Swastika: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: penggantian teks otomatis (-kuna +kuno)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: penggantian teks otomatis (-kuna +kuno))
Simbol ini, yang dikenal dengan berbagai nama seperti misalnya '''Tetragammadion''' di [[Yunani]] atau '''Fylfot''' di [[Inggris]], menempati posisi penting dalam kepercayaan maupun kebudayaan bangsa-bangsa kuno, seperti bangsa Troya, Het, Kelt serta Teuton. Simbol ini dapat ditemukan pada kuil-kuil Hindu, Jaina dan Buddha maupun gereja-gereja Kristen (Gereja St. Sophia di Kiev, Ukrainia, Basilika St. Ambrose, Milan, serta Katedral Amiens, Prancis), mesjid-mesjid Islam ( di Ishafan, Iran dan Mesjid Taynal, Lebanon) serta sinagog Yahudi Ein Gedi di Yudea.
 
Swastika pernah (dan masih) mewakili hal-hal yang bersifat luhur dan sakral, terutama bagi pemeluk Hindu, [[Jaina]], [[Buddha]], pemeluk kepercayaan Gallic-Roman (yang altar utamanya berhiaskan petir, swastika dan roda), pemeluk kepercayaan Celtic kunakuno (swastika melambangkan Dewi Api Brigit), pemeluk kepercayaan Slavia kuno (swastika melambangkan Dewa Matahari [[Svarog]]) maupun bagi orang-orang Indian suku [[Hopi]] serta [[Navajo]] (yang menggunakan simbol itu dalam ritual penyembuhan). Jubah [[Athena]] serta tubuh [[Apollo]], dewa dan dewi [[Yunani]], juga kerap dihiasi dengan simbol tersebut.
 
Di pihak yang lain, Swastika juga menempati posisi sekuler sebagai semata-mata motif hiasan arsitektur maupun lambing entitas bisnis, mulai dari perusahaan bir hingga laundry.