Lelaki Tua dan Laut: Perbedaan revisi

12 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Santiago mengikat bangkai sang marlin di sisi perahu kecilnya dan mulai berlayar pulang, berpikir tentang [[harga]] tinggi yang akan diberikan sang ikan di [[pasar]] ikan dan jumlah orang yang dapat menikmati hasil tangkapannya tersebut. Selama Santiago melanjutkan perjalanannya pulang ke [[tepi laut]], ikan-ikan [[hiu]] mulai tertarik dengan jejak [[darah]] yang ditinggalkan sang marlin di air. Yang pertama adalah ikan [[hiu mako]] yang dibunuh Santiago dengan harpunnya, menyebabkan dia kehilangan senjata tersebut. Dia kemudian merakit sebuah harpun baru dengan mengikat bilah [[pisau]]nya ke ujung sebuah [[dayung]] untuk mengusir pergi hiu-hiu yang berdatangan selanjutnya. Lima hiu dibunuhnya dan banyak hiu lain yang akhirnya pergi. Di malam harinya hiu-hiu tersebut telah melahap habis seluruh bangkai sang marlin, meninggalkan hanya [[kerangka]] [[tulang punggung]], [[ekor]], dan [[kepala]]nya, di mana di kepalanya masih tertancap harpun nelayan si lelaki tua. Santiago sangat sedih dan menghukum dirinya sendiri karena telah mengorbankan sang marlin, dan akhirnya sampai di tepian laut sebelum subuh keesokan harinya. Dia berjuang untuk berjalan menuju gubuknya, membawa tiang kapalnya yang berat di atas pundaknya. Setelah tiba di rumah, dia merebahkan dirinya di tempat tidur dan masuk ke dalam tidur yang panjang.
 
Keesokan harinya sekelompok nelayan berkumpul di sekeliling perahu yang mana kerangka sang ikan masih terikat. Salah satunya mengukurnya sepanjang 18 kaki dari [[moncong]] ke [[ekor]]nya. Bahkan para [[turis]] yang duduk di [[kafe]] dekat di situ salah menyangkanya sebagai ikan hiu. Manolin yang terus khawatir selama perjalanan si lelaki tua, menangis terharu saat dia mendapati Santiago sedang tertidur lelap. Anak laki-laki itu kemudian membawakan [[surat kabar]] dan [[kopi]] untuk si lelaki tua. Saat Santiago terbangun, Manolin berjanji untuk pergi menangkap ikan bersama-sama lagi dengan gurunya tersebut, dan saat kembali tidur, Santiago kemudian bermimpi tentang [[singa]] di pantai [[Afrika]].
 
== Simbolisme karakter ==
Pengguna anonim