Gerakan mahasiswa di Jerman: Perbedaan revisi

3.009 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k (Menambah Kategori:Sejarah Jerman menggunakan HotCat)
 
== Latar Belakang ==
Pada tahun 1966, menghadapi resesi ekonomi, dua partai politik besar Jerman Barat - Partai [[Partai Demokrat Sosial Jerman|Demokrat Sosial]] (SPD) dan [[Persatuan Demokrat Kristen Jerman|Persatuan Demokrat Kristen]] (CDU) - berkumpul untuk membentuk Koalisi Besar. Keputusan mereka mengangkat Kurt Georg Kiesinger dari CDU sebagai kanselir menuai kontroversi karena peran aktifnya dalam kementerian luar negeri [[Reich Ketiga]]. Banyak yang mengkritik koalisi tersebut sebagai kemunduran bagi Jerman Barat dan opini publik menjadi kacau setelah kementerian pertahanan memecat penerbit dan editor majalah Jerman, Der Spiegel, karena telah mencetak informasi terperinci tentang manuver NATO. Pengajuan reformasi juga dikritik karena tidak bersifat demokratis. Statuta baru dalam Undang-Undang Darurat yang mengatur penggunaan kekuatan pada masa krisis seperti perang memberikan kekuatan berlebih untuk cabang eksekutif. Usul mereka untuk mereformasi berbagai universitas di Jerman Barat yang membuat bangsanya lebih kompetitif mengabaikan para mahasiswa yang menuntut hak untuk bersuara. Mahasiswa menolak perubahan yang memungkinkan pemerintah membatasi persyaratan kelulusan agar menghasilkan lebih banyak lulusan lebih cepat sebagai bagian dari rencana ekonominya.
 
== Resolusi==
Pada tanggal 22 Juni 1966, 3.000 siswa dari [[Universitas Terbuka Berlin]] mengadakan sebuah pertemuan di bawah jendela aula di mana senat sekolah, yang terdiri dari rektor, profesor, dan administrator perguruan tinggi lainnya, mengenai usulan resolusi seperti membatasi persyaratan kelas dan memberi wewenang kepada administrator untuk mengeluarkannya. Para mahasiswa menuntut dimasukkannya senat mahasiswa untuk proses persidangan dan transparansi. Para siswa kemudian mengeluarkan sebuah resolusi sendiri di mana mereka mendemonstrasikan kebutuhan untuk mendemokratisasikan sistem universitas dan masyarakat pada umumnya.
 
{{Cquote|“''Resolution of June 22, 1966, passed by the students of the Free University of Berlin gathered at the sit-in:''
 
''“We are fighting not only for the right to study for a longer period of time and to have a greater voice in expressing our opinions. That is only half of it. We are more concerned that decisions affecting students be made democratically and with student participation.''
 
''“What is going on right now in Berlin is a conflict, like that in society at large, the main point of which is neither longer periods of study nor increased vacation time. Instead, it is about dismantling oligarchic rule and implementing democratic freedom in all areas of society.''
 
''“We oppose all those who do not respect the spirit of the constitution, in whatever way, even if they presume to be grounded in the constitution. This is about viewing freedom in the university as a problem that points beyond the realm of the university itself. For this reason the students see the need to work together with all democratic organizations in society in order to assert their demands.''”}}
 
== Tujuan ==