Partai politik di Indonesia: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  5 tahun yang lalu
Merapikan ejaan "Indoneisa" menjadi "Indonesia"
(→‎Masa pasca proklamasi kemerdekaan: EYD, replaced: di akhiri → diakhiri using AWB)
(Merapikan ejaan "Indoneisa" menjadi "Indonesia")
== Sejarah ==
=== Masa penjajahan Belanda ===
Masa ini disebut sebagai periode pertama lahirnya partai politik di IndoneisaIndonesia (waktu itu Hindia Belanda). Partai Politik yang paling pertama dibentuk di Indonesia adalah ''De Indische Partij'' pada 25 Desemper 1912 oleh Douwes Dekker, Ki Hadjar Dewantara, dan Tjipto Mangunkoesoemo.<ref>[http://teoripolitik.com/sejarah-partai-politik-di-indonesia/ Sejarah Partai Politik Di Indonesia]</ref> Lahirnya partai menandai adanya kesadaran nasional. Pada masa itu semua organisasi baik yang bertujuan sosial seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah, ataupun yang berasaskan politik agama dan sekuler seperti Serikat Islam, PNI dan Partai Katolik, ikut memainkan peranan dalam pergerakan nasional untuk Indonesia merdeka.
 
Kehadiran partai politik pada masa permulaan merupakan menifestasi kesadaran nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Setelah didirikan Dewan Rakyat , gerakan ini oleh beberapa partai diteruskan di dalam badan ini. Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi di dalam Dewan Rakat, yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. Husni Thamin, PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi Putera) di bawah pimpinan Prawoto dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin.
 
Di luar dewan rakyat ada usaha untuk mengadakan gabungan partai politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan rakyat. Pada tahun 1939 dibentuk KRI (Komite Rakyat IndoneisaIndonesia) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia) yang merupakan gabungan dari partai-partai yang beraliran nasional, MIAI (Majelis Islamil A”laa Indonesia) yang merupakan gabungan partai-partai yang beraliran Islam yang terbentuk tahun 1937, dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia) yang merupakan gabungan organisasi buruh.
 
Pada tahun 1939 di [[Hindia Belanda]] telah terdapat beberapa fraksi dalam ''volksraad'' yaitu Fraksi Nasional, Perhimpunan Pegawai ''Bestuur'' Bumi-Putera, dan ''Indonesische Nationale Groep''. Sedangkan di luar ''volksraad'' ada usaha untuk mengadakan gabungan dari Partai-Partai Politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan nasional yang disebut Komite Rakyat Indonesia (K.R.I). Di dalam K.R.I terdapat Gabungan Politik Indonesia (GAPI), Majelisul Islami A'laa Indonesia (MIAI) dan Majelis Rakyat Indonesia (MRI). Fraksi-fraksi tersebut di atas adalah merupakan partai politik - partai politik yang pertama kali terbentuk di [[Indonesia]].
109

suntingan