Jeruk jepara: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
== Pernah Punah ==
Jeruk Jepara<ref>http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/1428</ref> alias jeruk swing (Limnocitrus littoralis (MigMiq.) Swing)Swingle pernah dinyatakan punah/hilang oleh para ahli botani Indonesia sejak tahun 1969. Hilangnya jeruk jepara ini sangat menarik perhatian, ketika seorang ahli buah-buahan dari Hawaii, Hamilton, pada tahun 1969 mengirim surat kepada Kebun Raya Bogor. Ia meminta kepada pihak Kebun Raya Bogor agar dikirimkan jeruk jepara dengan harapan dapat diwariskan bakat/sifat genetiknya secara khusus pada bibit-bibit jeruk baru yang sedang dikembangkannya. Permintan Hamilton terpaksa tidak dapat dipenuhi, sehubungan tanaman yang dimaksud telah punah. Sebelum pernyataan itu disampaikan kepada yang bersangkutan, petugas dari LBN (Lembaga Biologi Nasional) telah mencari di sepanjang pantai Rembang dan Jepara, tetapi hasilnya nihil.
 
Menurut GBIF Backbone Taxonomy<ref>https://blogs.uajy.ac.id/ngatini19/2016/09/02/jeruk-misterius-dari-bumi-kartini/</ref> (2016), faktor yang mengancam kepunahan jeruk Jepara adalah hilangnya habitat asli dari si jeruk Jepara. Upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yakni dengan cara menanam dan membudidayakan jeruk Jepara ini di Cagar Alam Keling dan Cagar Alam Clering.
531

suntingan