Buka menu utama

Perubahan

5.211 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Pada tahun 1724, Pyotr menjodohkan kedua putrinya dengan sepupu mereka. Anna ditunangkan dengan Karl Friedrich, Adipati Holstein-Gottorp, yang saat itu tinggal di Rusia menjadi tamu Pyotr setelah gagal membantu paman dari ibunya menjadi Raja Swedia.<ref name="Catherine' p.50"/> Yelizaveta sendiri ditunangkan dengan sepupu Karl Friedrich, Karl August.<ref name="Catherine' p.58">''Elizabeth and Catherine'' by Robert Coughlan, p.58.</ref> Pernikahan Anna digelar pada tahun 1725 sesuai rencana, meski Pyotr mangkat terlebih dulu sebelum upacara pernikahan berlangsung. Dalam kasus Yelizaveta, tunangannya meninggal pada 31 Mei 1727 dan ibunya yang naik takhta sepeninggal Pyotr mangkat dua pekan sebelum meninggalnya Karl August. Dengan meninggalnya tunangan dan kedua orangtuanya, juga naiknya keponakan tirinya menjadi Kaisar Rusia dengan nama Pyotr II, menjadikan nilai jualnya dalam pernikahan jatuh. Keadaan ini tidak berubah saat sepupunya, Anna, naik takhta menjadi maharani. Tidak ada bangsawan atau pangeran asing yang melamarnya. Yelizaveta juga tidak bisa menikah dengan orang biasa karena selain mempertaruhkan kedudukan dan gelar istananya, tetapi juga haknya atas takhta.<ref name="Catherine' p.59">''Elizabeth and Catherine'' by Robert Coughlan, p.59.</ref>
 
Dikarenakan masalah ini, Yelizaveta kemudian mengambil kekasih bernama Alexis Shubin, seorang sersan tampan dari pasukan penjaga kekaisaran.<ref name="Catherine' p.59"/> Saat Maharani Anna mengetahui hubungan mereka, dia memerintahkan agar lidah Shubin dipotong dan dia diasingkan ke Siberia. Yelizaveta menghibur dirinya dengan menjalin hubungan dengan seorang kusir tampan yang dia jadikan pelayannya untuk kesenangan seksualnya.<ref name="Catherine' p.59"/> Pada akhirnya dia menjalin hubungan jangka panjang dengan Alexis Razumovsky, seorang pemuda tampan yang merupakan rakyat jelata Ukraina yang memiliki suara bass yang bagus. Razumovsky dibawa ke Sankt Peterburg dari desanya oleh tuannya yang seorang bangsawan untuk menjadi penyanyi gerekagereja dan Yelizaveta membelinya dari tuannya untuk paduan suara pribadinya.<ref name="Catherine' p.59"/> Razumovsky sendiri adalah seorang lelaki yang berpikiran sederhana yang tidak pernah berambisi untuk masalah pemerintahan dan dia terus bersama Yelizaveta sejak hari-harinya yang penuh ketidakpastian sampai naik takhta menjadi maharani.<ref name="Catherine' p.59"/> Timbal baliknya, Yelizaveta juga setia kepadanya dan dipercaya bahwa mereka telah menjalin ikatan pernikahan secara rahasia.<ref name="Catherine' p.59"/> Razumovsky sendiri kemudian dikenal sebagai "Kaisar Malam."<ref name="Catherine' p.59"/>
 
== Naik takhta ==
 
Para penjaga membalas kebaikannya ketika pada malam 25 November 1741, Yelizaveta mengambil alih kekuasaan dengan bantuan dari Resimen Preobrazhensky. Dia menahan kaisar muda beserta orangtuanya dan berhasil melakukan kudeta tanpa pertumpahan darah.<ref name="Russian Tsars' p.105"/> Yelizaveta bersumpah bahwa setelah naik takhta, dia tidak akan menandatangani persetujuan hukuman mati satupun, sebuah janji luar biasa yang dia pegang sampai mati.<ref name="Russian Tsars' p.105">''Russian Tsars'' by Boris Antonov, p.105.</ref>
 
== Kebijakan ==
Di usianya yang ketiga puluh tiga, dengan pengalaman politik yang telatif sedikit, Yelizaveta mendapati dirinya sebagai pemimpin dari kekaisaran besar yang berada dalam salah satu masa paling genting. Rusia berada dalam pengaruh kuat penasihat Jerman dan di masa Yelizaveta, banyak yang dari mereka kemudian diasingkan.
 
Yelizaveta menghapus dewan kabinet yang digunakan di masa pemerintahan Anna dan membentuk ulang senat sebagaimana di masa Pyotr yang Agung dengan pimpinan dari tiap departemen (tidak ada orang Jerman di dalamnya) hadir. Urusan pertama yang dia selesaikan adalah menangani masalah perang dengan Swedia. Perjanjian Abo ditandatangani tanggal 7 Agustus 1743. Swedia menyerahkan kepada Rusia Finlandia selatan sebelah timur sungai Kymmene yang menjadi batas bagi kedua negara. Perjanjian ini juga memberikan Rusia Benteng Villmanstrand dan Fredrikshamn.
 
Kejadian besar berikutnya yang terjadi di masa pemerintahan Yelizaveta adalah Perang Tujuh Tahun. Dia menyepakati Perjanjian Versailles untuk melakukan persekutuan dengan Prancis dan Austria untuk melawan Prusia. Dia ingin mendesak tapal batas Prusia sehingga negara itu tidak lagi dapat membahayakan Kekaisaran Rusia.
 
Dikarenakan kemungkinan akan terjadinya pemberontakan dari pendukung mantan kaisar sebelumnya, Ivan, Yelizaveta memusnahkan semua kertas, koin, dan berkas yang memuat tentang Ivan
 
== Pemilihan pewaris ==
Sebagai seorang maharani yang tidak memiliki anak, sangat penting bagi Yelizaveta untuk memilih pewaris. Untuk itu dia memilih putra dari kakak kandung perempuannya, Pyotr, untuk menjadi pewaris. Pyotr yang yatim piatu diundang di Sankt Peterburg dan diterima sebagai anggota Gereja Ortodoks dan ditetapkan sebagai putra mahkota pada 7 November 1742. Pyotr kemudian dinikahkan dengan Sophie yang kemudian diberi nama baru Yekaterina setelah menjadi bagian dari Gereja Ortodoks. Pernikahan mereka dilangsungkan pada 21 Agustus 1745. Sembilan tahun setelahnya, Yekaterina melahirkan seorang anak laki-laki bernama Pavel. Namun ada spekulasi bahwa ayah Pavel bukanlah Pyotr, melainkan salah satu kekasih Yekaterina bernama Serge Saltykov. Terlepas dari semua perdebatan itu, Yekaterina mengambil alih pengasuhan Pavel dan dia sendiri bertindak sebagai ibunya, dan bukan Yekaterina. Yekaterina tidak dapat melihat putranya pada bulan berikutnya sampai pertemuan singkat mereka saat menghadiri upacara gereja. Yelizaveta memperbolehkan Yekaterina untuk melihat putranya lagi enam bulan kemudian. Pavel muda tidal lagi dipandang hanya sebatas milik kedua orangtuanya, tetapi juga milik negara, yang kemudian diambil dan dirawat Yelizaveta sebagaimana keyakinannya bahwa dia adalah pewaris takhta yang sejati dan cicit dari ayahnya, Pyotr yang Agung.
 
== Istana Rusia ==
Dibandingkan dengan negara-negara Eropa lain, Istana Rusia termasuk yang paling megah. Yelizaveta sendiri dikabarkan meiliki 15.000 pakaian dan ribuan pasang sepatu. Dia tidak pernah memakai sebuah pakaian lebih dari sekali dan dapat berganti pakaian mulai dua sampai enam kali sehari. Aturan ini juga ditetapkan kepada orang-orang di istana dan pejabatnya juga. Untuk memastikan agar mereka tidak memakai pakaian yang sama untuk beberapa kali acara pesta dansa dan pertemuan resmi, sang maharani memerintahkan para penjaga untuk memberi pakaian mereka tinta khusus. Kemegahan Yelizaveta juga ditampilkan dalam makanan yang dihidangkan. Meski bgitu, gaya hidup sang maharani yang megah membawa manfaat bagi infrastruktur negara. Jalan-jalan dimodernisasi agar dapat mengangkut barang-barang yang dikehendaki Yelizaveta dengan lancar.
 
Sebagai wanita muda, Yelizaveta dikenal sangat menarik dan dia menginginkan selalu menjadi pribadi yang tampil paling menarik. Untuk memastikan hal tersebut, sebuah maklumat dibuat untuk melarang siapapun untuk memiliki gaya rambut, memakai pakaian dan aksesori yang dipakai sang maharani. Seorang wanita, Natalya Lopukhina, secara tidak sengaja mengenakan barang yang sama dengan yang dikenakan Yelizaveta dan dia mendapat cambukan di wajah atas pelanggarannya.
 
Yelizaveta juga disebutkan telah mengubah istananya menjadi pusat permusikan negara. Yelizaveta mengundang banyak sekali musisi dari Jerman, Italia, dan dan Prancis. Sang maharani juga memerintahkan berbagai pembangunan atas kecintaannya terhadap arsitektur. Biara Smolny, dibangun ketika Yelizaveta dianggap akan menjadi biarawati, merupakan satu dari banyak bangunan keagamaan yang dibangun atas perintahnya menggunakan dana negara. Sebagaimana penuturan Robert Nisbet Bain tentang Yelizaveta, "tidak ada penguasa Rusia lain yang membangun begitu banyak gereja."
 
== Mangkat ==
Yelizaveta meninggal pada tanggal 5 Januari 1762 dan dimakamkan di Katedral Pyotr dan Pavel pada 6 Februari 1762. Yelizaveta adalah penguasa Rusia terakhir yang merupakan anggota Wangsa Romanov dari jalur ayah. Meski begitu, Pyotr dan penerusnya tetap menggunakan nama 'Romanov' atas keterkaitannya dengan Wangsa Romanov melalui ibunda Pyotr III, Anna, yang sekaligus kakak Yelizaveta, meski secara garis ayah harusnya nama keluarga mereka adalah Holstein-Gottorp. Atau dalam beberapa kesempatan, wangsa mereka kerap disebut "Holstein-Gottorp-Romanov."
 
== Rujukan ==