Sekularisme: Perbedaan revisi

49 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Sekarang turk menjadi negara muslim yang bersyariat islam, bukan lagi sekular
(Sekarang turk menjadi negara muslim yang bersyariat islam, bukan lagi sekular)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor
Kebanyakan agama menerima hukum-hukum utama dari masyarakat yang demokratis namun mungkin masih akan mencoba untuk memengaruhi keputusan politik, meraih sebuah keistimewaan khusus atau. Aliran agama yang lebih fundamentalis menentang sekularisme. Penentangan yang paling kentara muncul dari Kristen Fundamentalis dan juga Islam Fundamentalis. Pada saat yang sama dukungan akan sekularisme datang dari minoritas keagamaan yang memandang sekularisme politik dalam pemerintahan sebagai hal yang penting untuk menjaga persamaan hak.
 
Negara-negara yang umumnya dikenal sebagai sekuler di antaranya adalah [[Kanada]], [[India]], [[Perancis]], [[Turki]] (sebelum [[Recep Tayyip Erdoğan]] menjadi presiden), dan [[Korea Selatan]], walaupun tidak ada dari negara ini yang bentuk pemerintahannya sama satu dengan yang lainnya.
 
== Masyarakat Sekuler ==
Penentang sekularisme melihat pandangan di atas sebagai arogan, mereka membantah bahwa pemerintaan sekuler menciptakan lebih banyak masalah daripada menyelesaikannya, dan bahwa pemerintahan dengan etos keagamaan adalah lebih baik. Penentang dari golongan Kristiani juga menunjukkan bahwa negara Kristen dapat memberi lebih banyak kebebasan beragama daripada yang sekuler. Seperti contohnya, mereka menukil [[Norwegia]], [[Islandia]], [[Finlandia]], dan [[Denmark]], yang kesemuanya mempunyai hubungan konstitusional antara gereja dengan negara namun mereka juga dikenal lebih progresif dan liberal dibandingkan negara tanpa hubungan seperti itu. Seperti contohnya, Islandia adalah termasuk dari negara-negara pertama yang melegal kan aborsi, dan pemerintahan Finlandia menyediakan dana untuk pembangunan masjid.
 
Namun pendukung dari sekularisme juga menunjukkan bahwa negara-negara [[Skandinavia]] di atas terlepas dari hubungan pemerintahannya dengan agama, secara sosial adalah termasuk negara yang palingpalng sekuler di dunia, ditunjukkan dengan rendahnya persentase mereka yang menjunjung kepercayaan beragama.
 
Komentator modern mengkritik sekularisme dengan mengacaukannya sebagai sebuah ideologi anti-agamaantiagama, ateis, atau bahkan satanis. Kata Sekularisme itu sendiri biasanya dimengerti secara peyoratif oleh kalangan konservatif. Walaupun tujuan utama dari negara sekuler adalah untuk mencapai kenetralan di dalam agama.
 
Beberapa filsafat politik seperti [[Marxisme]], biasanya mendukung bahwasanya pengaruh agama di dalam negara dan masyarakat adalah hal yang negatif. Di dalam negara yang mempunyai kepercayaan seperti itu (seperti negara Blok Komunis), institusi keagamaan menjadi subjek di bawah negara sekuler. Kebebasan untuk beribadah dihalang-halangi dan dibatasi, dan ajaran gereja juga diawasi agar selalu sejalan dengan hukum sekuler atau bahkan filsafat umum yang resmi. Dalam demokrasi barat, diakui bahwa kebijakan seperti ini melanggar kebebasan beragama.
 
Beberapa sekularis menginginkan negara mendorong majunya agama (seperti pembebasan dari pajak, atau menyediakan dana untuk pendidikan dan pendermaan) tetapi bersikeras agar negara tidak menetapkan sebuah agama sebagai [[agama negara]], mewajibkan ketaatan beragama atau melegislasikan [[akaid]]. Pada masalah pajak [[Liberalisme klasik]] menyatakan bahwa negara tidak dapat "membebaskan" institusi beragama dari pajak karena pada dasarnya negara tidak mempunyai kewenangan untuk memajak atau mengatu agama. Hal ini mencerminkan pandangan bahwa kewenangan duniawi dan kewenangan beragama bekerja pada ranahnya sendiri-sendiri dan ketikaketka mereka tumpang tindih seperti dalam isu nilai moral, kedua - duanya tidak boleh mengambil kewenangan namun hendaknya menawarkan sebuah kerangka yang dengannya masyarakat dapat bekerja tanpa menundukkan agama di bawah negara atau sebaliknya.
 
== Pranala luar ==
Pengguna anonim