomena ekonomi dalam masyarakat sederhana yang terintegrasi dengan sistem sosial dan budaya, sehingga pada dasarnya pertanyaan yang diajukan ahli antropologi berbeda dengan ahli ekonomi saat menghadapi suatu fenomena.<ref name=":0">{{Cite journal|last=Hudayana|first=Bambang|date=2013-06-25|title=ANTROPOLOGI EKONOMI VERSUS ILMU EKONOMI KAJIAN AWAL TENTANG MASALAH SEJARAH, OBYEK DAN METODE|url=https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2090|journal=Humaniora|language=id|volume=0|issue=2|doi=10.22146/jh.v0i2.2090|issn=2302-9269}}</ref> Pokok kajian dari ilmu antropologi pada suatu fenomena ekonomi bukanlah ekonomi secara umum; melainkan sesuatu yang disebut ''ethno-economics'' yakni yang berkaitan dengan pemikiran dan bahasa, ide-ide, serta prinsip yang mendasari tindakan ekonomi pada suatu masyarakat. Dalam hal ini, tugas dari ahli antropologi adalah menjelaskan bagaimana suatu masyarakat memperoleh penghidupan, kemudian mengklasifikasikan cara-cara yang diperoleh dan membuat teori bagaimana hal tersebut berkaitan dengan nilai sosial atau kebudayaan.<ref name=":0" /><ref name=":1">{{Cite journal|last=Hudayana|first=Bambang|date=2013-06-24|title=KONSEP RESIPROSITAS DALAM ANTROPOLOGI EKONOMI|url=https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/2076|journal=Humaniora|language=id|volume=0|issue=3|doi=10.22146/jh.v0i3.2076|issn=2302-9269}}</ref>
 
== Resiprositas dalam antropologi ekonomi ==
 
====== Resiprositas dalam ekonomi dan antropologi ======
Antropologi ekonomi memilki kecenderungan yang khas dalam mengkaji masalah perekonomian ; antropologi ekonomi dalam kajiannya banyak menaruh perhatian terhadap berbagai gejala pertukaran yang tidak melibatkan uang sebagai alat pertukaran. Gejala pertukaran ini disebut sering disebut resiprositas dan redistribusi dalam ekonomi.<ref name=":1" /> Kecenderungan disiplin ilmu antropologi dalam hal ini berkaitan dengan orientasi studi antropologi yang banyak menaruh perhatian pada masyarakat-masyarakat luar eropa. Ketika awal perkembangan disiplin ilmu antropologi ekonomi, gejala-gejala pertukaran yang terjadi di komunitas masyarakat di luar Eropa umumnya tidak menggunakan mekanisme uang sebagai alat pertukaran sebagaimana yang terjadi di Eropa.<ref name=":1" /><ref>{{Cite journal|last=Dalton|first=George|date=1961-02-01|title=Economic Theory and Primitive Society1|url=http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1525/aa.1961.63.1.02a00010/abstract|journal=American Anthropologist|language=en|volume=63|issue=1|pages=1–25|doi=10.1525/aa.1961.63.1.02a00010|issn=1548-1433}}</ref> Dalam membahas gejala yang berkaitan dengan resiprositas dan redistribusi, ilmu antropologi ekonomi tidak hanya membahas aspek ekonomi yang mendasari fenomena tersebut, melainkan juga aspek-aspek lain yang umumnya diluar cangkupan ilmu ekonomi seperti : agama, teknologi, ekologi politik dan organisasi sosial.<ref name=":1" />
 
====== Resiprositas dan pertukaran lainnya ======
Kajian mengenai resiprositas mencuat pada masanya setelah [[Bronisław Malinowski|Bronislaw Malinowski]], dalam bukunya ''Argonauts of the Western Pacific'' (1922) mengungkapkan fenomena unik berkaitan dengan resiprositas yang ia temui pada masyarakat di [[Kepulauan Trobriand]].<ref name=":2">{{Cite book|url=https://www.worldcat.org/oclc/910944939|title=Argonauts of the western Pacific : an account of native enterprise and adventure in the Archipelagoes of Melanisian New Quinea|last=1884-1942.|first=Malinowski, Bronislaw,|date=2002|publisher=Routledge|isbn=0203729501|location=London|oclc=910944939}} Hlm. 271-283</ref> Malinowski mengamati keganjilan dimana, masyarakat asli Kepulauan Trobriand mau mempertaruhkan nyawanya untuk berlayar jauh demi memberikan pernak-pernik yang berupa gelang dan kalung (yang menurutnya tidak berharga) secara cuma-cuma. Kemudian ia mengamati proses dan lajur pertukaran pernak-pernik ini di seluruh pulau. Setelah itu Malinowski menyimpulkan bahwa sistem pertukaran ini berkaitan langsung dengan aspek politik di kepulauan tersebut.<ref>{{Cite journal|last=Parry|first=Jonathan|date=1986|title=The Gift, the Indian Gift and the 'Indian Gift'|url=http://www.jstor.org/stable/2803096|journal=Man|volume=21|issue=3|pages=453–473|doi=10.2307/2803096}}</ref> Malinowski menyebut proses ini sebagai pertukaran ''Kula''.<ref name=":2" /><ref name=":3">{{Cite book|url=http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1574071406010049|title=Handbook of the Economics of Giving, Altruism and Reciprocity|last=Hann|first=Chris|date=2006-01-01|publisher=Elsevier|editor-last=Kolm|editor-first=Serge-Christophe|series=Foundations|volume=1|pages=207–223|editor-last2=Ythier|editor-first2=Jean Mercier}}</ref> Pertukaran ''Kula'' menurut Malinowski bukanlah barter; Barter merupakan proses pertukaran langsung antara barang atau jasa yang secara kuantitas atau kualitas bernilai sama, serta diawali persetujuan kedua belah pihak sebelum berlangsungnya pertukaran.<ref>{{Cite web|url=https://www2.palomar.edu/anthro/economy/econ_2.htm|title=Economic Systems: Non-market Economies|website=www2.palomar.edu|access-date=2017-10-24}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://www.merriam-webster.com/dictionary/barter|title=Definition of BARTER|website=www.merriam-webster.com|language=en|access-date=2017-10-24}}</ref> Sementara pertukaran ''Kula'' merupakan proses penghadiahan suatu pernak-pernik, yang kemudian diikuti proses penghadiahan lainnya sehingga terjadi pertukaran. Malinowski menekankan pendapatnya bahwa pertukaran ini terjadi antar individu dan hadiah yang diberikan tidaklah "murni" sebagai hadiah, karena individu yang berkaitan mengharapkan suatu hadiah kembali dengan nilai yang sama atau lebih besar dari pemberiannya.<ref name=":3" />
 
Dalam kelanjutannya terdapat berbagi pro dan kontra terhadap gagasan yang dikemukakan oleh Malinowski. [[Marcel Mauss]] dalam tulisannya ''The Gift (Essai sur le Don'' ([[Bahasa Perancis|Prancis]])'')'' mengemukakan bahwa pertukaran ini merupakan bagian dari kelompok alih-alih individu seperti yang dikemukakan Malinowski.<ref name=":3" /><ref>{{Cite book|url=https://www.worldcat.org/oclc/50703881|title=The gift : the form and reason for exchange in archaic societies|last=1872-1950,|first=Mauss, Marcel,|last2=D.,|first2=Halls, W.|isbn=0203715683|location=London|oclc=50703881}} Hlm 85-106</ref> Malinowski juga dalam gagasannya tidak mengemukakan dampak apabila sang pemberi hadiah tidak menerima suatu hadiah kembali di akhir pemberian. Mauss berpendapat bahwa pertukaran hadiah dilakukan untuk menjaga hubungan baik antara kelompok pemberi hadiah, dimana jika pemberi hadiah tidak memperoleh suatu hadiah balasan, maka kejadian ini akan berdampak pada tradisi pemberian hadiah selanjutnya dan hubungan antar kelompok tersebut. Secara ringkas Mauss menegaskan "tidak ada yang gratis" dalam fenomena yang diamati Malinowski.<ref name=":3" />
 
Redistribusi merupakan istilah lainnya yang berkaitan dengan pertukaran namun memiliki makna yang berbeda dengan resiprositas. Terdapat batasan pada pendefinisian istilah resiprositas ; Resiprositas merupakan perpindahan barang atau jasa yang terjadi secara timbal balik dari kelompok-kelompok yang berhubungan secara simetris.<ref name=":4">{{Cite web|url=http://la.utexas.edu/users/hcleaver/368/368PolanyiChap4.html|title=Karl Polanyi, Chapter 4|website=la.utexas.edu|access-date=2017-10-24}}</ref> Hubungan simetris yang dimaksud yakni hubungan dimana masing-masing pihak menempatkan diri dalam kedudukan dan peranan yang sama ketika proses pertukaran berlangsung.<ref name=":1" /><ref name=":4" />Sebagai contoh, misalnya seorang petani mengundang tetangganya, termasuk kepala desanya, untuk ikut kenduri selamatan atas kelahiran anaknya. Pada waktu lain sang kepala desa akan mengundang petani itu untuk peristiwa serupa. Dalam aktivitas ini baik kepala desa, petani maupun masyarakat lainnya tidak menempatkan diri pada kedudukan sosial yang berbeda, inilah yang disebut hubungan yang simetris, sehingga fenomena ini masuk dalam kategori resiprositas. Sementara redistribusi memerlukan syarat hubungan yang asimetris, yang ditandai peranan individu-individu tertentu dengan wewenang yang dimiliki untuk mengorganisir pengumpulan barang dan jasa dari anggota-anggota kelompok kemudian didistribusikan kembali dalam bentuk barang atau jasa yang sama atu berbeda. Contoh redistribusi misalnya kewajiban iuran warga untuk suatu kegiatan yang memerlukan kontrol dan pengawasan dari suatu kelompok atau individu.<ref name=":1" />
 
== Antropologi ekonomi dan kaitannya terhadap sosial-politik ==
[[Kategori:Templat navigasi ekonomi|{{PAGENAME}}]]
Manusia pada umumnya tumbuh dalam suatu kelompok keluarga sehingga memperoleh pengetahuan dasar dalam bekerja sama, berbagi, dan mengidentifikasi diri sebagai bagian dari suatu kelompok dengan identitas kolektif. Karena hal ini, kebanyakan ilmuwan dalam kajian sosial memperlakukan manusia sebagai kelompok sosial alih-alih individu. Dalam disiplin ilmu sosial seperti [[sosiologi]], [[psikologi sosial]], dan [[antropologi]] sosial, dapat ditemukan berbagai ide dan gagasan tentang alasan mengapa manusia cenderung hidup berkelompok, bagaimana kelompok mengatur individu di dalamnya, serta bagaimana kelompok beradaptasi dan berevolusi dilingkungan sosial. Banyak dari teori ini kemudian memiliki implikasi pada aktifitas dan institusi ekonomi. Implikasi lainnya adalah pada bidang politik, dimana identitas kolektif dapat membentuk suatu ideologi politik-ekonomi pada kelompok yang bersangkutan akibat adanya persamaan ketertarikan sosial (''social interest'').<ref>{{Cite book|url=https://www.worldcat.org/oclc/769189414|title=Economies and cultures : foundations of economic anthropology|last=R.|first=Wilk, Richard|date=2007|publisher=Westview Press|isbn=9780813343655|edition=2nd ed.|location=New York|oclc=769189414}} Hlm 83-86.</ref>
 
== Referensi ==
</noinclude>