Kaisar Song Taizong: Perbedaan revisi

5.632 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
=== Operasi Militer Pertama melawan Dinasti Liao ===
Setelah menaklukkan Han Utara pada tahun 979, Kaisar Taizong mengambil keuntungan dari momentum ini dengan memerintahkan operasi militer lainnya melawan bangsa[[Bangsa Khitan]] yang dipimpin [[Dinasti Liao]]. Bulan Mei tahun 979, Kaisar Taizong memulai operasi militernya dari [[Taiyuan]] dan dengan mudah merebut Prefektur Zhuo dan Yi. Setelah kesuksesan tersebut ia menyerbu Yanjing (sekarang [[Beijing]]). Namun, penyerbuan tersebut gagal setelah Jenderal Yelü Xuegu dari pihak LIao menjaga tembok pertahanan dengan sangat kuat.
 
Bersamaan dengan itu, bala bantuan untuk Liao yang dipimpin oleh Yelü Xiuge tiba dari daerah Sungai Gaoliang, sebelah barat Yanjing. Kaisar Taizong memerintahkan pasukannya untuk menyerang bala bantuan tersebut. Mulanya ia menerima kabar bahwa banyak korban jiwa berjatuhan di pihak pasukan Liao. Ia lalu memerintahkan serangan penuh terhadap pasukan Liao karena bahwa pertempuran kini telah berada di bawah kendalinya. Namun kemudian, Yelü Xiuge dan Yelü Xiezhen bersama pasukan masing-masing menyerang dari dua arah. Yelü Xiuge berkonsentrasi untuk menyerang perkemahan utama Kaisar Taizong. Kaisar Taizong terkejut dan kemudiang dievakuasi dari medan pertempuran. Selama evakuasi, pasukan Song terpencar-pencar dan dilenyapkan oleh pasukan kavaleri Liao.
 
Di tengah gencarnya serangan, Kaisar Taizong melarikan diri ke arah Prefektur Yi dan selamat selamat sampai di sana dengan para dengan dilindungi para jenderalnya. Ia menderita luka dikarenakan terkena sebatang anak panah sehingga tidak sanggup mengendarai kudanya dan harus pergi dengan ditandu menuju Prefektur Ding. Kaisar Taizong kemudian memerintahkan untuk menarik diri dari penyerangan yang direncanakan semula. Pasukan Song sendiri otomatis tidak memiliki komandan karena Kaisar Taizong terpisah dari pasukannya. Pasukannya kemudian mengusulkan putra Kaisar Taizu, Zhao Dezhao (keponakan Kaisar Taizong), untuk menjadi kaisar yang baru. Kecurigaan Kaisar Taizong timbul tatkala mendengarnya dan segera ia memerintahkan Zhao Dezhao untuk melakukan bunuh diri.
 
Pertempuran di Sungai Gaoliang merupakan peristiwa yang penting karena menjadi faktor pendorong utama bagi keputusan Dinasti Song untuk mengambil sikap bertahan. Pasukan Dinasti Song yang mula-mula menderita kekalahan besar pertamanya dalam pertempuran ini. Sementara itu, Kaisar Taizong juga dihadapkan pada masalah lain yakni kemungkinan bahwa Zhao Dezhao akan melakukan kudeta. Setelah pertempuran tersebut, Kaisar Taizong secara pribadi memeriksa dan fokus mengembangkan dan meningkatkan kekuatan militernya. Ia mengabaikan nasihat para penasihatnya dan memandang urusan dalam negeri sebagai sesuatu yang tidak lebih penting.
 
=== Operasi Militer Kedua melawan Dinasti Liao ===
Setelah kematian Kaisar Jingzong dari Liao pada tahun 982, Kaisar Shengzong yang baru berusia 12 tahun naik takhta menggantikannya. Sebagai Kaisar ia masih terlalu muda untuk menjalankan pemerintahan, sehingga Janda Kaisar Xiao bertindak sebagai walinya. Kaisar Taizong lantas memutuskan untuk melaksanakan operasi militer kedua melawan Dinasti Liao pada tahun 986, menyusul saran dari para penasihatnya.
 
Kaisar Taizong tetap tinggal di [[Kaifeng|Bianjing]] dan mengendalikan perang dari sana tanpa terjun secara langsung ke medan pertempuran. Ia membagi pasukannya menjadi tiga seksi – Timur, Tengah dan Barat. Pasukan Timur dipimpin oleh Cao Bin, Pasukan Tengah oleh Tian Zhongjin, dan Pasukan Barat oleh Pan Mei dan Yang Ye. Ketiga pasukan akan menyerang Yanjing dari tiga arah dan merebutnya. Operasi ini dikenal dengan Operasi Militer Yongxi di Utara karena dilaksanakan dalam tahun ketiga era Yongxi dalam pemerintahan Kaisar Taizong. Ketiga pasukan tersebut berhasil mencatatkan sejumlah kemenangan pada awalnya. Namun, setelahnya mereka mulai terbagi layaknya pasukan yang berdiri dan bertindak sendiri-sendiri tanpa adanya kerja sama. Cao Bin mengambil resiko dengan menyerang tanpa dukungan kedua pasukan lainnya. Ia sukses merebut Prefektur Zhuo tetapi kurangnya perbekalan makanan memaksanya untuk mundur. Oleh karena kesalahan komunikasi di antara ketiga pasukan, Pasukan Timur pun kembali melakukan penyerangan terhadap Zhuo Prefektur. Namun kali ini, Janda Kaisar Xiao maupun Yelü Xiuge, masing-masing memimpin satu pasukan untuk membantu Prefektur Zhuo. Pasukan Timur pun mengalami kekalahan dan hampir musnah seluruhnya
 
Kaisar Taizong sadar bahwa kegagalan Pasukan Timur akan mempengaruhi seluruh operasi dan memrintahkan penarikan pasukan. Ia memerintahkan Pasukan Timur untuk kembali, Pasukan Tengah menjaga Prefektur Ding, dan Pasukan Barat menjaga empat Prefektur dekat perbatasan. Menyusul kekalahan Pasukan Timur, Pasukan Liao yang dipimpin Yelü Xiezhen menyerang mereka sehingga harus mundur. Pasukan Barat Pan Mei bertemu pasukan Yelü Xiezhen di Prefektur Dai dan harus mengalami kekalahan lagi di tangan pasukan Liao. Dua komandan di Pasukan Barat kemudian mulai berdebat soal penarikan pasukan. Yang Ye mengusulkan bahwa mereka mesti mundur sejak Pasukan Timur dan Pasukan Tengah telah kehilangan kesempatan menyusul kekalahan mereka. Namun, para jenderal lainnya yang berpihak pada keputusan Pan Mei mulai meragukan kesetian Yang kepada Dinasti Song karena sebelumnya ia melayani Dinasti Han Utara. Yang Ye memimpin pasukan untuk menghadapi tentara Liao tetapi mereka terperangkap dan Yang memutuskan bunuh diri. Pan Mei seharusnya tiba dengan bala bantuan untuk mendukung Yang tetapi ia gagal melakukannya.
 
Kaisar Taizong kembali memerintahkan untuk mundur menyusul kekalahan pasukan Song oleh Yelü Xiuge dan Yelü Xiezhen. Kegagalan operasi militer yang kedua ini tidak terlepas dari kesalahan komunikasi antara ketiga pasukan dan ketidakmampuban mereka untuk bekerja sama. Di samping itu Kaisar Taizong juga membatasi kebijakan para jenderalnya
 
== Pranala luar ==
198

suntingan