Media Indonesia: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: penggantian teks otomatis (-dibawah, +di bawah)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: penggantian teks otomatis (-dibawah, +di bawah))
Pada tahun 1976, surat kabar ini kemudian berkembang menjadi delapan halaman. Sementara itu, perkembangan regulasi di bidang pers dan penerbitan terjadi. Salah satunya adalah perubahan SIT (Surat Izin Terbit) menjadi SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers). Karena perubahan ini penerbitan dihadapkan pada realitas bahwa pers tidak semata menanggung beban idealnya tetapi juga harus tumbuh sebagai badan usaha.
 
Dengan kesadaran untuk terus maju, pada tahun [[1987]], [[Teuku Yousli Syah]] selaku pendiri Media Indonesia bergandeng tangan dengan [[Surya Paloh]], mantan pimpinan surat kabar Prioritas. Dengan kerjasama ini, dua kekuatan bersatu, kekuatan pengalaman bergandeng dengan kekuatan modal dan semangat. Maka pada tahun tersebut lahirlah Media Indonesia dengan manajemen baru dibawahdi bawah PT. Citra Media Nusa Purnama. [[Surya Paloh]] menjadi direktur utama, sedangkan [[Teuku Yousli Syah]] menjadi Pemimpin Umum, dan Pemimpin Perusahaan dipegang oleh Lestary Luhur. Sementara itu, markas usaha dan redaksi dipindahkan ke Jl. Gondandia Lama No. 46 Jakarta.
 
Awal tahun [[1993]], Media Indonesia menempati kantor barunya di Komplek Delta Kedoya, Jalan Pilar Mas Raya Kav. A-D, [[Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat]]. Gedung ini membawahi seluruh divisi, yang meliputi redaksi, usaha, percetakan, pusat dokumentasi, perpustakaan, iklan, sirkulasi, distribusi, serta fasilitas penunjang karyawan. Gedung tersebut juga dijadikan kantor pusat [[Metro TV]] yang berdiri pada tanggal [[25 November]] [[2000]].