Aurora: Perbedaan revisi

27 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
fix, beri tag sebagai peringatan
k (Dikembalikan ke revisi 11480694 oleh Rachmat-bot (bicara). (TW))
(fix, beri tag sebagai peringatan)
{{kegunaanlain}}
{{noref}}
[[Berkas:Polarlicht 2.jpg|thumb|250px|Aurora Borealis di atas Danau Bear, [[Alaska]]]]
<!-- [[Berkas:AuroraAustralisDisplay.jpg|thumb|250px|Aurora Australis di Wellington, Selandia Baru]] -->
Di [[bumi]], aurora terjadi di daerah di sekitar [[kutub Utara]] dan [[kutub Selatan]] magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama '''Aurora Borealis''' (IPA {{IPA|/ɔˈɹɔɹə bɔɹiˈælɪs/}}), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, [[Aurora (mitos)|Aurora]], dan nama Yunani untuk angin utara, [[Anemoi|Boreas]]. Ini karena di [[Eropa]], aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan '''Aurora Australis''' mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.
 
== Proses Terjadinya Aurora ==
Beberapa hal penting yang berkaitan dengan terbentuknya aurora yaitu :
# Medan magnetik suatu planet, (dalam hal ini bumi)
Fenomena aurora ini terkait dengan selubung medan magnet atau magnetosfer Bumi dan aktivitas kemunculan bahaya dari Matahari. Semakin kuat dan lama cahaya aurora, dapat diperkirakan semakin kuat gangguan dari Matahari yang dikenal sebagai badai matahari ( solar storm). Badai Matahari adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari ( sunspot ), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari. Sedangkan gangguannya yang terjadi pada medan magnet Bumi, dinamakan badai magnet (magnetic storm). Perubahan medan magnet yang mendadak tersebut menyebabkan partikel bermuatan yang ada di atmosfer meningkat atau berubah arah (misalnya di lapisan ionosfer). Aurora juga bisa muncul bila terjadi fenomena lanjutan pada magnetosfer yang dikenal sebagai magnetic sub-storm. Peristiwa ini memunculkan aurora oval di kutub-kutub Bumi yang simetri satu sama lain. Meski fenomena ini telah diduga oleh para ahli sejak lama, bukti observasi baru diperoleh pada tahun 2001 melalui pengamatan satelit NASA.
 
== Lokasi dan Waktu Terjadinya Aurorawaktu ==
Peranan medan magnet yang besar pada terjadinya aurora menyebabkan aurora paling sering terjadi di daerah di sekitar kutub utara dan kutub selatan magnetiknya, dan sangat jarang terjadi di daerah katulistiwa. Aurora yang terkenal adalah Aurora Borealis(di kutub utara) dan Aurora Australis (di kutub selatan)
 
* Nitrogen, yang pada keadaan terionisasi akan menghasilkan warna biru muda. Pada keadaan netral, molekul nitrogen menghasilkan warna merah keunguan
 
== PranalarPranala luar ==
{{commonscat|Polar aurora}}