Persatuan Muslim Indonesia: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
MichaelJLowe (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Borgxbot (bicara | kontrib)
k Robot: Cosmetic changes
Baris 5:
Permi merupakan partai politik yang aktif menentang penjajahan Belanda. Berbeda dengan partai-partai lainnya di Indonesia pada masanya Permi merangkul baik asas nasionalisme maupun Islam, dan menempatkannya pada kedudukan sejajar.
 
== Ideologi ==
Pandangan Permi yang memadukan paham nasionalisme dengan Islam sejalan dengan pendapat banyak orang Minangkabau saat itu. Pandangan ini mengkritik partai-partai nasionalis lainnya yang mengambil model gerakan nasionalis India dan cenderung enggan mengakui Islam sebagai faktor pemersatu dalam perjuangan kemerdekaan. Menurut mereka di dalam negara yang 90 persen muslim ketakutan mengambil asas Islam ibarat ''"harimau takut masuk rimba atau air menolak mengalir ke laut."''
 
Karena itu Permi sering bertentangan dengan partai-partai non-agama maupun partai Islam yang cenderung hanya mendasarkan diri pada satu paham saja.
 
== Perkembangan dan pergerakan ==
 
Dalam waktu dua tahun setelah kelahirannya Permi berkembang menjadi salah satu partai berpengaruh di [[Sumatera Barat]], dan menyebar ke daerah-daerah lain seperti [[Tapanuli]], [[Sumatera Timur]], [[Aceh]], [[Bengkulu]], dan [[Sumatera Selatan]] Pada bulan Desember 1932 Permi sudah memiliki 7.700 anggota, 4.700 pria dan 3000 wanita. Kegiatannya berkisar dari pendidikan, kepanduan, penerbitan surat kabar dan pamflet, selain mengadakan rapat-rapat umum.
 
== Represi ==
 
Sejak awal berdirinya Permi sudah menuai kecurigaan pemerintah kolonial yang menilainya sebagai ancaman. Para juru bicara Permi biasa berpidato terang-terangan melawan penjajahan. Karena itu sejak akhir tahun 1932 pergerakan tokoh-tokoh Permi mulai dibatasi. [[Rasuna Said]], salah satu pemimpin Permi yang lantang menentang pemerintah Belanda dalam pidato-pidatonya, ditangkap pada Desember 1932. Ikut ditangkap juga adalah aktivis wanita Permi lainnya Rasimah Ismail.
[[Mukhtar Luthfi]] ditangkap pada bulan Juli tahun 1933. Beberapa pimpinan Permi dikenakan larangan bepergian. Kemudian partai ini dikenakan larangan berkumpul. Permi berusaha mengakali dengan menerbitkan kursus-kursus tertulis, yang kemudian disita pemerintah. Pengarangnya, [[Iljas Jacub]], dan penerbitnya [[Djalaluddin Thaib]] ditangkap pada bulan September. Mukhtar Luthfi, Iljas Jacub dan Djalaluddin Thaib kemudian diasingkan ke [[Digul]] pada tahun 1934.
 
Penangkapan dan larangan tersebut efektif melumpuhkan kegiatan Permi. Mohammad Sjafei, satu-satunya pimpinan yang masih aktif, membubarkan Permi pada 18 Oktober 1937.
 
== Rujukan ==
* {{cite web
| last = Kahin
Baris 33:
}}
 
[[Kategori:Partai politik di Indonesia|Persatuan Muslim Indonesia]]
{{politik-stub}}
 
[[Kategori:Partai politik di Indonesia|Persatuan Muslim Indonesia]]