Keluarga Berencana: Perbedaan revisi

173 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (pranala internal)
{{refimprove}}
{{rapikan}}
[[Berkas:Logo-Keluarga Berencana.jpg|thumb|Logo keluarga berencana]]
'''Keluarga berencana''' (disingkat '''KB''') adalah gerakan untuk membentuk [[keluarga]] yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan [[alat]]-alat [[kontrasepsi]] atau penanggulangan kelahiran seperti [[kondom]], [[spiral]], [[Intrauterine device (IUD)|IUD]], dan sebagainya.
 
Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an.
 
== Pandangan agama tentang keluarga berencana ==
{{main|Agama dan pengaturan kelahiran}}
 
Keluarga berencana termasuk masalah yang kontroversional sehingga tidak ditemukan bahasannya oleh imam-imam madzhab. Secara umum, hingga kini di kalangan umat [[Islam]] masih ada dua kubu antara yang membolehkan keluarga berencana dan yang menolak keluarga berencana. Ada beberapa alasan dari para [[ulama]] yang memperbolehkan keluarga berencana, diantaranya dari segi kesehatan [[ibu]] dan ekonomi [[keluarga]]. Selain itu, program keluarga berencana juga didukung oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, sejak [[1970]], program keluarga berencana nasional telah meletakkan dasar-dasar mengenai pentingnya perencanaan dalam keluarga. Intinya, tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. Di lain pihak, beberapa ulama berpendapat bahwa keluarga berencana itu [[haram]]. Hal ini didasarkan pada firman [[Allah]] Qs. Al-Isra':31 yang berbunyi:
{{cquote|''Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian.''
Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh. Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa keluarga berencana diperbolehkan dengan alasan-alasan tertentu misalnya untuk menjaga kesehatan ibu, mengatur jarak di antara dua kelahiran, untuk menjaga keselamatan jiwa, kesehatan atau pendidikan anak-anak. Namun keluarga berencana bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilandasi dengan niat dan alasan yang salah, seperti takut miskin, takut tidak bisa mendidik anak, dan takut mengganggu pekerjaan orang tua. Dengan kata lain, penilaian tentang keluarga berencana tergantung pada individu masing-masing.
 
== Lihat pula ==
* [[Cuti orang tua]]
* [[Keluarga berencana alami]]
* [[Natalisme]] dan [[anti-natalisme]]
 
== Pranala luar ==
14.576

suntingan