Surat Paulus kepada Jemaat di Roma: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
 
=== Kutuk dan pembenaran Allah ===
Paulus juga berbicara mengenai kutuk Allah.<ref name="Hakh"/> Manusia yang hidup tanpa Kristus digambarkan seperti manusia yang hidup di dalam kutuk.<ref name="Hakh"/> Menurut Paulus orang [[Yahudi]] maupun non Yahudi telah berdosa dan berada di bawah murka Allah.<ref name="Hakh"/> Mereka gagal mengenal siapa Allah sesungguhnya dan menyembah berhala.<ref name="Hakh"/> [[Paulus dari Tarsus|Paulus]] juga mengingatkan bahwa Hukum [[Taurat]] dan sunat memang baik dan suci tetapi tidak dapat dipakai untuk membenarkan manusia di hadapan Allah.<ref name="Udo"/> Bagi Paulus manusia dibenarkan bukan karena perbuatannya tetapi oleh [[Iman dalam Kekristenan|iman]].<ref name="Hakh"/> [[Pembenaran (teologi)|Pembenaran]] cuma-cuma datang dari [[Allah]] melalui [[Kristus]] yang telah mati di kayu salib.<ref name="Hakh"/> DalamMenurut Udo Schnelle, dalam hal ini Paulus tidak setuju dengan pemahaman Yahudi yang meyakini bahwa seseorang dapat dibenarkan oleh perbuatan.<ref name="Udo"/>
 
=== Hidup dalam pengharapan ===
Paulus menggambarkan orang beriman adalah orang yang mengalami penderitaan dan tetap memiliki [[harapan (kebajikan)|pengharapan]] akan pemenuhan janji Allah.<ref name="Hakh"/> Menurut Paulus ada tiga dasar pengharapan bagi orang beriman.<ref name="Hakh"/>
# '''Kematian Kristus'''. Paulus menegaskan bahwa kematian Kristus merupakan inisiatif Allah untuk memenangkan dan mendamaikan manusia dengan Allah.<ref name="Hakh"/>
# '''Kebangkitan Kristus'''. Paulus mendasarkan pengharapan orang percaya pada Kristus yang bangkit dan hidup.<ref name="Hakh"/> Meskipun orang percaya akan mati karena dosa [[Adam]] tetapi akan dibangkitkan pada masa yang akan datang.<ref name="Hakh"/>
14.576

suntingan