Buka menu utama

Perubahan

3.786 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
Untuk mendapat ide akan tanah air dari bangsa Austronesia, cendekiawan menyelidiki bukti dari arkeologi dan ilmu genetika. Penelaahan dari ilmu [[genetika]] memberikan hasil yang bertentangan. Beberapa peneliti menemukan bukti bahwa tanah air bangsa Austronesia purba berada pada benua Asia. (seperti Melton dkk., 1998), sedangkan yang lainnya mengikuti penelitian linguistik yang menyatakan bangsa Austronesia pada awalnya bermukim di Taiwan. Dari sudut pandang [[ilmu sejarah bahasa]], bangsa Austronesia berasal dari [[Taiwan]] karena pada pulau ini dapat ditemukan pembagian terdalam bahasa-bahasa Austronesia dari rumpun bahasa Formosa asli. Bahasa-bahasa Formosa membentuk sembilan dari sepuluh cabang pada rumpun bahasa Austronesia <ref>Blust, R. (1999). "Subgrouping, circularity and extinction: some issues in Austronesian comparative linguistics" in E. Zeitoun & P.J.K Li (Ed.) 'Selected papers from the Eighth International Conference on Austronesian Linguistics' (pp. 31-94). Taipei: Academia Sinica.</ref>. [[Bernard Comrie|Comrie]] (2001:28) menemukan hal ini ketika ia menulis:
{{cquote|... Bahasa-bahasa Formosa lebih beragam satu dengan yang lainnya dibandingkan seluruh bahasa-bahasa Austronesia digabung menjadi satu sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi perpecahan genetik dalam rumpun bahasa Austronesia di antara bahasa-bahasa Taiwan dan sisanya. Memang genetik bahasa di Taiwan sangatlah beragam sehingga mungkin saja bahasa-bahasa itu terdiri dari beberapa cabang utama dari rumpun bahasa Austronesia secara kesuluruhan.}}
[[Berkas:Austronesian_family.png|jmpl|Pembagian wilayah penyebaran utama rumpun bahasa Austronesia menurut Blust (1999)]]
 
Setidaknya sejak [[Edward Sapir|Sapir]] (1968), ahli bahasa telah menerima bahwa kronologi dari penyebaran sebuah keluarga bahasa dapat ditelusuri dari area dengan keberagaman bahasa yang besar ke area dengan keberagaman bahasa yang kecil. Walau beberapa cendekiawan menduga bahwa jumlah dari cabang-cabang di antara bahasa-bahasa Taiwan mungkin lebih sedikit dari perkiraan Blust sebesar 9 (seperti Li 2006), hanya ada sedikit perdebatan di antara para ahli bahasa dengan analisis dari keberagaman dan kesimpulan yang ditarik tentang asal dan arah dari migrasi rumpun bahasa Austronesia.
 
Agak sulit untuk mendefinisikan struktur kekeluargaan dari bahasa-bahasa Austronesia karena rumpun bahasa Austronesia terdiri dari bahasa-bahasa yang sangat mirip dan berhubungan erat dengan [[Dialect continuum|kesinambungan dialek]] yang besar sehingga sukar untuk mengenali batasan di antara cabang. Bahkan pada pembagian terbaik yang ada sekarang banyak grup di Filipina dan Indonesia dikelompokan dari letak geografisnya alih-alih dari keterkaitannya antara satu dengan yang lainnya. Namun adalah jelas bahwa keberagaman genealogis terbesar ditemukan pada bahasa-bahasa Taiwan dan keberagaman terkecil ditemukan pada kepulauan Pasifik sehingga mendukung teori penyebaran dari Taiwan atau Tiongkok.
 
[[Berkas:Formosan languages.png|thumb|400px|Famili bahasa-bahasa Formosa sebelum kolonisasi Cina, per Blust (1999).]]
Penggolongan bahasa-bahasa Austronesia berikut diajukan oleh Blust. Penggolongan yang diajukannya bukanlah yang pertama dan bahkan ia juga mencantumkan paling sedikit tujuh belas penggolongan lainnya dan mendiskusikan fitur-fitur dan rincian dari pengelompokan tersebut. Beberapa ahli bahasa Formosa mempertentangkan rincian dari penggolongan itu namun penggolongan ini dalam garis besar tetap menjadi titik referensi untuk analisis ilmu bahasa saat ini. Dapat dilihat bahwa sembilan cabang utama dari bahasa Austronesia kesemuanya adalah bahasa-bahasa Formosa.
 
[[Berkas:Formosan languages.png|thumb|267x267px|Keluarga bahasa-bahasa Formosa sebelum kolonisasi Tiongkok, menurut Blust (1999)]]'''Austronesia'''
'''Austronesia'''
* '''Atayalik''' (Atayal, Seedik) [(nama lain untuk: Seediq:Truku, Taroko, Sediq])
* '''Formosa Timur'''
** '''Utara''' (Basai-Trobiawan, Kavalan)
 
== Kekerabatan dengan rumpun bahasa yang lain ==
 
Hubungan-hubungan genealogis antara rumpun bahasa Austronesia dan keluarga bahasa yang lainnya di [[Asia Tenggara]] telah diajukan dan umumnya disebut Filum Bahasa Austrik. Pada hipotesis filum Austrik dinyatakan bahwa semua bahasa di Tiongkok bagian selatan sebenarnya berkerabat yaitu rumpun bahasa Austronesia, [[bahasa Austro-Asia]], [[bahasa Tai-Kadai]] dan [[bahasa Hmong-Mien]] (juga disebut Miao-Yao).
 
 
{| class="wikitable" style="margin:auto:"
|Rumpun bahasa
|Contoh kata
|-
|Austronesia purba||*mata ‘mata
|-
|Tai-Kadai purba||*taa ‘mata
|-
|}
 
|-
|[[Hawai]]||make
|-
|}
 
Di bawah disajikan sebagai contoh untuk menunjukkan kekerabatan, kata-kata bilangan dari satu sampai sepuluh dalam beberapa bahasa Austronesia. Catatan: /e/ harus dibaca sebagai pepet (misalkan dalam kata “keras”) dan /é/ sebagai taling (misalkan dalam kata “lémpar”). Jika ada kesalahan, para pembaca dipersilakan memperbaikinya.
 
== Tabel perbandingan kata ==
{| cellpadding="2" cellspacing="2"
Dibawah ini adalah tabel perbandingan kata bilangan 1-10 dalam berbagai bahasa Austronesia yang memiliki penutur terbesar atau berstatus resmi.
|- bgcolor=#cccccc
{| class="wikitable"
! Bahasa !! 1 !! 2 !! 3 !! 4 !! 5 !! 6 !! 7 !! 8 !! 9 !! 10
!Bahasa
!0
!1
!2
!3
!4
!5
!6
!7
!8
!9
!10
|-
|Proto-Austronesia
|align=center| Proto-Austronesia || *esa/isa || *duSa || *telu || *Sepat ||* lima|| *enem|| *pitu|| *walu || *Siwa|| *sa-puluq
|
|əsa
|dusa
|təlu
|səpat
|lima
|ənəm
|pito
|walu
|siwa
|(sa-)puluq
|-
|[[Bahasa Aceh|Aceh]]
|align=center| [[Bahasa Paiwan|Paiwan]] || ita || dusa || c<sup>e</sup>lu || s<sup>e</sup>pac || lima || un<sup>e</sup>m || picu || alu || siva || ta-puluq
|sifar
soh
|sa
|duwa
|lhee
|peuet
|limong
|nam
|tujoh
|lapan
|sikureueng
|siploh
|-
|[[Bahasa Bali|Bali]]
|align=center| [[Bahasa Tagalog|Tagalog]] || isá || dalawá || tatló || ápat || limá || ánim || pitó ||waló || siyám || sampû
|nul
|besik
siki
|dua
|telu
|papat
|lime
|nenem
|pitu
|kutus
|sia
|dasa
|-
|[[Bahasa Banjar|Banjar]]
|align=center| [[Bahasa Ma'anyan|Ma'anyan]] || Isa' || rueh || telo || epat || dime || enem || pitu || Balu' || suei || sapuluh
|
|asa
|dua
|talu
|ampat
|lima
|anam
|pitu
|walu
|sanga
|sapuluh
|-
|[[Rumpun bahasa Bikol|Bikol]]
|align=center| [[Bahasa Bugis|Bugis]] || seddi || dua || téllu || eppa || lima || enneng || pitu || aruwa || asera || seppulo
|wara
|sarô
|duwá
|tuló
|apat
|limá
|anom
|pitó
|waló
|siyám
|sampulû
|-
|[[Bahasa Bugis|Bugis]]
|align=center| [[Bahasa Malagasy|Malagasy]] || iráy || róa || télo || éfatra || dímy || énina || fíto || válo || sívy || fólo
|
|ceddi
|dua
|telu
|empa
|lima
|enneng
|pitu
|arua
|asera
|seppulo
|-
|[[Bahasa Cebú|Cebú]] (Bisaya)
|align=center| [[Bahasa Aceh|Aceh]] || sa || duwa || lhee || peuet || limöng || nam || tujôh || lapan || sikureueng || siplôh
|wala
|isa
usa
|duha
|tulo
|upat
|lima
|unom
|pito
|walo
|siyam
|napulo
pulo
|-
|[[Bahasa Fiji|Fiji]]
|align=center| Toba [[Bahasa Batak|Batak]] || sada || dua || tolu || opat || lima || onom || pitu || walu || sia || sampulu(baca: /m/ hilang, menjadi /sappulu/
|saiva
|rua
|dua
|tolu
|vaa
|lima
|ono
|vitu
|walu
|ciwa
|tini
|-
|[[Bahasa Hiligaynon|Hiligaynon]] (Ilonggo)
|align=center| [[Bahasa Bali|Bali]] || sa || dua || telu || papat || lima || enem || pitu || kutus || sia || dasa
|wala
|isa
|duha
|tatlo
|apat
|lima
|anom
|pito
|walo
|siyam
|napulo
|-
|[[Bahasa Iloko|Iloko]]
|align=center| [[Bahasa Sasak|Sasak]] || esa || due || telu || empat || lime || enem || pitu’ || balu’ || siwa’ || sepulu
|awan
ibbong
|maysa
|dua
|tallo
|uppat
|lima
|innem
|pito
|walo
|siam
|sangapulo
|-
|[[Bahasa Indonesia|Indonesia]]-[[Bahasa Melayu|Melayu]]
|align=center| [[Bahasa Jawa Kuno|Jawa Kuno]] || sa || rwa || telu || pat || lima || nem || pitu || wwalu ||songo|| sapuluh
|kosong
nol
|satu
|dua
|tiga
|empat
|lima
|enam
|tujuh
|delapan
|sembilan
|sepuluh
|-
|[[Bahasa Jawa|Jawa]]
|align=center| [[Bahasa Jawa|Jawa Baru]] || siji || loro || telu || papat || lima || nem || pitu || wolu ||songo|| sepuluh
|nol
|setunggal
siji
|kalih
loro
|tigo
telu
|sekawan
papat
|gangsal
lima
|enem
|pitu
|wolu
|songo
|sedasa
sepuluh
|-
|[[Bahasa Madura|Madura]]
|align=center| [[Bahasa Sunda|Sunda]] || hiji || dua || tilu || opat || lima || genep || tujuh || dalapan || salapan || sapuluh
|nol
|settong
|dhuwa'
|tello'
|empa'
|lema'
|ennem
|petto'
|ballu'
|sanga'
|sapolo
|-
|[[Bahasa Malagasi|Malagasi]]
|align=center| [[Bahasa Madura|Madura]] || settong || dhua || tello' || empa' || léma' || ennem || pétto' || ballu' || sanga' || sapolo
|aotra
|iray
isa
|roa
|telo
|efatra
|dimy
|enina
|fito
|valo
|sivy
|folo
|-
|[[Bahasa Minangkabau|Minangkabau]]
|align=center| [[bahasa Melayu|Melayu]] || satu || dua || tiga || empat || lima || enam || tujuh || delapan || sembilan || sepuluh
|
|ciek
|duo
|tigo
|ampek
|limo
|anam
|tujuah
|salapan
|sambilan
|sapuluah
|-
|[[Bahasa Samoa|Samoa]]
|align=center| [[bahasa Minangkabau|Minangkabau]] || ciék || duo || tigo || ampék || limo || anam || tujuah || salapan || sambilan || sapuluah
|o
|kasi
tasi
|lua
|kolu
tolu
|fa
|lima
|ogo
ono
|fiku
fitu
|valu
|iva
|sefulu
|-
|[[Bahasa Sunda|Sunda]]
|align=center| [[Bahasa Rapanui|Rapanui]] || tahi || rua || toru || ha || rima || ono || hitu || va'u || iva || 'ahuru
|nol
|hiji
|dua
|tilu
|opat
|lima
|genep
|tujuh
|dalapan
|salapan
|sapuluh
|-
|[[Bahasa Tagalog|Tagalog]] (Filipino)
|align=center| [[Bahasa Hawaii|Hawaii]] || `ekahi || `elua || `ekolu || `eha: || `elima || `eono || `ehiku || `ewalu || `eiwa || `umi
|wala
|isa
|dalawa
|tatlo
|apat
|limá
|anim
|pito
|walo
|siyam
|sampu
|-
|[[Bahasa Tahiti|Tahiti]]
|align=center| [[Bahasa Sama-Bajau|Sinama]] || issah || duah || talluh || mpat || limah || nnom || pitu' || walu' || siam || sangpu
|-
|hō'ē
|align=center| [[Bahasa Gayo|Gayo]] || sara || roa || tulu || opat || lime || onom || pitu || waloh || siwah || sepuluh
tahi
|-
|piti
|align=center| [[Bahasa Sikka|Sikka-Maumere]] || ha || rua || telu || hutu || lima || ena || pitu || walu || hiwa || puluh
|toru
|-
|maha
|align=center| [[Bahasa Toraja|Toraja]] || misa' || da'dua || tallu || a'pa' || lima || annan || pitu || karua || kasera || sangpulo
|-pae
|ōno
|align=center| [[Bahasa Duri|Enrekang]] || mesa || duwa || tallu || appa' || lima || annan || pitu || karua || kasera || sappulo
|hitu
|-
|va'u
|align=center| [[Bahasa Timor|Dawan-Timor]] || mese' || nua || teoun || ha || nim || ne' || hiut || fa'un || sea || bo'es
|-iva
|hō'ē'ahuru
|align=center| [[Bahasa Rote|Rote-Oenale]] || esa || rua || telu || ha || lima || ne || hitu || falu || sio || sanhulu
|-
|align=center| [[Bahasa kaili|Kaili(Rai)- Sulteng]] || saongu || randua || tatolu || ampa || alima || aono || papitu || uvalu || sasio || sampulu
|-
|align=center| [[Bahasa Sabu|Sabu- NTT]] || ahhi || dhue || tellu || eppa || lemmi || enna || pidu || aru || heo || henguru
|-
|align=center| [[Bahasa Kei|Kei- Maluku]] || sa || ru || tel || vak || lim || nen || fit || waw || siw || vut
|-
|[[Bahasa Tetun|Tetun]]
 
|nol
Basis Data Perbendaharan Kata Bahasa-Bahasa Austronesia (pranala diberikan dibawah artikel) mencatat kata-kata (dikodekan menurut keseasalan) untuk sekitar 500 bahasa Austronesia.
|ida
 
|rua
== Tipologi dan struktur ==
|tolu
Sukar untuk menarik sebuah generalisasi yang berarti tentang bahasa-bahasa yang menyusun rumpun yang seberagam rumpun bahasa Austronesia. Pada garis besarnya, bahasa-bahasa Austronesia dapat dibagi menjadi tiga kelompok bahasa: tipe Filipina, tipe Indonesia, dan tipe pasca-Indonesia <ref>Ross, John (2002). "Final words: research themes in the history and typology of western Austronesian languages" in Wouk, Fay & Malcolm Ross (Eds.) The history and typology of Western Austronesian voice systems (pp. 451-474). Canberra: Pacific Linguistics</ref>. Kelompok yang pertama diwatakkan dengan urutan kata kata kerja-pertama dan pengubahan suara gramatik ala bahasa Filipina, fenomena yang seringkali dirujuk sebagai pemfokusan. Literatur yang berhubungan mulai menjauhi penggunaan istilah ini karena banyak ahli bahasa merasa bahwa fenomena pada bahasa bertipe ini lebih baik disebut sebagai suara gramatik.
|hat
 
|lima
Bahasa-bahasa Austronesia umumnya menggunakan pengulangan kata.
|nen
 
|hitu
[[Fonologi]] bahasa-bahasa Austronesia tergolong sederhana dengan aturan pembentukan suku kata yang sangat terbatas dan jumlah fonem yang sedikit.
|ualu
Banyak dari bahasa-bahasa Austronesia tidak memperbolehkan sukukata dan gugusan konsonan. Beberapa bahasa memang memiliki gugusan-gugusan konsonan namun ini merupakan pengaruh dari bahasa-bahasa lain, terutama dari [[bahasa Arab]], [[bahasa Sanskerta]], dan [[bahasa Indo-Eropa]] lainnya.
|sia
 
|sanulu
Beberapa bahasa bahkan meminjam [[fonem]] dari bahasa lain seperti [[retrofleks]] dalam bahasa Jawa dan [[fonem berhembus]] dalam bahasa Madura yang diduga diserap dari bahasa Sanskerta. Namun banyak para pakar yang menentang bahwa fonem-fonem ini dipinjam dari bahasa Sanskerta. Mereka berpendapat bahwa fonem-fonem ini merupakan perkembangan sendiri saja.
|}
 
== Jumlah penutur ==
Secara total jumlah penuturPenutur bahasa Austronesia memiliki jumlah sekitar 300386 juta jiwa. Berikut adalah bahasa-bahasa Austronesia diurutkan dari bahasa dengan penutur Ibu (L1) terbanyak.
{| class="wikitable"
 
! rowspan="2" |Bahasa
{| class="wikitable" style="margin:auto:"
! colspan="2" |Jumlah Penutur
|+caption | '''Jumlah penutur bahasa-bahasa Austronesia'''
|-
|Penutur Ibu (L1)
|rospan=2 align="center"|Bahasa
|Penutur Keseluruhan
|colspan=2 align="center"|Jumlah Penutur
|-
|Jawa
|||Sebagai Bahasa Ibu||Sebagai Bahasa Resmi
|76.000.000
|95.000.000+
|-
|Indonesia-Melayu
|Bahasa Jawa||76.000.000||
|60.000.000+
|250.000.000+
|-
|Bahasa Sunda||42.000.000||
|42.000.000
|48.000.000
|-
|Tagalog
|Bahasa Melayu||19.000.000*||
|28.000.000
|70.000.000+
|-
|Cebú
|Bahasa Indonesia||25.000.000*||220.000.000
|21.000.000
|30.000.000+
|-
|Malagasi
|Bahasa Tagalog||24.000.000||70.000.000
|18.000.000
|20.000.000+
|-
|Madura
|Bahasa Cebu||15.000.000||30.000.000
|15.000.000
|17.000.000+
|-
|Iloko
|Bahasa Malagasy||17.000.000||
|9.100.000
|10.000.000+
|-
|Hiligaynon
|Bahasa Batak||14.000.000||
|7.000.000
|9.300.000
|-
|Minangkabau
|Bahasa Madura||14.000.000||
|6.500.000
|8.000.000+
|-
|Bugis
|Bahasa Ilokano||8.000.000||10.000.000
|5.000.000
|6.000.000+
|-
|Banjar
|Bahasa Minangkabau||7.000.000||
|4.500.000
|5.000.000+
|-
|Bali
|Bahasa Hiligaynon||7.000.000||11.000.000
|4.000.000+
|4.500.000+
|-
|Aceh
|Bahasa Bikol||4.600.000||
|4.000.000
|-
|Bahasa Banjar||4.500.000||+
|-
|Bahasa Bali||4.000.000||
|-
|Bahasa Bugis||4.000.000||
|-
|Bahasa Tetum||800.000||
|-
|Bahasa Samoa||370.000||
|-
|Bahasa Fiji||350.000||550.000
|-
|Bahasa Tahiti||120.000||
|-
|Bahasa Tonga||108.000||
|-
|Bahasa Māori||100.000||
|-
|Bahasa Kiribati||100.000||
|-
|Bahasa Chamorro||60.000||
|-
|Bahasa M̧ajeļ||44.000||
|-
|Bahasa Nauru||6.000||
|-
|Bahasa Hawai'i||1.000||8.000
|-
|[[Bahasa Waray-waray|Waray-waray]]
|3.400.000
|3.800.000+
|}
 
<nowiki>*</nowiki> Statistik untuk kedua bahasa diperdebatkan.
 
== Status resmi ==
* http://www.gbarto.com/languages/austronesian.html
* http://linguistics.byu.edu/classes/ling450ch/reports/austronesian.html
|}
|}|}|}|}|}
 
[[Kategori:Rumpun bahasa|Austronesia]]
Pengguna anonim