Dinar emas: Perbedaan antara revisi

63 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
pranala
k (→‎Dinar Perhimpunan BMT Indonesia: Hapus kalimat tanpa rujukan)
(pranala)
[[Berkas:Dinar-Dirham.gif|200px|thumb|Dinar emas dan Dirham perak]]
'''Dinar emas''' berdasarkan Hukum [[Syari’ah Islam]] adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce, sedangkan [[Dirham perak]] Islam berdasarkan ketentuan Islamic Mint Nusantara (IMN) memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce,<ref name="en">{{en}} ''[http://www.imranhosein.org/news/383-the-open-mithqal-standard.html Open Mithqal Standard]''. [http://www.imranhosein.org/news/383-the-open-mithqal-standard.html].</ref><ref name="id">{{id}} ''[http://dinarfirst.org/standar-dinar-dan-dirham-dalam-sejarah-dan-fikih-islam/ Standar Dinar dan Drirham dalam Fiqh Islam ]''. [http://dinarfirst.org/standar-dinar-dan-dirham-dalam-sejarah-dan-fikih-islam/].</ref> atau setara dengan 3,11 gram.<ref>{{id}} Abbas Firman dan Syekh Sohibul Faroji. ''[http://islamhariini.wordpress.com/2011/01/16/fatwa-berat-dan-kadar-dinar-dirham-islam/ Fatwa mengenai Standar Berat dan Kadar Dinar dan Dirham]''. [http://www.dinarfirst.org/ Dinarfirst]. Jakarta, 16 Januari 2011.</ref> Dengan demikian, dinar versi Islamic Mint Nusantara (IMN) memiliki berat 4,44 gram<ref>dinarfirst.org</ref>. World Islamic Mint (WIM), mengikuti pendapat Syaikh Yusuf Qardhawi, menetapkan 1 dinar memiliki berat 4,25 gram<ref>http://www.islamicmint.com/main.html</ref>. Ketentuan berat 1 dinar = 4,25 gram ini diikuti oleh beberapa pihak seperti Kerajaan [[Kelantan]] di [[Malaysia]], Wakala Induk Nusantara di Indonesia, dan Gerai Dinar di Indonesia.
 
Khalifah [[Umar ibn Khattab]] menentukan standar antar keduanya berdasarkan beratnya masing-masing: "7 [[dinar]] harus setara dengan 10 [[dirham]]."
 
[[Wahyu]] menyatakan mengenai Dinar [[Dirham]] dan banyak sekali hukum hukum yang terkait dengannya seperti [[zakat]], pernikahan, [[hudud]] dan lain sebagainya. Sehingga dalam [[Wahyu]] Dinar Dirham memiliki tingkat realita dan ukuran tertentu sebagai standar pernghitungan (untuk [[Zakat]] dan lain sebagainya) di mana sebuah keputusan dapat diukurkan kepadanya dibandingkan dengan alat tukar lainnya.<ref name="id"/>
 
[[Ibnu Khaldun]] dalam al-kitab [[Muqaddimah]] menyebutkan bahwa "Berat (dalam emas murni) dari dinar adalah tujuh-puluh dua biji gandum habbah sya'ir (Barli) ukuran sedang dan dipotong kedua ujungnya yang memanjang."... "Hal ini ijma' diakui para ulama dan merupakan konsensus umum di mana hanya [[Ibn Hazm]] yang menyelisihinya." (Muqaddimah halaman 316).<ref name="en"/>
 
== Sejarah ==
Perintah ini diteruskan sepanjang sejarah Islam. Dinar dan Dirham biasanya berbentuk bundar, dan tulisan yang dicetak diatasnya memiliki tata letak yang melingkar. Lazimnya di satu sisi terdapat kalimat “''tahlil''” dan “''tahmid''”, yaitu, “La ilaha ill’Allah” dan “Alhamdulillah” sedangkan pada sisi lainnya terdapat nama otoritas atau Khalifah atau [[Amir]] dan tanggal pencetakan; dan pada masa masa selanjutnya menjadi suatu kelaziman juga untuk menuliskan shalawat kepada [[Rasulullah]] ''Shalallahu Alaihi wa Sallam'', dan kadang-kadang, ayat-ayat Qur’an.
 
Koin emas dan perak menjadi mata uang resmi hingga jatuhnya kekhalifahan [[Turki]] dan kesultanan-kesultanan muslim lainnya. Sejak saat itu, lusinan mata uang dari beberapa negara dicetak di setiap negara era paska [[kolonialisme]] di mana negara-negara tersebut merupakan pecahan dari negeri-negeri muslim.
 
Perlu diingat bahwa Hukum Syariah Islam tidak pernah mengizinkan penggunaan surat janji pembayaran menjadi alat tukar yang sah.
Koin Dinar dicetak dan di distribusikan oleh beberapa pihak. Design koin dinar emas dan dirham perak berbeda beda sesuai pencetaknya. Beberapa jenis koin dinar yang sudah dicetak saat ini :
 
=== Dinar [[Dubai]] ===
 
[[Uni Emirat Arab]] mencetak koin Dinar dengan desain [[Masjid Nabawi]] di [[Madinah]] dan koin Dirham dengan desain [[Masjidil Haram]] di [[Mekkah]]
=== Dinar Kelantan ===
[[Berkas:Dinarkelantan.gif|thumb|Dinar Kelantan.]]
Wilayah bagian [[Kelantan]] mencetak koin Dinar dengan desain simbol wilayah bagian Kelantan. Dinar dan dirham telah menjadi mata uang resmi selain [[ringgit]] di wilayah Kelantan.<ref>http://www.voa-islam.com/read/malaysia/2010/08/13/9168/kelantan-jadikan-dinar-dan-dirham-sebagai-mata-uang-resmi/</ref>
 
=== Dinar Wakala Induk Nusantara ===
Wakala Induk Nusantara mencetak dan mengedarkan koin Dinar Emas dan Dirham Perak dengan 2 seri, yaitu ''Seri Haji,'' ''Seri Nusantara''. Untuk desain Seri Haji mirip dengan Dinar yang dicetak di [[Dubai]] [[Uni Emirat Arab]]. Selain koin tersebut, Wakala Induk Nusantara juga mengedarkan koin dari [[Kesultanan Cirebon]] dan [[Kesultanan Ternate]]. Kesultanan Cirebon telah mencetak dan mengedarkan dinar emas dan dirham perak sejak Desember [[2012]]<ref>http://cirebonnews.com/berita/item/2755-009</ref>. Koin yang diedarkan oleh jaringan Wakala Induk Nusantara berdasarkan berat 1 dinar = 4.25 gram dan diterbitkan dengan kemurnian 22 karat.
 
=== Dinar IMN ===
IMN adalah yang pertamakali memperkenalkan dan mencetak dinar dan dirham di Indonesia pada tahun [[2000]], kemudian pada tahun [[2010]] IMN mengeluarkan hasil penlitian sejarah, [[fikih]] dan timbangan mitsqal yang di ikuti dengan Fatwa Atas Berat dan Kadar Untuk Dinar dan Dirham. Hasil penting in adalah menyatakan dinar dan dirham adalah murni, 1 mistqal adalah 4.44 gram (1/7 troy ounce) dan 1 dirham adalah 3.11 gram (1/10 troy ounce).
 
=== Dinar Logam Mulia ===
77

suntingan