Urang Kanekes: Perbedaan revisi

214 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
Van Tricht, seorang dokter yang pernah melakukan riset kesehatan pada tahun 1928, menyangkal teori tersebut. Menurut dia, orang Kanekes adalah penduduk asli daerah tersebut yang mempunyai daya tolak kuat terhadap pengaruh luar (Garna, 1993b: 146). Orang Kanekes sendiri pun menolak jika dikatakan bahwa mereka berasal dari orang-orang pelarian dari Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Menurut Danasasmita dan Djatisunda (1986: 4-5) orang Baduy merupakan penduduk setempat yang dijadikan mandala' (kawasan suci) secara resmi oleh raja, karena penduduknya berkewajiban memelihara kabuyutan (tempat pemujaan leluhur atau nenek moyang), bukan agama Hindu atau Budha. Kebuyutan di daerah ini dikenal dengan kabuyutan Jati Sunda atau 'Sunda Asli' atau Sunda Wiwitan (''wiwitan''=asli, asal, pokok, jati). Oleh karena itulah agama asli mereka pun diberi nama Sunda Wiwitan.
[[Berkas:Baduy van de residentie Banten, West-Java, Jannes Theodorus Bik (attributed to), c. 1816 - c. 1846.jpg|jmpl|264x264px|Lukisan seorang [[Baduy]] di [[Rijksmuseum]] [[Amsterdam]] sekitar tahun 1816 - 1846]]
 
== Kepercayaan ==
128

suntingan