Buka menu utama

Perubahan

46 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
{{disambiginfo}}
[[Berkas:Prambanan Complex 1.jpg|thumbjmpl|360px|Kompleks candi Prambanan, candi Hindu terbesar di Indonesia]]
 
'''Candi''' adalah istilah dalam [[Bahasa Indonesia]] yang merujuk kepada sebuah [[kuil|bangunan keagamaan tempat ibadah]] peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban [[Hindu]]-[[Buddha]].<ref name="Candi Sewu">Jacques Dumarçay, "Candi Sewu: dan arsitektur bangunan agama buda di Jawa Tengah : and buddhist architecture of Central Java", Kepustakaan Populer Gramedia, 2007, 9799100887, 9789799100887.</ref> Bangunan ini digunakan sebagai tempat pemujaan [[dewa|dewa-dewi]] ataupun memuliakan [[Buddha]]. Akan tetapi, istilah 'candi' tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja, banyak situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha [[Indonesia]] klasik, baik sebagai [[istana]] ([[kraton]]), pemandian (petirtaan), [[gapura]], dan sebagainya, juga disebut dengan istilah candi.
== Candi di Indonesia ==
{{lihatpula|Daftar candi di Indonesia}}
[[Berkas:Borobudur-Nothwest-view.jpg|thumbjmpl|360px|[[Candi Borobudur]] merupakan monumen Buddha terbesar di dunia]]
[[Berkas:Candi Indonesia id.svg|thumbjmpl|rightka|360px|Sebaran candi Hindu dan Buddha di Indonesia.]]
 
Di Indonesia, candi dapat ditemukan di pulau [[Jawa]], [[Bali]], [[Sumatera]], dan [[Kalimantan]], akan tetapi candi paling banyak ditemukan di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kebanyakan orang Indonesia mengetahui adanya candi-candi di Indonesia yang termasyhur seperti [[Borobudur]], [[Prambanan]], dan [[Mendut]].<ref>Curriculum Corporation (Australia), "Suara siswa, Jilid 3", Curriculum Corporation, 1993, 1863661352, 9781863661355.</ref>
== Jenis dan Fungsi ==
=== Jenis berdasarkan agama ===
[[Berkas:Candi Jawi A.JPG|thumbjmpl|rightka|Candi Jawi yang bersifat paduan Siwa-Buddha tempat pedharmaan raja [[Kertanegara]].]]
Berdasarkan latar belakang keagamaannya, candi dapat dibedakan menjadi candi Hindu, candi Buddha, paduan sinkretis Siwa-Buddha, atau bangunan yang tidak jelas sifat keagamaanya dan mungkin bukan bangunan keagamaan.
# '''Candi Hindu''', yaitu candi untuk memuliakan dewa-dewa Hindu seperti Siwa atau Wisnu, contoh: candi Prambanan, candi Gebang, kelompok candi Dieng, [[candi Gedong Songo]], [[candi Panataran]], dan [[candi Cangkuang]].
 
=== Fungsi ===
[[Berkas:RA 3210019.JPG|thumbjmpl|rightka|Candi Jalatunda yang berfungsi sebagai petirtaan.]]
Candi dapat berfungsi sebagai:
# '''Candi Pemujaan''': candi Hindu yang paling umum, dibangun untuk memuja dewa, dewi, atau bodhisatwa tertentu, contoh: candi Prambanan, [[candi Canggal]], [[candi Sambisari]], dan [[candi Ijo]] yang menyimpan lingga dan dipersembahkan utamanya untuk [[Siwa]], [[candi Kalasan]] dibangun untuk memuliakan [[Dewi Tara]], sedangkan [[candi Sewu]] untuk memuja [[Manjusri]].
 
== Arsitektur ==
[[Berkas:Prambanan Plain en.svg|thumbjmpl|rightka|Sebaran candi Hindu dan Buddha di [[dataran Kewu]], sekitar Prambanan.]]
Pembangunan candi dibuat berdasarkan beberapa ketentuan yang terdapat dalam suatu kitab '''Vastusastra''' atau '''Silpasastra''' yang dikerjakan oleh ''silpin'' yaitu seniman yang membuat candi (arsitek zaman dahulu). Salah satu bagian dari kitab Vastusastra adalah Manasara yang berasal dari India Selatan, yang tidak hanya berisi pedoman-pedoman membuat kuil beserta seluruh komponennya saja, melainkan juga arsitektur profan, bentuk kota, desa, benteng, penempatan kuil-kuil di kompleks kota dan desa.
 
 
=== Struktur ===
[[Berkas:Prambanan Cross Section Shiva.svg|thumbjmpl|rightka|Kaki, tubuh, dan atap candi Prambanan.]]
Kebanyakan bentuk bangunan candi meniru tempat tinggal para [[dewa]] yang sesungguhnya, yaitu [[Gunung Mahameru]]. Oleh karena itu, seni arsitekturnya dihias dengan berbagai macam ukiran dan pahatan berupa pola yang menggambarkan alam Gunung Mahameru.<ref name="Sejarah"/>
 
 
=== Tata letak ===
[[Berkas:Sewu Aerial view.jpg|thumbjmpl|rightka|Tata letak [[Candi Sewu]] yang konsentris memperlihatkan bentuk [[mandala]] wajradhatu.]]
Bangunan candi ada yang berdiri sendiri ada pula yang berkelompok. Ada dua sistem dalam pengelompokan atau tata letak kompleks candi, yaitu:
# '''Sistem konsentris''', sistem gugusan terpusat; yaitu posisi candi induk berada di tengah–tengah anak candi (candi perwara). Candi perwara disusun rapi berbaris mengelilingi candi induk. Sistem ini dipengaruhi tata letak denah [[mandala]] dari India. Contohnya kelompok [[Candi Prambanan]] dan Candi Sewu.
 
=== Bahan bangunan ===
[[Berkas:Borobudur 34.jpg|thumbjmpl|rightka|Tumpukan susunan balok batu andesit di Borobudur yang rapi dan saling kunci menyerupai balok permainan lego.]]
[[Berkas:Candi Blandongan.JPG|thumbjmpl|rightka|Candi Blandongan di kompleks [[percandian Batujaya]], Karawang, Jawa Barat, berbahan bata merah.]]
Bahan material bangunan pembuat candi bergantung kepada lokasi dan ketersediaan bahan serta teknologi arsitektur masyarakat pendukungnya. Candi-candi di Jawa Tengah menggunakan batu andesit, sedangkan candi-candi pada masa Majapahit di Jawa Timur banyak menggunakan bata merah. Demikian pula candi-candi di Sumatera seperti Biaro Bahal, Muaro Jambi, dan Muara Takus yang berbahan bata merah.
Bahan-bahan untuk membuat candi antara lain:
 
== Gaya arsitektur ==
[[Berkas:Pawon.jpg|thumbjmpl|rightka|[[Candi Pawon]] dekat Borobudur, contoh Langgam Jawa Tengah.]]
[[Berkas:Bajang Ratu Gate Trowulan.jpg|thumbjmpl|rightka|Gerbang Bajang Ratu di [[Trowulan]], contoh Langgam Jawa Timur.]]
[[Berkas:Candi Bahal 1.JPG|thumbjmpl|rightka|[[Candi Bahal|Candi Biaro Bahal]], di Padang Lawas, Sumatera Utara.]]
[[Soekmono]], seorang arkeolog terkemuka di Indonesia, mengidentifikasi perbedaan gaya arsitektur (langgam) antara candi Jawa tengah dengan candi Jawa Timur. Langgam Jawa Tengahan umumnya adalah candi yang berasal dari sebelum tahun 1000 masehi, sedangkan langgam Jawa Timuran umumnya adalah candi yang berasal dari sesudah tahun 1000 masehi. Candi-candi di Sumatera dan Bali, karena kemiripannya dikelompokkan ke dalam langgam Jawa Timur.<ref name="Sejarah"/><ref>{{cite book|last =Soekmono|first =Dr R.|title =Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2|publisher =Penerbit Kanisius|date =1973|location =Yogyakarta, Indonesia|pages =86|url =|doi =|isbn = 979-413-290-X}}</ref><ref>Dedi Nurhadiat, "Pend Seni Rupa SMA Kls 2 (K-04)", Grasindo, 979732740X, 9789797327408.</ref>