Revolusi Rusia: Perbedaan revisi

223 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
Membenahi tata bahasa, kesalahan ketik, menghapus hyperlink yang tidak perlu, menghapus dua kalimat yang tidak relevan dan terkesan bombastis. Masukan untuk teks ini: perlu dikembangkan lebih lanjut dari sumber-sumber yang lebih valid/diterjemahkan.
k (Bot: penggantian teks otomatis (- dibawah, +di bawah))
(Membenahi tata bahasa, kesalahan ketik, menghapus hyperlink yang tidak perlu, menghapus dua kalimat yang tidak relevan dan terkesan bombastis. Masukan untuk teks ini: perlu dikembangkan lebih lanjut dari sumber-sumber yang lebih valid/diterjemahkan.)
'''Revolusi Rusia 1917''' pada 1917 adalah sebuah [[gerakan politik]] di [[Rusia]] yang memuncak pada [[1917]] dengan penggulingan pemerintahan provinsi yang telah mengganti sistem [[Tsar]] Rusia, dan menuju ke pendirian [[Uni Soviet]], yang berakhir sampai keruntuhannya pada [[1991]].
 
Revolusi ini dapat dilihat dari dua fase berbeda:
yang memerintah secara [[diktator]]. Rakyat [[Rusia]] yang merasakan kehidupan di
berbagai bidang akibat kediktatoran Tsar Nicholas II, akhirnya berhasil
menghimpun kekuatan dan menentang kekuasaannya dalam bentuk [[revolusi]].
Revolusi Rusia telah berhasil menumbangkan kediktatoran Rusia. Di samping
itu, Revolusi Rusia yang berpaham [[komunis]] akhirnya berhasil mengubah haluan
nasional di Indonesia tampak jelas dengan berkembangan paham [[Marxis]] yang
kemudian melahirkan Partai Komunis Indonesia.
 
Benih-benih Marxisme dibawa masuk ke Indonesia oleh seorang [[Belanda]]
yang bernama H.J.F.M. Sneevliet. Atas dasar Marxisme inilah pada tanggal 9
Mei 1914 di [[Semarang]], Sneevliet bersama-sama dengan [[J.A. Brandsteder]], [[H.W.Dekker]], dan [[P. Bersgma]] berhasil mendirikan [[ISDV|Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV)]]. Sneevliet kemudian melakukan infiltrasi (penyusupan)
kader-kadernya ke dalam tubuh SI[[Sarekat Islam]] dengan menjadikan anggota-anggota ISDV
Dekker, dan P. Bersgma berhasil mendirikan Indische Sociaal Democratische
Vereeniging (ISDV). Sneevliet kemudian melakukan infiltrasi (penyusupan)
kader-kadernya ke dalam tubuh SI dengan menjadikan anggota-anggota ISDV
sebagai anggota SI, dan sebaliknya anggota-anggota SI menjadi anggota ISDV.
Dengan cara ini Sneevliet dan kawan-kawannya telah mempunyai pengaruh
yang kuat di kalangan SI, lebih-lebih setelah berhasil mempengaruhi beberapa
pemimpin SI, seperti [[Semaun]] dan Darsono. Akibatnya, SI Cabang Semarang
yang sudah berada di bawah pengaruh ISDV semakin jelas warna Marxismenya
sehingga menyebabkan perpecahan dalam tubuh SI. Pada tahun 1919 ISDV
1920 menjadi [[Partai Komunis Indonesia]].
Dengan demikian, Revolusi Prancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Rusia
berpengaruh terhadap munculnya pergerakan nasional Indonesia. Bedanya, jika
Revolusi Prancis dan Revolusi Amerika berpengaruh terhadap munculnya
organisasi pergerakan nasional yang berpaham nasional dan demokratis.
Sebaliknya, Revolusi Rusia berpengaruh terhadap munculnya organisasi
pergerakan yang berpaham komunis.
{{Perang Dunia I}}
{{sejarah-stub}}
62

suntingan