Soedharmono: Perbedaan revisi

71 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Pada Sidang Umum MPR 1-11 Maret 1988, kontroversi terus mewarnai nominasi Sudharmono sebagai Wakil Presiden yang baru dicalonkan pada tgl 4 Maret karena banyak Elite2 Golkar ANGKATAN 45 yang ingin bersaing menjadi Wapres . Ketua [[Partai Persatuan Pembangunan|Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan]], [[DR H Jaelani Naro]] SH Dicalonkan DPP PPP pada tgl 29 Februari yang diumumkan oleh Ketua Fraksi PPP MPR Drs H Darusamin A S dan Didukung Mantan Pimpinan Sementara MPR/DPR HM HUSSEIN NARO sebagai Wakil Presiden lebih duluan 4 Hari dari Cawapres Golkar, setelah Golkar umumkan cawapresnya maka ada 2 Calon Wapres, Mantan Pangab Jenderal TNI Benny Moerdani dan mantan Ketua Partai ABRI yang Dicopot 3 Hari Sebelum SI MPR oleh Presiden Soeharto, masih menjabat Pangkopkamtib mendukung Cawapres DR HJ NARO SH
 
3 Hari sebelum Sidang Umum MPR dimulai pada tgl 27 Februari 1988 diadakan lobby oleh Pihak Ketua Umum DPP PPP DR HJ NARO SH yang menjabat Wakil Ketua MPR/DPR dan Mantan Pimpinan Sementara MPR/DPR HM HUSSEIN NARO menemui Ketua Umum DPP Golkar Sudharmono SH yang menjabat Mensesneg di Gedung Sekneg yang didampingi Ir Drs Ginanjar Kartasasmita, maksud Ketua Umum DPP PPP DR HJ NARO SH Adalah lobby supaya Ketua Umum DPP Golkar mendukung Pencalonan DR HJ NARO SH sebagai Wakil Presiden RI Periode 1989-1993,
 
Ketua Umum DPP Golkar Sudharmono SH sangat kaget dan mengatakan tidak dapat menentukan jawaban karena Dia sendiri Belum dapat dukungan jalur A dan B
 
Akibat pencalonan Cawapres PPP yang menjadi Headline di koran2 Di seluruh Indonesia pada Pembukaan Sidang Umum MPR pada tgl 1 Maret 1988 membuat Heboh masyaraka terutama Elite2 Golkar Jalur G, Jalur A dan Jalur B ,Ketua Umum DPP Golkar diprotes Kader2 Golkar dan Elite2 sehingga menugaskan Petinggi 2 Golkar untuk menghubungi Ketua Umum DPP PPP tapi tidak berhasil, hanya ada satu orang yang bisa yaitu Mantan Kapolri Jend Pol Awaluddin Jamin diutus menyampaikan undangan Lobby Ketua Umum DPP Golkar dan Sekjen Golkar di Jakarta Hilton
 
Kemudian [[Brigadir Jenderal]] [[Ibrahim Saleh|TNI Ibrahim Saleh]] dari Fraksi ABRI MPR Menginterupsi sidang. Dia mengucapkan pidato yang tidak jelas. Intinya, tidak setuju calon wakil presiden yang sudah diproses. J Naro tidak mundur mundur sampai pada detik-detik akhir pemilihan secara Voting yang ditakuti Soeharto setelah dilobi oleh Mantan Kapolri Jend Pol Awaloedin Djamin, Ketua MPR/DPR Kharis Suhud,Mantan Pangkopkamtib Laksamana Sudomo, Letjen TNI Alamsyah,Ketua BPK Jend TNI M Jusuf, Emil Salim, Jend TNI Surono dll
Pengguna anonim