Buka menu utama

Perubahan

2.578 bita ditambahkan, 1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|religion = [[Gereja Ortodoks Timur|Ortodoks Timur]]
|}}
'''Yelizaveta (Yelisavet) Petrovna''' ({{lang-ru|Елизаве́та (Елисаве́та) Петро́вна}}, {{lang-en|Elizabeth}}) ([[29 Desember]] [[1709]] – [[5 Januari]] [[1762]]) adalah [[Maharani|Maharani (kaisar wanita)]] [[Kekaisaran Rusia|Rusia]] (yang memerintah pada tahun [[1741]] sampai [[1762]]). yangDi masanya, Yelizaveta membawa negaranyaRusia ke dalam dua perselisihan besar di Eropa kala itu: [[Perang Pewaris Austria]] ([[1740]] – [[1748]]) dan [[Perang Tujuh Tahun]] ([[1756]] – [[1763]]). Politik dalam negerinya mengizinkan para bangsawan untuk dominan di pemerintahan lokal dengan memperpendek masa pelayanan mereka untuk negara. Ia mendorong pendirian [[Universitas Moskwa]] oleh [[Mikhail Lomonosov]] dan pendirian [[Akademi Seni Imperial]] oleh [[Ivan Shuvalov]] di [[St. Petersburg]]. Ia juga menghabiskan banyak uang untuk proyek agung barok dari arsitek favoritnya, [[Bartolomeo Rastrelli]], terutama di [[Peterhof]] and [[Tsarskoye Selo]]. [[Istana Musim Dingin]] dan [[Katedral Smolny]] merupakan peninggalan utama dari masa pemerintahannya di St. Petersburg. Ia merupakan salah satu monarki Rusia yang paling dicintai oleh rakyatnya karena ia tidak mengizinkan orang Jerman menjabat dalam pemerintahannya dan tak seorangpun dihukum mati pada masa kekuasaannya waktu itu.
 
Politik dalam negerinya mengizinkan para bangsawan untuk dominan di pemerintahan lokal dengan memperpendek masa pelayanan mereka untuk negara. Ia mendorong pendirian Universitas Moskwa oleh [[Mikhail Lomonosov]] dan pendirian Akademi Seni Kekaisaran oleh Ivan Shuvalov di [[Sankt-Peterburg|Sankt Peterburg]]. Ia juga menghabiskan banyak uang untuk proyek agung barok dari arsitek favoritnya, [[Bartolomeo Rastrelli]], terutama di Istana Peterhof dan Tsarskoye Selo. [[Istana Musim Dingin]] dan Katedral Smolny merupakan peninggalan utama dari masa pemerintahannya di Sankt Peterburg. Ia merupakan salah satu penguasa Rusia yang paling dicintai oleh rakyatnya karena perlawanannya yang kuat terhadap kebijaka [[Kerajaan Prusia|Prusia]] dan keputusannya untuk tak menghukum mati seorangpun pada masa kekuasaannya.
 
== Latar belakang ==
Yelizaveta lahir di Kolomenskoye, dekat Moskwa, pada 29 Desember 1709 ([[kalender Julius]]: 18 Desember). Ayahnya adalah Pyotr, Tsar Rusia terakhir dan Kaisar Rusia pertama. Ibunya adalah Yekaterina, seorang pelayan yang menjadi istri kedua Pyotr, dan kemudian naik takhta sebagai maharani sepeninggal suaminya.
 
Dari dua belas anak Pyotr dan Yekaterina, hanya dua orang putri yang hidup sampai usia dewasa, yakni Anna (lahir 1708) dan Yelizaveta sendiri. Mereka memiliki seorang kakak laki-laki yang lahir dari istri pertama ayah mereka, Putra Mahkota Alexei.
 
Sejak belia, Yelizaveta sudah menjadi kesayangan ayahnya. Dia mirip dengan ayahnya, baik dari perawakan maupun temperamennya. Meski sangat menyayangi putrinya, Pyotr tidak memberi perhatian pada pendidikannya. Dia sudah memiliki putra dan cucu laki-laki dari istri pertamanya yang seorang bangsawan, dan tidak pernah memikirkan kemungkinan putrinya naik takhta, karena memang belum pernah ada perempuan yang menjadi penguasa Rusia saat itu.
 
== Pernikahan ==
Terdapat kesulitan saat Pyotr berusaha menjodohkan putri-putrinya yang merupakan anak dari Yekaterina. Hal ini karena kedudukan ibunya yang sebelumnya hanya sebatas pelayan di istana. Saat Pyotr berusaha menjodohkannya dengan pangeran Prancis, pihak Prancis menyatakan bahwa asal-muasal ibunya dipandang terlalu kabur dan tidak bisa diterima.
 
Pada tahun 1724, Pyotr menjodohkan kedua putrinya dengan sepupu mereka. Anna ditunangkan dengan Karl Friedrich, Adipati Holstein-Gottorp, yang saat itu tinggal di Rusia menjadi tamu Pyotr setelah gagal membantu paman dari ibunya menjadi Raja Swedia. Yelizaveta sendiri ditunangkan dengan sepupu Karl Friedrich, Karl August. Pernikahan Anna digelar pada tahun 1725 sesuai rencana, meski Pyotr mangkat terlebih dulu sebelum upacara pernikahan berlangsung. Dalam kasus Yelizaveta, tunangannya meninggal pada 31 Mei 1727 dan ibunya yang naik takhta sepeninggal Pyotr mangkat dua pekan sebelum meninggalnya Karl August. Dengan meninggalnya tunangan dan kedua orangtuanya, juga naiknya keponakan tirinya menjadi Kaisar Rusia dengan nama Pyotr II, menjadikan nila jualnya dalam pernikahan jatuh.Keadaan ini tidak berubah saat sepupunya, Anna, naik takhta menjadi maharani. Tidak ada bangsawan atau pangeran asing yang melamarnya. Yelizaveta juga tidak bisa menikah dengan orang biasa karena selain mempertaruhkan kedudukan dan gelar istananya, tetapi juga haknya atas takhta.
 
== Buku dan artikel ==