Buka menu utama

Perubahan

77 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
Menolak 2 perubahan teks terakhir (oleh 114.125.50.71 dan HsfBot) dan mengembalikan revisi 11683398 oleh Ign christian: Perubahan tanpa rujukan
 
Cerita Bahtera ini kadang memberikan kesan kerancuan dan menimbulkan sejumlah pertanyaan:<ref>See [[Richard Elliot Friedman]], ''The Bible with Sources Revealed'', HarperSanFrancisco, ISBN 0-06-073065-X.</ref>
* Mengapa cerita ini menyatakan dua kali bahwa manusia telah menjadi jahat tetapi bahwa Nuh akan diselamatkan (Kej. 6:5–8; 6:11–13)?
* Apakah Nuh diperintahkan untuk memasukkan sepasang dari masing-masing binatang yang tidak haram ke dalam Bahtera (Kej. 6:19–20) ataukah tujuh pasang (Kej. 7:2–3)?
* Apakah banjir itu berlangsung empat puluh hari (Kejadian 7:17) ataukah 150 hari (Kej. 7:24)?
* Apa yang terjadi dengan burung gagak yang dikeluarkan dari Bahtera pada saat yang bersamaan dengan burung merpati itu dan "terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi" sekitar dua atau tiga minggu berikutnya (Kej. 8:7)?
* Mengapa naratif ini tampaknya mempunyai dua titik akhir yang logis (Kej. 8:20–22 dan 9:1–17)?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bukanlah unik bagi cerita Bahtera ini, atau bagi Kitab Kejadian, dan upaya untuk menemukan pemecahannya telah melahirkan apa yang kini merupakan aliran pemikiran yang dominan tentang analisis tekstual dari kelima kitab pertama di dalam Alkitab, [[hipotesis dokumen]].
 
Orang-orang yang percaya akan historisitas cerita dalam Kitab Kejadian merasa bahwa penemuan Bahtera itu akan mengesahkan pandangan-pandangan mereka tentang berbagai masalah, dari [[geologi]] hingga [[evolusi]]. "Bila banjir Nuh memang menyapu seluruh umat manusia dan peradabannya, seperti yang diajarkan oleh Alkitab, maka Bahtera ini merupakan salah satu mata rantai utama dengan Dunia pra-Air Bah. Tidak ada artifak penting yang jauh lebih tua atau lebih penting.... [dengan] dampak potensialnya yang besar terhadap kontroversi ciptaan-evolusi (termasuk evolusi teistik)..." <ref>[http://www.icr.org/article/209/ Institute for Creation Research]</ref>
 
Penelitian-penelitian telah dipusatkan pada [[Gunung Ararat]] itu sendiri, meskipun [[Kitab Kejadian]] sesungguhnya hanya merujuk kepada "pegunungan [[Ararat]]". Situs [[Durupinar]], bukan di Gunung Ararat itu sendiri, tetapi dekat daerah tersebut, dan jauh lebih mudah dijangkau, telah menarik perhatian pada tahun 1980-an dan 1990-an, terutama karena upaya [[Ron Wyatt]]. Pada awal 2004 seorang pengusaha Honolulu yang pergi ke [[Washington DC]] untuk “mengumumkan dengan gegap-gempita” sebuah ekspedisi yang direncanakan untuk menyelidiki situs yang disebutnya sebagai [[anomali Ararat]] tetapi [[National Geographic]] belakangan menyimpulkan bahwa itu hanyalah sebuah “usaha” sia-sia untuk “membujuk pemerintah Turki agar memberikan izin” sehingga “hanya beberapa ekspedisi yang benar-benar diperoleh. Kapal Nabi Nuh terdampar di Indonesia, spesies terbanyak terdapat di Indonesia. ”<ref>[http://news.nationalgeographic.com/news/2004/09/0920_040920_Noahs_ark.html/ National Geographic News, Nuh's Ark Quest Dead in Air--Was It a Stunt?]</ref>; dan pada 2006 sempat muncul gelombang minat sebentar ketika sebuah ekspedisi melaporkan sebuah situs potensial di [[Iran]]. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya ini, tak ada sesuatupun yang konkret yang berhasil ditemukan, dan keadaannya sekarang ini paling-paling dapat disimpulkan dengan konklusi kutipan dari [[Institut untuk Penelitian Ciptaan]]: "[K]ami mempunyai setiap alasan untuk berharap bahwa bukti akan segera mncul, tetapi sementara tulisan ini dibuat, penelitian masih berlanjut."
 
== Lihat pula ==
149.760

suntingan