Limbad: Perbedaan revisi

1.472 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh 120.188.79.81) dan mengembalikan revisi 13159675 oleh RaymondSutanto)
 
== Kehidupan pribadi ==
Limbad dulunya adalah seorang PNS di sebuah instansi pemerintahan, usut punya usut ternyata Limbad pernah diangkat sebagai salah satu staf di Departemen P&K Kab. Tegal (sekarang Dinas Dikpora Kab. Tegal) yang mengurus penyuluhan pendidikan SD dan SMP.
Dari hasil pernikahannya dengan Susi Indrawati, Limbad dikaruniai tiga orang putra/putri masing-masing: Muhammad Mahardika, Gina, dan Kesya. Keluarga ini sebelumnya menetap di Desa Dukuhwringin, [[Slawi, Tegal|Kecamatan Slawi]], [[Kabupaten Tegal]]. Namun kini, setelah menandatangani 'kontrak bisu' dengan salah satu stasiun televisi nasional, Limbad beserta istri dan putri bungsunya pindah di [[Jakarta]]. Selain para asistennya, Susi Indrawati merupakan juru bicara yang menyampaikan pemikiran Limbad kepada media cetak dan media elektronik.
Kendati demikian, Limbad tidak pernah melupakan masa lalunya sebagai PNS yang bergelimang harta dan kemewahan fasilitas kantor atas hasil kerjanya itu. Limbad mengaku bahwa dirinya berhenti menjadi PNS lantaran pada masa itu (sekitar tahun 1998) terjadi krisis moneter sehingga memaksanya berhenti berkarir sebagai PNS.
 
Gaji yang menunggak akibat merosotnya APBD membuatnya kembali menekuni dunia sulap yang dahulu pernah ia tinggalkan sejak tahun 1995 lantaran harus mengikuti tes CPNS di Semarang. Pasca berhenti menjadi PNS, Limbad sibuk merantau ke berbagai macam kota-kota besar di Indonesia termasuk Jakarta demi menambah ilmu dan pengalaman sebagai pesulap profesional. Tanpa disadari Limbad pun berhasil menyempurnakan ilmu sulapnya setelah menjalani Topo Ngrame dan Topo Mbisu. Topo Ngrame sendiri adalah menolong sesama manusia tanpa pamrih dan Topo Mbisu adalah mendiamkan mulut untuk tidak pernah bicara hal-hal yang tidak baik bahkan ungkapan-ungkapan kotor yang merusak citranya sebagai manusia.
 
Namun, sebelum menjadi pesulap sekarang ini ia sudah memperoleh jodoh saat masih menjadi PNS dan memiliki banyak anak serta jaringan bisnis Warung Tegal yang dikelola oleh keluarga dan kerabatnya di Jakarta. Dari hasil pernikahannya dengan Susi Indrawati, Limbad dikaruniai tiga orang putra/putri masing-masing: Muhammad Mahardika, Gina, dan Kesya. Keluarga ini sebelumnya menetap di Desa Dukuhwringin, [[Slawi, Tegal|Kecamatan Slawi]], [[Kabupaten Tegal]]. Namun kini, setelah menandatangani 'kontrak bisu' dengan salah satu stasiun televisi nasional, Limbad beserta istri dan putri bungsunya pindah di [[Jakarta]]. Selain para asistennya, Susi Indrawati merupakan juru bicara yang menyampaikan pemikiran Limbad kepada media cetak dan media elektronik.
 
== Penghargaan ==
Pengguna anonim