Hans Overbeck: Perbedaan revisi

13 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
'''Hans Overbeck''' (lahir di [[Bremen]], Jerman, tanggal [[26 Maret]] [[1882]] – meninggal di [[Indonesia]] pada tanggal [[19 Januari]] [[1942]]) adalah Pria kebangsaan Jerman yang terkenal sebagai Niagawan sekaligus Peneliti yang berjasa bagi Indonesia dengan aktif dibidang [[Sastra Melayu|sastra berbahasa Melayu]] dan bidang [[serangga]]. Hans lahir sebagai anak kedua dari keluarga yang kaya. Ayahnya adalah seorang pedagang beras yang sukses di [[Yangoon]], [[Myanmar]]. Setelah lulus dari sekolah elite Altes Gymnasium di Bremen, Hans lebih dulu menjalani wajib militer sebelum berkarir. Pada tahun 1904, dalam usia 22 tahun, Hans pergi bermigrasi ke Asia Tenggara sebagai utusan perusahaan Arnold Otto Meyer yang berdomisili di Hamburg tempatnya memulai pekerjaan sebagai Niagawan. Dari tempat anak perusahaan ini, Behn, Meyer & Co. Ltd., Hans melakukan banyak perjalanan dinas mulai dari Singapura, Semenanjung Malaya, Indonesia, hingga ke Filipina. Pada saat itu Hans sudah diberi wewenang oleh perusahaan yang bergerak di bidang ekspor tersebut untuk bertindak atas nama perusahaan dan menjadi "Wakil Utama untuk [[Asia Tenggara]]".<ref>[http://www.adtractive.de/dig/artikel/l6.htm adtractive.de: Herausforderung Indonesien: Macht, Kritik, Befreiung – Niederländische Kolonialgeschichte im Spiegel deutscher Lebensläufe] (Rüdiger Siebert) - 2011 Deutsch Indonesische Gesellschaft</ref>
 
Bertugas untuk mencari order, melakukan negoisasi dagang, dan bertindak selayaknya utusan perusahaan, Hans memanfaatkan tugas dinasnya ini untuk mengumpulkan bahan yang sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaanya, yaitu bahan untuk penelitian atas kecintaanya terhadap sastra melayu klasik. Melacak naskah yang ada dipasar-pasar, pergi ke museum dan arsip, serta mempelajari kepustakaan. Hans berpendapat bahwa asia tenggara tidak hanya sebagai sebuah panggung "kehidupan pribumi", namun juga kawasan dengan kebudayaan yang kaya dan memiliki dimensinya tersendiri. <ref>Wagner, Wilfried, 1996. ''"Adventures into the Soul of the Malays. Hans Overbeck (1882-1942)"''. Hamburg</ref>Hans mencoba dengan baik untuk memahami perpaduan yang menghasilkan budaya Nusantara. Banyak diantara karya Hans yang merupakan sumbangsih terbesar bagi Indonesia terutama kebudayaan Melayu, diantaranya adalah penerjemahan karya sastra "[[Sejarah Melayu]]" dan "[[Hikayat Hang Tuah]]" ke dalam bahasa Jerman yang puitis dan sesuai dengan langgam bahasa yang digunakan dalam karya tersebut. Hal ini adalah bukti dari kecerdasan dan penguasaan Hans dalam kebahasaan dan penerjemahan karena dengan metodenya sebuah karya sastra dapat dipahami tidak hanya secara makna namun juga keindahannya.
 
 
 
Bertugas untuk mencari order, melakukan negoisasi dagang, dan bertindak selayaknya utusan perusahaan, Hans memanfaatkan tugas dinasnya ini untuk mengumpulkan bahan yang sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaanya, yaitu bahan untuk penelitian atas kecintaanya terhadap sastra melayu klasik. Melacak [[naskah]] yang ada dipasar-pasar, pergi ke museum dan arsip, serta mempelajari kepustakaan. Hans berpendapat bahwa asia tenggara tidak hanya sebagai sebuah panggung "kehidupan pribumi", namun juga kawasan dengan kebudayaan yang kaya dan memiliki dimensinya tersendiri. <ref>Wagner, Wilfried, 1996. ''"Adventures into the Soul of the Malays. Hans Overbeck (1882-1942)"''. Hamburg</ref> Hans mencoba dengan baik untuk memahami perpaduan yang menghasilkan budaya Nusantara. Banyak diantara karya Hans yang merupakan sumbangsih terbesar bagi Indonesia terutama kebudayaan Melayu, diantaranya adalah penerjemahan karya sastra "[[Sejarah Melayu]]" dan "[[Hikayat Hang Tuah]]" ke dalam bahasa Jerman yang puitis dan sesuai dengan langgam bahasa yang digunakan dalam karya tersebut. Hal ini adalah bukti dari kecerdasan dan penguasaan Hans dalam kebahasaan dan [[penerjemahan]] karena dengan metodenya sebuah [[karya sastra]] dapat dipahami tidak hanya secara makna namun juga keindahannya.
 
 
71

suntingan