Pikiran Rakyat: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(Menolak 3 perubahan teks terakhir (oleh 36.72.34.68 dan 139.228.151.35) dan mengembalikan revisi 10313863 oleh 103.11.99.134: kembalikan ke versi stabil)
Pada perkembangan selanjutnya, lembaga ini menjadi identik milik warga Jawa Barat. Dari aspek bisnis pun terjadi pertumbuhan yang signifikan. Dari rahimnya kemudian lahir PT Granesia, perusahaan percetakan dan penerbitan yang tak hanya mencetak ''Pikiran Rakyat'', lalu secara berturut-turut ''Mitra Bisnis'' (semula bernama ''Mitra Desa''), tabloid berbahasa Sunda ''Galura'' dan surat kabar ''Mitra Dialog'' yang berkedudukan di Cirebon. Lalu, pada tahun 1999, sejalan dengan asas otonomi daerah tingkat dua, ''Pikiran Rakyat'' pun menangkap peluang yang muncul. Karena itulah kemudian men-''take over'' Harian Umum ''Galamedia'' dari PT Surya Persindo Grup sebagai koran Greater Bandung, ''Pakuan'' yang terbit di Bogor, ''Kabar Priangan'' di Tasikmalaya, dan ''Fajar Banten'' di Serang. Perusahaan pun kemudian menangani radio Parahyangan yang kemudian berganti nama hingga saat ini menjadi PRFM.
 
Harian Umum Pikiran Rakyat yang diterbitkan oleh PT. Pikiran Rakyat Bandung dengan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) No. 035/SK. MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal [[11 Februari]] 1986 dan dicetak pada PT Granesia Bandung ini, pada hari-hari tertentu secara periodik terdapat Suplemen Gelora (olahraga), Khazanah (budaya), Geulis (kewanitaan) dan Cakrawala (iptek)..
 
== Penghargaan ==
Pengguna anonim