Buka menu utama

Perubahan

36 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
Kata ''masjid'' dalam [[bahasa Inggris]] disebut ''mosque''. Kata ''mosque'' ini berasal dari kata ''mezquita''<ref name="Masdjid1" /> dalam [[bahasa Spanyol]]. Dan kata ''mosque'' kemudian menjadi populer dan dipakai dalam bahasa Inggris secara luas<ref>http://www.google.com [http://www.google.com/dictionary?aq=f&langpair=en|en&q=mosque&hl=en mosque]</ref>.
 
[[Berkas:Banda Aceh's Grand Mosque, Indonesia.jpg|thumbjmpl|leftkiri|250px|Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.]]
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Landschap met moskee in Minangkabause bouwstijl te Kamp Taboe Sumatra`s Westkust TMnr 60003551.jpg|thumbjmpl|leftkiri|250px|Masjid khas Minangkabau pada tahun 1895.]]
 
== Sejarah ==
=== Penyebaran masjid ===
Masjid kemudian dibangun di daerah luar Semenanjung [[Jazirah Arab|Arab]], seiring dengan kaum [[Muslim]] yang bermukim di luar Jazirah Arab. [[Mesir]] menjadi daerah pertama yang dikuasai oleh kaum [[Muslim]] Arab pada tahun 640. Sejak saat itu, [[ibu kota]] [[Mesir]], [[Kairo]] dipenuhi dengan masjid. Maka dari itu, [[Kairo]] dijuluki sebagai kota seribu menara.<ref>{{cite web|url=travel.independent.co.uk/africa/article253491.ece |title=Cairo, Egypt |accessdate=2007-09-22 |publisher=The Independent}}</ref> Beberapa masjid di [[Kairo]] berfungsi sebagai sekolah Islam atau madrasah bahkan sebagai rumah sakit.<ref>{{cite book|title=Budge's Egypt: A Classic 19th-Century Travel Guide|last=Budge|first=E.A. Wallis|publisher=Courier Dover Publications|date=June 13,2001|pages=123–128|id=ISBN 0-486-41721-2}}</ref> Masjid di [[Sisilia]] dan [[Spanyol]] tidak menirukan desain arsitektur [[Visigoth]], tetapi menirukan arsitektur bangsa [[Moor]].<ref>{{cite web|url=http://www.muslimheritage.com/topics/default.cfm?ArticleID=278| title=Theoretical Issues of Islamic Architecture|accessdate=2006-04-07|publisher=Foundation for Science Technology and Civilisation}}</ref> Para ilmuwan kemudian memperkirakan bahwa bentuk bangunan pra-Islam kemudian diubah menjadi bentuk arsitektur Islam ala Andalus dan Magribi, seperti contoh lengkung tapal kuda di pintu-pintu masjid.<ref>{{cite web|url=http://medspains.stanford.edu/demo/themes/art_and_architecture/arch_christian_spain/index.html| title=Architecture in Christian Spain|accessdate=2007-09-10|publisher=Stanford University}}</ref>
[[Berkas:Chinese-style minaret of the Great Mosque.jpg|uprightlurus|thumbjmpl|Menara Masjid Raya Xi'an di Xi'an, [[Tiongkok]]]]
 
Masjid pertama di Tiongkok berdiri pada abad ke 8 Masehi di Xi'an. [[Masjid Raya Xi'an]], yang terakhir kali di rekonstruksi pada abad ke 18 Masehi, mengikuti arsitektur Tiongkok. Masjid di bagian barat [[Tiongkok]] seperti di daerah Xinjiang, mengikuti arsitektur Arab, di mana di masjid terdapat kubah dan menara. Sedangkan, di timur Tiongkok, seperti di daerah Beijing, mengandung arsitektur Tiongkok.<ref>{{cite news|url= http://www.saudiaramcoworld.com/issue/198504/muslims.in.china-the.mosques.htm|accessdate=2006-04-08|last=Cowen|first=Jill S.|date=July/August 1985|pages=30–35|publisher=Saudi Aramco World|title=Muslims in China: The Mosque}}</ref>
 
=== Perubahan tempat ibadah menjadi masjid ===
[[Berkas:Omayyad mosque.jpg|rightka|thumbjmpl|Masjid Umayyah di [[Damaskus]], [[Suriah]], dahulu merupakan gereja Bizantium]]
[[Berkas:Aya sofya.jpg|thumbjmpl|rightka|Masjid Ayasofya, dahulu merupakan gereja]]
Menurut [[sejarawan]] [[Muslim]], sebuah kota yang ditaklukkan tanpa perlawanan dari penduduknya, maka pasukan [[Muslim]] memperbolehkan penduduk untuk tetap mempergunakan [[gereja]] dan [[sinagog]] mereka. Tapi, ada beberapa gereja dan sinagog yang beralih fungsi menjadi sebuah masjid dengan persetujuan dari tokoh agama setempat. Misal pada perubahan fungsi Masjid Umayyah, di mana khalifah [[Bani Umayyah]], Abdul Malik mengambil gereja Santo Yohannes pada tahun 705 dari Umat [[Kristen|Kristiani]]. [[Kesultanan Utsmaniyah]] juga melakukan alih fungsi terhadap beberapa gereja, biara dan kapel di [[Istanbul]], termasuk gereja terbesar [[Ayasofya]] yang diubah menjadi masjid, setelah kejatuhan kota [[Konstantinopel]] pada tahun 1453 oleh [[Muhammad II|Muhammad al-Fatih]]. Beberapa masjid lainnya juga didirikan di daerah suci milik [[Yahudi]] dan [[Kristen]], seperti di [[Yerusalem]].<ref name="Masdjid1" /> Penguasa Muslim di India juga membangun masjid hanya untuk memenuhi tugas mereka di bidang agama.
 
{{cquote|''Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat [[Jum'at]], maka bersegeralah kamu mengingat [[Allah]] dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.''<ref name="teach-islam">{{cite book|title=Teach Yourself Islam|last=Maqsood|first=Ruqaiyyah Waris|id=ISBN 0-07-141963-2|date=April 22, 2003|edition=2nd edition|publisher=McGraw-Hill|pages=57–8, 72–5, 112–120|location=Chicago}}</ref>|4=[[Surah Al-Jumu’ah]]:9}}
 
[[Berkas:Mosque.jpg|thumbjmpl|leftkiri|150px|Umat Muslim sedang melakukan salat di Masjid Umayyah]]
Sholat jenazah, biasanya juga diselenggarakan di masjid. Sholat jenazah dilakukan untuk muslim yang telah meninggal, dengan dipimpin seorang imam. Salat jenazah dilakukan di area sektar masjid.<ref>{{cite web|url=http://www.usc.edu/dept/MSA/law/fiqhussunnah/fus4_62.html |title=Fiqh-us-Sunnah, Volume 4: Funeral Prayers (Salatul Janazah)|publisher=University of Southern California |work=Compendium of Muslim Texts |accessdate=2006-04-16}}</ref> Ketika gerhana matahari muncul, kaum Muslimin juga mengadakan salat khusuf untuk mengingat kebesaran Allah.<ref>{{cite web|url=http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/018.sbt.html |title=Eclipses |publisher=University of Southern California |work=Compendium of Muslim Texts |accessdate=2006-04-16}}</ref> Pada dua hari raya atau '''idain'',yaitu [[Idul Fitri]] dan [[Idul Adha]] umat Muslim juga melakukan salat. Biasanya, beberapa masjid kecil di daerah [[Eropa]] atau [[Amerika]] akan menyewa sebuah gedung pertemuan untuk menyelenggarakan salat 'Id.<ref>{{cite web|url=http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/pillars/prayer/Eid-Prayers_1.html |accessdate=2006-04-08 |title='Id Prayers (Salatul 'Idain) |publisher=University of Southern California |work=Compendium of Muslim Texts}}</ref> Di [[Indonesia]], Salat 'Id dilakukan di lapangan terbuka atau di masjid sekitar apabila tidak dimungkinkan.
 
 
== Fungsi sosial ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Alun-alun met moskee Martapoera TMnr 60018755.jpg|thumbjmpl|200px|Masjid di Martapura pada masa penjajahan. Masjid di banyak kota di Indonesia menjadi bagian tidak terpisahkan dari alun-alun.]]
=== Pusat kegiatan masyarakat ===
Banyak pemimpin Muslim setelah wafatnya [[Nabi Muhammad]] saw, berlomba-lomba untuk membangun masjid. Seperti kota [[Mekkah]] dan [[Madinah]] yang berdiri di sekitar [[Masjidil Haram]] dan [[Masjid Nabawi]], kota [[Karbala]] juga dibangun di dekat makam [[Husain bin Ali]]. Kota [[Isfahan]], [[Iran]] dikenal dengan Masjid Imam-nya yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Pada akhir abad ke-17, [[Syah Abbas I]] dari [[dinasti Safawi]] di Iran mengubah kota Isfahan menjadi salah satu kota terbagus di dunia dengan membangun Masjid Syah dan Masjid Syaikh Lutfallah di pusat kota. Ini menjadikan kota Isfahan memiliki lapangan pusat kota yang terbesar di dunia. Lapangan ini berfungsi sebagai [[pasar]] bahkan tempat [[olahraga]].<ref>{{cite book|title=Public and Private Spaces of the City|last=Madanipour|first=Ali|date=May 09, 2003|id=ISBN 0-415-25629-1|publisher=Routledge|pages=207}}</ref>
 
Masjid di daerah [[Amerika Serikat]] dibangun dengan sangat sering. Masjid biasa digunakan sebagai tempat perkumpulan umat Islam. Biasanya perkembangan jumlah masjid di daerah pinggiran kota, lebih besar dibanding di daerah kota. Masjid dibangun agak jauh dari pusat kota.<ref>{{cite journal|journal=The Washington Quarterly|last=Abdo|first=Geneive|pages=7-17|volume=28|issue=4|year=2005|accessdate=2006-04-07|title= Islam in America: Separate but Unequal|month=September|url= http://www.imancentral.org/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=57 }}</ref>[[Berkas:Log PERTAMA 2016.jpg|thumbjmpl]]BKPRMI Banda Aceh, pada 27 April hingga 1 Mei 2016 akan menyelenggarakan Pekan Pemuda Remaja Cinta Masjid Indonesia (PERTAMA) dengan mengambil lokasi di 16 Masjid Se Kecamatan Meuraxa Banda Aceh. Sedikitnya 1200 orang hadir dari kalangan aktifis Pemuda dan Remaja Masjid se Indonesia dengan mengusung thema Berhimpun Bersama Memakmurkan Masjid. Keterangan lebih lanjut silahkan Hubungi BKPRMI Banda Aceh via email, Facebook, Twitter, dll.
 
=== Pendidikan ===
[[Berkas:Storks samarkand.jpg|thumbjmpl|rightka|200px|Madrasah Ulugh Beg, yang termasuk dalam kompleks masjid di [[Samarkand]], [[Uzbekistan]]]]
Fungsi utama masjid yang lainnya adalah sebagai tempat [[pendidikan]]. Beberapa masjid, terutama masjid yang didanai oleh pemerintah, biasanya menyediakan tempat belajar baik ilmu keislaman maupun ilmu umum. Sekolah ini memiliki tingkatan dari dasar sampai menengah, walaupun ada beberapa sekolah yang menyediakan tingkat tinggi. Beberapa masjid biasanya menyediakan pendidikan paruh waktu, biasanya setelah subuh, maupun pada sore hari. Pendidikan di masjid ditujukan untuk segala usia, dan mencakup seluruh pelajaran, mulai dari keislaman sampai [[sains]]. Selain itu, tujuan adanya pendidikan di masjid adalah untuk mendekatkan generasi muda kepada masjid. Pelajaran membaca [[Qur'an]] dan [[bahasa Arab]] sering sekali dijadikan pelajaran di beberapa negara berpenduduk Muslim di daerah luar Arab, termasuk [[Indonesia]]. Kelas-kelas untuk ''mualaf'', atau orang yang baru masuk Islam juga disediakan di masjid-masjid di [[Eropa]] dan [[Amerika Serikat]], di mana perkembangan agama Islam melaju dengan sangat pesat.<ref>{{cite book|title=Teaching Islam|last=Wheeler|first=Brannon M.|publisher=Oxford University Press US|date=August 1, 2002|id=ISBN 0-19-515225-5|chapter=Preface|pages=v|quote=and [Islam] remains the fastest growing religion both in the United States and worldwide}}</ref> Beberapa masjid juga menyediakan pengajaran tentang hukum Islam secara mendalam. Madrasah, walaupun letaknya agak berpisah dari masjid, tetapi tersedia bagi umat Islam untuk mempelajari ilmu keislaman.
 
== Masjid dan politik ==
Di penghujung abad ke-20, peranan masjid sebagai tempat berpolitik mulai meningkat. Saat ini, partisipasi kepada masyarakat mulai menjadi agenda utama masjid-masjid di daerah [[Eropa|Barat]]. Karena melihat masyarakat sekitar adalah penting, masjid-masjid digunakan sebagai tempat dialog dan diskusi damai antara umat Islam dengan non-Muslim.
[[Berkas:GD-FR-Paris-Mosquée012.JPG|thumbjmpl|leftkiri|uprightlurus|Masjid Raya [[Paris]]]]
=== Bantuan ===
Negara yang di mana jumlah penduduk Muslimnya sangat sedikit, biasanya turut membantu dalam hal-hal masyarakat, seperti misalnya memberikan fasilitas pendaftaran pemilih untuk kepentingan pemilu.<ref name="tc">{{cite web|url=http://www.tc.edu/muslim-nyc/research/projects/role%20of%20muslims.html |publisher=Teachers' College – Columbia University |title=The Role of Mosques in the Civic and Political Incorporation of Muslim American |last=Jamal |first=Amany |accessdate=2006-04-22}}</ref> Pendaftaran pemilih ini melibatkan masyarakat Islam yang tinggal di sekitar Masjid. Beberapa masjid juga sering berpartisipasi dalam demonstrasi, penandatanganan [[petisi]], dan kegiatan politik lainnya.<ref name="tc" />
 
== Arsitektur ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM De Moskee van Indrapoeri in Atjeh TMnr 60012202.jpg|thumbjmpl|200px|Masjid Indrapuri di Aceh, akhir abad ke-19, bergaya arsitektur Nusantara. Foto koleksi KITLV.]]
=== Bentuk ===
Bentuk masjid telah diubah di beberapa bagian negara Islam di dunia. Gaya masjid terkenal yang sering dipakai adalah bentuk masjid Abbasi, bentuk T, dan bentuk kubah pusat di [[Anatolia]]. Negara-negara yang kaya akan minyak biasanya membangun masjid yang megah dengan biaya yang besar dan pembangunannya dipimpin oleh arsitek non-Muslim yang dibantu oleh [[arsitek]] [[Muslim]].
[[Berkas:Kobe-mosque.jpg|thumbjmpl|Masjid di [[Kobe]], [[Jepang]]]]
[[Berkas:Grande mosquee porto-novo.jpg|thumbjmpl|Masjid Agung [[Porto-Novo]] di [[Benin]]]]
''Arab-plan'' atau ''hypostyle'' adalah bentuk-bentuk awal masjid yang sering dipakai dan dipelopori oleh [[Bani Umayyah]]. Masjid ini berbentuk persegi ataupun persegi panjang yang dibangun pada sebuah dataran dengan halaman yang tertutup dan tempat ibadah di dalam. Halaman di masjid sering digunakan untuk menampung jamaah pada hari [[Jumat]]. Beberapa masjid berbentuk ''hypostyle'' ayau masjid yang berukuran besar, biasanya mempunyai atap datar di atasnya, dan digunakan untuk penopang tiang-tiang.<ref name="Masdjid1"/> Contoh masjid yang menggunakan bentuk ''hypostyle'' adalah Masjid Kordoba, di [[Kordoba]], yang dibangun dengan 850 tiang.<ref name="mit-handout">{{cite web|url=http://web.mit.edu/4.614/www/handout02.html |accessdate=2006-04-09 |publisher=Massachusetts Institute of Technology |title=Religious Architecture and Islamic Cultures}}</ref> Beberapa masjid bergaya ''hypostyle'' memiliki atap melengkung yang memberikan keteduhan bagi jamaah di masjid. Masjid bergaya ''arab-plan'' mulai dibangun pada masa [[Abbasiyah]] dan [[Umayyah]], tetapi masjid bergaya ''arab-plan'' tidak terlalu disenangi.
[[Berkas:Mosquee-Cherchell.jpg|thumbjmpl|200px|Masjid El Rahman di[[Cherchell]] di [[Aljazair]] (dibangun tahun 1574 pada masa Kesultanan Utsmaniyah)]]
[[Kesultanan Utsmaniyah]] kemudian memperkenalkan bentuk masjid dengan kubah di tengah pada abad ke-15 dan memiliki kubah yang besar, di mana kubah ini melingkupi sebagian besar area salat. Beberapa kubah kecil juga ditambahkan di area luar tempat ibadah.<ref name="mit-vocab">{{cite web|url=http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Architecture/4-614Religious-Architecture-and-Islamic-CulturesFall2002/LectureNotes/detail/vocab-islam.htm#islam6 |accessdate=2006-04-09 |title=Vocabulary of Islamic Architecture |publisher=Massachusetts Institute of Technology}}</ref> Gaya ini sangat dipengaruhi oleh bangunan-bangunan dari [[Kerajaan Romawi Timur|Bizantium]] yang menggunakan kubah besar.<ref name="Masdjid1"/>
 
 
=== Kubah ===
[[Berkas:Bruckhaufen (Wien) - Moschee, Hauptportal.JPG|thumbjmpl|200px|Masjid dengan kubah yang besar di Pusat Islam [[Wina]]]]
Kubah juga merupakan salah satu ciri khas dari sebuah masjid. Seiring waktu, kubah diperluas menjadi sama luas dengan tempat ibadah di bawahnya. Walaupun kebanyakan kubah memakai bentuk setengah bulat, masjid-masjid di daerah [[India]] dan [[Pakistan]] memakai kubah berbentuk bawang.<ref>{{cite book|title=Architecture of Mughal India|last=Asher|first=Catherine B.|date=September 24, 1992|publisher=Cambridge University Press|pages=256|id=ISBN 0-521-26728-5|chapter=Aurangzeb and the Islamization of the Mughal style}}</ref>
[[Berkas:Interiormosquekrekelstraatnijmegen.jpg|thumbjmpl|leftkiri|200px|Salah satu sudut dalam Masjid dengan [[Mihrab]] pada bagian tengah ruangan]]
 
=== Tempat ibadah ===
 
== Aturan dan etiket ==
[[Berkas:Isfahan Royal Mosque general.JPG|thumbjmpl|rightka|256px|Masjid Raya [[Isfahan]] di [[Iran]]]]
Masjid sebagai tempat beribadah kaum muslim, merupakan tempat suci. Oleh karena itu, ada peraturan dan [[etiket]] yang harus dipenuhi ketika berada di masjid.
 
{{main|Wudhu}}
Masjid merupakan tempat yang suci,maka jamaah yang datang ke masjid harus dalam keadaan yang suci pula. Sebelum masuk masjid, jamaah harus berwudhu di tempat wudhu yang telah disediakan. Selain itu, jamaah tidak boleh masuk ke masjid dengan menggunakan sepatu atau sandal yang tidak bersih. Jamaah sebisa mungkin harus dalam keadaan rapi, bersih dan tidak dalam keadaan junub. Seorang jamaah dianjurkan untuk [[sikat gigi|bersiwak]] sebelum masuk ke masjid, untuk menghindari bau mulut.<ref>{{cite web|url=http://www.sunnipath.com/Resources/PrintMedia/Hadith/H0002P0016.aspx |publisher=SunniPath |work=SunniPath Library |accessdate=2006-07-12 |title=Chapter 16. The Description of the Prayer}}</ref>
[[Berkas:Mesjid Ar-Rahman.JPG|thumbjmpl|leftkiri|200px|Mesjid Ar-Rahman di [[Pekanbaru]]]]
=== Pakaian ===
[[Islam|Agama Islam]] menganjurkan untuk berpakaian rapi, sopan, dan bersih dalam beribadah. Jamaah laki-laki dianjurkan memakai baju yang longgar dan bersih. Jamaah perempuan diharuskan memakai jubah yang longgar atau memakai hijab. Baik jamaah laki-laki maupun perempuan tidak boleh memakai pakaian yang memperlihatkan [[aurat]]. Kebanyakan umat Islam memakai baju khas [[Timur Tengah]] seperti jubah atau hijab.<ref name="teach-islam" /> Pakaian harus baik sesuai Firman Allah dalam Al Quran surah Al Araf ayat 31
memerintahkan memakai pakaian indah pada
saat memasuki masjid.
[[Berkas:Mosque of Hulhumalé.jpg|thumbjmpl|leftkiri|200px|Masjid Hulhumale di Republik [[Maladewa]]]]
=== Konsentrasi ===
Masjid sebagai tempat untuk beribadah tidak boleh diganggu ketenangannya. Pembicaraan dengan suara yang keras disekitar masjid yang dapat mengganggu jamaah di masjid dilarang. Selain itu, orang tidak boleh berjalan di depan jamaah yang sedang salat.<ref>{{cite paper|author=Connecting Cultures, Inc. |title=Building Cultural Competency: Understanding Islam, Muslims, and Arab Culture |publisher=Connecting Cultures, Inc. |url=http://www.maec.org/2004conferencepapers/ismail.doc |page=p. 15 |format=Doc |accessdate=2006-07-12}}</ref> Para jamaah juga dianjurkan untuk memakai pakaian yang tidak bertulisan maupun berwarna supaya menjaga kekhusyuan salat.
[[Berkas:Mosque of Schwetzingen Castle.jpg|thumbjmpl|leftkiri|200px|Masjid Schwetzingen di [[Jerman]]]]
=== Pemisahan gender ===
Pemisahan antara lelaki dan perempuan di masjid sangat penting, agar tidak menimbulkan syahwat. Posisi jamaah wanita di masjid adalah di belakang jamaah pria. [[Nabi Muhammad]] saw dalam hadisnya: "Tempat ibadah terbaik bagi perempuan adalah di rumah". Bahkan khalifah [[Umar bin Khattab]] melarang wanita untuk salat di masjid.<ref>{{cite web|url=http://www.usc.edu/dept/MSA/humanrelations/womeninislam/womeninsociety.html#mosque |accessdate=2006-04-15 |title=Women in Society |work=Compendium of Muslim Texts |publisher=University of Southern California |work=Compendium of Muslim Texts |last=Doi |first=Abdur Rahman I.}}</ref> Pada beberapa masjid di [[Asia Tenggara]] dan [[Asia Selatan]], jamaah perempuan dipisahkan dengan sebuah hijab atau dibedakan lantainya. Sedangkan di [[Masjidil Haram]], jamaah perempuan dan anak-anak diberi tempat khusus untuk beribadah.<ref>{{cite news|url=http://www.columbiajournalist.org/rw1_dinges/2005/article.asp?subj=national&course=rw1_dinges&id=624|accessdate=2006-04-09|date=[[2006-01-26]]|title=Muslim Women Seek More Equitable Role in Mosques|last=Rezk|first=Rawya|publisher=The Columbia Journalist}}</ref>