Buka menu utama

Perubahan

41 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
 
== Patriot Bangsa ==
Dalam salah satu mata rantai perjuangan PDRI itulah terjadi suatu peristiwa pada tanggal 15 Januari 1949, dimana puluhan orang pejuang yang terdiri dari beberapa pimpinan dan puluhan anggota pasukan Barisan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK) tewas seketika diberondong tembakan oleh pihak penjajah Belanda. Peristiwa itu terjadi di Lurah Kincia, Situjuah Batua, [[Situjuh Lima Nagari, Lima Puluh Kota|Kecamatan Situjuah Limo Nagari]], [[Kabupaten Lima Puluh Kota]], [[Sumatera Barat]].
 
Malam sebelumnya pada 14 Januari 1949 para pejuang tersebut mengadakan rapat untuk membahas strategi dalam menghadapi agresi yang dilakukan pihak Belanda yang dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II. Rapat itu atas instruksi Gubernur Militer Sumatera Tengah [[Sutan Mohammad Rasjid]] dan dipimpin oleh [[Chatib Sulaiman]] selaku Ketua Markas Pertahanan Rakyat Daerah. Selain itu rapat juga diikuti oleh beberapa orang pimpinan pejuang lainnya, diantaranya [[Arisun Sutan Alamsyah]] (Bupati Militer [[Kabupaten Lima Puluh Kota|Lima Puluh Kota]]), [[Letnan Kolonel]] [[Munir Latief]], [[Mayor]] Zainuddin, [[Kapten]] Tantawi, Lettu Azinar, Letda Syamsul Bahri serta 69 orang pasukan Barisan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK).
8.304

suntingan