Kaliwungu, Kendal: Perbedaan revisi

2.319 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: penggantian teks otomatis (- diantara, + di antara))
 
Di sisi lain, banyak pengunjung yang datang untuk tujuan utama -berziarah pada sejumlah makam tokoh penyebar agama Islam di pemakaman Desa Protomulyo (kini masuk wilayah Kecamatan Kaliwungu Selatan-Red). Seperti, makam Kiai Guru atau Kiai Asy'ari, Sunan Katong, Kiai Mustofa, Kyai Haji Ahmad Ru'yat dan Wali Sya'fak.
 
== Musik Tradisonal ==
=== Drum Bloeng/Drum Bleck ===
 
Sejak beberapa tahun yang lalu di Kaliwungu tengah populer dengan musik tradisional yang dinamakan Drum Bloeng/Drum Bleck. Sebenarnya musik tradisional ini sudah ada dan menjadi aktifitas rutin anak remaja di Kaliwungu sejak puluhan tahun silam. Musik tradisional ini biasa dibunyikan pada waktu malam hari saat jam sahur pada bulan Ramadhan, dan orang Kaliwungu menyebutnya dengan istilah NGANGKLANG, tujuannya adalah untuk membangunkan warga yang belum sempat makan sahur.
 
Drum Bloeng/Drum Bleck sendiri awalnya dimainkan cuma terdiri dari kentongan yang terbuat dari bambu dan peralatan rumah tangga seperti panci, botol kosong, sendok/garpu, nampan dan lain-lain. Dan dari waktu ke waktu peralatan yang dimainkan bertambah meriah dengan adanya alat musik tradisional seperti angklung, gamelan, snar drum, bass drum dll. Musik tradisioanl ini sebenarnya sudah diperkenalkan ke berbagai kota di Indonesia oleh kelompok drum bleck [[AKRAB]] yang merupakan pelopor kelompok musik tradisional drum bleck/drum bloeng<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=cJ_y_OQc5-4 Musik Tradisional Drum Bloeng] - Video Youtube</ref>.
 
Saat ini kesenian musik tradisional drum bloeng sudah semakin populer di wilayah kab.Kendal dan kota Semarang bahkan mungkin di kota-kota lain di Indonesia, karena sejak tahun 2015 silam salah satu pemuda di Kaliwungu yakni [[Alamuddin Dimyati Rois]] yang merupakan salah satu anak dari [[KH.Dimyati Rois]] ([[Abah Dim]]) dan saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Pusat dari fraksi PKB, memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap perkembangan musik tradisional drum bloeng di kota Kaliwungu, dengan diadakannya Festival Ngangklang Alamuddin Cup.
 
Festival Ngangklan Alamuddin Cup sudah mulai menjadi tradisi di kota Kaliwungu<ref>[http://www.poztart.net/2017/06/kaliwungu-dalam-ragam-budaya.html Ragam Budaya Seni Religi Kaliwungu]</ref> yang tidak cuma bisa nikmati oleh warga Kaliwungu sendiri tapi juga warga pendatang. Kemeriahan acara Festival Ngangklang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal dan juga pendatang karena para peserta yang mempunyai keunikan dan kreatifitas dalam bermusik yang patut diacungi jempol.
 
Pada tahun 2017 ini merupakan acara untuk ketiga kalinya Festival Ngangklang Alamuddin Cup diadakan.
 
== Referensi ==
<references />
37

suntingan