Cuti kehamilan: Perbedaan revisi

147 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Cuti kehamilan''' adalah jaminan kerja yang tersedia di hampir semua negara di seluruh dunia.<ref>{{cite news|url=http://www.nydailynews.com/news/national/u-s-behind-world-parental-leave-policy-study-papua-new-guinea-swaziland-u-s-lag-article-1.134271|title=U.S. behind most of world in parental leave policy: study; Papua New Guinea, Swaziland & U.S. lag|publisher=NY Daily News|date=24 Dec 2011}}</ref> Pada tahun 2014, [[Organisasi Buruh Internasional]] meninjau kebijakan cuti kehamilan di 185 negara dan wilayah dan menemukan bahwa semua negara memiliki undang-undang yang mengatur semacam cuti kehamilan (kecuali [[Papua Nugini]]).<ref>International Labour Organization. (2014). [http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---dgreports/---dcomm/---publ/documents/publication/wcms_242615.pdf Maternity and Paternity at Work: Law and Practice Across the World].</ref> Penelitian yang lain menunjukkan bahwa dari 186 negara, 96% menawarkan gaji untuk ibu yang mengambil cuti kehamilan, tetapi hanya 81 negara yang memberikan gaji untuk ayah yang mengambil cuti.<ref>{{cite web|last1=Gualt|first1=Barbara|last2=Hartmann|first2=Heidi|last3=Hegewisch|first3=Ariane|last4=Milli|first4=Jessica|last5=Reichlin|first5=Lindsey|title=Paid Parental Leave in the United States|url=https://www.dol.gov/wb/resources/paid_parental_leave_in_the_united_states.pdf|publisher=Institute for Women’s Policy Research|accessdate=27 January 2017}}</ref> [[Amerika Serikat]], [[Suriname]], [[Papua Nugini]], dan beberapa negara kepulauan di [[Samudra Pasifik]] adalah negara-negara yang tidak mewajibkan majikan memberikan cuti kehamilan yang dibayar untuk orang tua.<ref>{{Cite web |url=http://www.npr.org/2016/10/06/495839588/countries-around-the-world-beat-the-u-s-on-paid-parental-leave |title=Countries Around The World Beat The U.S. On Paid Parental Leave |last=Deahl |first=Jessica |website=NPR |publication-date=6 October 2016}}</ref>
 
CUTI== KEHAMILANCuti Kehamilan di Indonesia ==
Berdasarkan UU Ketenagakerjaan no 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan bahwa ''pekerja/buruh perempuan'' (maksudnya, “karyawan wanita” atau ''karyawati''), '''berhak''' '''memperoleh ''istirahat''''' atau ''cuti hamil'' selama 1,5 bulan (dalam arti, satu bulan dan lima belas hari) sebelum saatnya melahirkan anak, dan ''cuti melahirkan'' selama 1,5 bulan (satu bulan dan 15 hari) sesudah melahirkan, menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan. Kumulatif “''cuti hamil dan melahirkan''” tersebut, adalah selama 3 (tiga) bulan berturut-turut dengan berhak -mendapat- upah penuh. <ref>{{Cite news|url=http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt514c220be90bc/keabsahan-pembatasan-hak-cuti-melahirkan-dalam-perjanjian-kerja|title=Keabsahan Pembatasan Hak Cuti Melahirkan dalam Perjanjian Kerja|newspaper=hukumonline.com/klinik|language=en|access-date=2017-10-22}}</ref> Hanya kebiasaan di Indonesia, para ibu mengambil cuti kehamilan menjelang kelahiran bayinya sehingga mempunyai masa menyusui yang cukup lama.
 
Berdasarkan UU Ketenagakerjaan no 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan bahwa ''pekerja/buruh perempuan'' (maksudnya, “karyawan wanita” atau ''karyawati''), '''berhak''' '''memperoleh ''istirahat''''' atau ''cuti hamil'' selama 1,5 bulan (dalam arti, satu bulan dan lima belas hari) sebelum saatnya melahirkan anak, dan ''cuti melahirkan'' selama 1,5 bulan (satu bulan dan 15 hari) sesudah melahirkan, menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan. Kumulatif “''cuti hamil dan melahirkan''” tersebut, adalah selama 3 (tiga) bulan berturut-turut dengan berhak -mendapat- upah penuh. <ref>{{Cite news|url=http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt514c220be90bc/keabsahan-pembatasan-hak-cuti-melahirkan-dalam-perjanjian-kerja|title=Keabsahan Pembatasan Hak Cuti Melahirkan dalam Perjanjian Kerja|newspaper=hukumonline.com/klinik|language=en|access-date=2017-10-22}}</ref>
 
== Catatan kaki ==
16

suntingan