Aksara Kawi: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: penggantian teks otomatis (-kuna +kuno) >> [http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Kuna]
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: penggantian teks otomatis (-kuna +kuno) >> [http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Kuna])
J. G. de Casparis (1975) mengelompokkan tahap-tahap perkembangan aksara Jawa Kuno, yaitu :
* Aksara Jawa Kuno Awal / Aksara Kawi Awal (750 – 925 M)
** Bentuk KunaKuno : Contohnya terdapat pada Prasasti Dinoyo dari [[Malang]], Prasasti Sangkhara dari [[Sragen]], dan Prasasti Plumpungan dari [[Salatiga]].
** Bentuk Standar : Contohnya terdapat pada prasasti-prasasti dari masa pemerintahan Rakai Kayuwangi dan Rakai Balitung; misalnya Prasasti Rukam dari [[Temanggung]], Prasasti Munduan dari Temanggung, dan Prasasti Rumwiga dari [[Bantul]].
* Aksara Jawa Kuno Akhir / Aksara Kawi Akhir (925 – 1250 M), dapat dilihat pada prasasti-prasasti dari zaman [[Kerajaan Medang]] di Jawa Timur dan [[Kerajaan Kediri]]; misalnya Prasasti Lemahabang dari [[Lamongan]], Prasasti Cibadak dari [[Sukabumi]], dan Prasasti Ngantang dari Malang.