Halusinogen: Perbedaan antara revisi

586 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
→‎Disisosiatif: merintis bab disisosiatif (masih disembunyikan dgn kode < ! -- -- >)
(→‎Disisosiatif: merintis bab disisosiatif (masih disembunyikan dgn kode < ! -- -- >))
 
Efek dari narkoba bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber[[halusinasi]] dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya HEROIN dan [[LSD]].
 
<!--
== Disisosiatif ==
 
Many users of dissociatives have been concerned about the possibility of NMDA antagonist neurotoxicity (NAN).
 
Banyak pengguna disosiatif dikhawatirkan kemungkinan ''NMDA antagonist neurotoxicity'' (NAN), yang mana disasosiatif dapat menyebabkan kerusakan sel otak. <ref name="erowid">{{en}} {{cite web | url= http://www.erowid.org/chemicals/dxm/dxm_health1.shtml | title=This is your brain on dissociatives | publisher=erowid.org | |author=William E. White | year=1998 | accessdate=2015 }}</ref>
 
<--
 
== Efek halusinogen pada otak ==
Sejumlah zat dapat menyebabkan halusinasi yang dapat mengubah persepsi seseorang terhadap realita/kenyataan. Dengan awalnya mengganggu interaksi [[sel saraf]] dan serotonin [[neurotransmiter]] [[serotonin]]. Ini didistribusikan ke seluruh otak dan [[sumsum tulang belakang]], di mana sistem serotonin terlibat dalam pengendalian sistem perilaku, perseptual, dan peraturan. Ini juga mencakup perasaan, rasa lapar ataukah rasa kenyang, suhu tubuh, perilaku seksual, kontrol otot, dan [[persepsi|persepsi sensorik]].
 
<!--
==Psychedelics dan penyakit mental pada pengguna jangka panjang]]==
-->
 
== Caatan Kaki ==