Buka menu utama

Perubahan

45 bita ditambahkan, 2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|signature =
}}
'''Seno Gumira Ajidarma '''({{lahirmati|[[Boston]], [[Amerika Serikat]]|19|6|1958}}) <ref name="Seno gumira">{{id}} Ajidarma, Seno Gumira. Iblis tidak Pernah Mati. Yayasan Galang, 1999, Yogyakarta. Halaman 167. ISBN 979-95690-2-8.</ref> adalah penulis dari generasi baru di sastra [[Indonesia]]. Beberapa buku karyanya adalah ''Atas Nama Malam'', ''Wisanggeni—Sang Buronan'', ''Sepotong Senja untuk Pacarku'', ''Biola tak Berdawai'', ''Kitab Omong Kosong'', ''Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi'', "Tiada Ojek Di Paris" (2015), "Dunia Sukab", dan ''Negeri Senja''.
 
Dia juga terkenal karena dia menulis tentang situasi di [[Timor Timur]] tempo dulu. Tulisannya tentang Timor Timur dituangkan dalam trilogi buku ''[[Saksi Mata]]'' (kumpulan cerpen), ''Jazz, Parfum, dan Insiden'' (roman), dan ''Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara'' (kumpulan esai). Pada 2014, dia meluncurkan blog bernama PanaJournal - www.panajournal.com tentang human interest stories bersama sejumlah wartawan dan profesional di bidang komunikasi.
Pengguna anonim