Lelaki Tua dan Laut: Perbedaan revisi

115 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
(Saya mengubah karna novel ini sangat cupu dan eek ayam)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Santiago mengikat bangkai sang marlin di sisi perahu kecilnya dan mulai berlayar pulang, berpikir tentang [[harga]] tinggi yang akan diberikan sang ikan di [[pasar]] ikan dan jumlah orang yang dapat menikmati hasil tangkapannya tersebut. Selama Santiago melanjutkan perjalanannya pulang ke [[tepi laut]], ikan-ikan [[hiu]] mulai tertarik dengan jejak [[darah]] yang ditinggalkan sang marlin di air. Yang pertama adalah ikan [[hiu mako]] yang dibunuh Santiago dengan harpunnya, menyebabkan dia kehilangan senjata tersebut. Dia kemudian merakit sebuah harpun baru dengan mengikat bilah [[pisau]]nya ke ujung sebuah [[dayung]] untuk mengusir pergi hiu-hiu yang berdatangan selanjutnya. Lima hiu dibunuhnya dan banyak hiu lain yang akhirnya pergi. Di malam harinya hiu-hiu tersebut telah melahap habis seluruh bangkai sang marlin, meninggalkan hanya [[kerangka]] [[tulang punggung]], [[ekor]], dan [[kepala]]nya, di mana di kepalanya masih tertancap harpun nelayan si lelaki tua. Santiago sangat sedih dan menghukum dirinya sendiri karena telah mengorbankan sang marlin, dan akhirnya sampai di tepian laut sebelum subuh keesokan harinya. Dia berjuang untuk berjalan menuju gubuknya, membawa tiang kapalnya yang berat di atas pundaknya. Setelah tiba di rumah, dia merebahkan dirinya di tempat tidur dan masuk ke dalam tidur yang panjang.
 
Suatu hari hiduplah seorang kakek kakek bersama anak nya yg bernama eek ayam dia pegi ke sekolah tamat hahahahaha
 
== Simbolisme karakter ==
8

suntingan