Candi Muara Takus: Perbedaan revisi

27 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
Menolak 2 perubahan teks terakhir (oleh Ekpermana dan 112.215.245.236) dan mengembalikan revisi 12168195 oleh HsfBot
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Menolak 2 perubahan teks terakhir (oleh Ekpermana dan 112.215.245.236) dan mengembalikan revisi 12168195 oleh HsfBot)
'''Situs Candi Muara Takus''' adalah sebuah situs [[candi]] [[Buddha]] yang terletak di desa Muara Takus, Kecamatan [[XIII Koto Kampar, Kampar|XIII Koto]], [[Kabupaten Kampar]], [[Riau]], [[Indonesia]]. Situs ini berjarak kurang lebih 135 kilometer dari [[Kota Pekanbaru]].
 
Situs Candi Muara Takus yang pertama kali ditemukan pada tahun 1860 oleh arkeolog Cornet D. Groot ini dikelilingi oleh tembok berukuran 74 x 74 meter, yang terbuat dari batu putih dengan tinggi tembok ± 80 cm, di luar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer, mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir [[Sungai Kampar|Sungai Kampar Kanan]]. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi yang disebut dengan ''Candi sulung /tua'', ''Candi Bungsu'', ''Mahligai Stupa'' dan ''Palangka''.
 
Para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan situs candi ini didirikan. candiAda iniyang diperkirakanmengatakan dibangunabad padake-4, ada yang mengatakan abad ke-7, 11abad danke-9 12bahkan pada abad ke-11. Namun candi ini dianggap telah ada pada zaman keemasan [[Sriwijaya]], sehingga beberapa sejarahwan menganggap kawasan ini merupakan salah satu pusat pemerintahan dari kerajaan [[Sriwijaya]].<ref>''Forgotten Kingdoms in Sumatra'', Brill Archive</ref><ref>Soekmono, R., (2002), ''Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia 2'', Kanisius, ISBN 979-413-290-X.</ref>
 
Pada tahun 2009 Candi Muara Takus dicalonkan untuk menjadi salah satu [[Situs Warisan Dunia UNESCO]].
Candi ini dibuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Berbeda dengan candi yang ada di [[Jawa]], yang dibuat dari batu andesit yang diambil dari pegunungan. Bahan pembuat Candi Muara Takus, khususnya tanah liat, diambil dari sebuah desa yang bernama ''Pongkai'', terletak kurang lebih 6&nbsp;km di sebelah hilir situs Candi Muara Takus. Nama Pongkai kemungkinan berasal dari [[Bahasa Tionghoa]], ''Pong'' berati lubang dan ''Kai'' berarti tanah, sehingga dapat bermaksud lubang tanah, yang diakibatkan oleh penggalian dalam pembuatan Candi Muara Takus tersebut. Bekas lubang galian itu sekarang sudah tenggelam oleh genangan waduk [[PLTA Koto Panjang]]. Namun dalam [[Bahasa Thailand|Bahasa Siam]], kata ''Pongkai'' ini mirip dengan ''Pangkali'' yang dapat berarti ''sungai'', dan situs candi ini memang terletak pada tepian sungai.
 
Bangunan utama di kompleks ini adalah sebuah stupa yang besar, berbentuk menara yang sebagian besar terbuat dari batu bata dan sebagian kecil batu pasir kuning. Di dalam situs Candi Muara Takus ini, terdapat bangunan candi yang disebut dengan Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai serta Palangka. Selain bangunan tersebut di dalam komplek candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran [[tulang]] manusia. Sementara di luar situs ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.
 
=== Candi Mahligai ===