Rakai Warak: Perbedaan revisi

3 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Namun demikian +Namun))
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
== Keluarga Samaragrawira ==
Menurut teori [[Slamet Muljana]], Samaragrawira alias Rakai Warak naik takhta menggantikan ayahnya, yaitu [[Dharanindra]] alias [[Rakai Panunggalan]].
 
Menurut prasasti Nalanda, [[Balaputradewa]] adalah putra Samaragrawira yang lahir dari [[Dewi Tara]], putri Sri Dharmasetu dari Wangsa Soma. Kebanyakan para sejarawan berpendapat bahwa Sri Dharmasetu merupakan raja [[Kerajaan Sriwijaya]]. Dengan kata lain, Balaputradewa mewarisi takhta [[pulau Sumatra]] dari kakeknya itu.
 
== Tahun Pemerintahan ==
Kapan tepatnya Rakai Warak alias Samaragrawira naik takhta tidak dapat diketahui dengan pasti. Pada tahun [[782]] yaitu tahun dikeluarkannya [[prasasti Kelurak]], kerajaan masih dipimpin oleh [[Dharanindra]]. Raja ini terkenal sebagai penumpas musuh perwira, bahkan sampai berhasil menaklukkan negeri [[Kamboja]].
 
Menurut prasasti Po Ngar, Kamboja merdeka dari penjajahan Jawa pada tahun [[802]]. Mungkin saat itu Dharanindra sudah meninggal, sedangkan putranya, yaitu Samaragrawira tidak sekuat dirinya. Jadi, dapat diperkirakan Samaragrawira naik takhta sekitar tahun 802.
 
Tidak diketahui dengan pasti kapan pemerintahan Samaragrawira berakhir. Prasasti atas nama [[Rakai Garung]] yang tertua yang sudah ditemukan adalah prasasti Pengging tahun [[819]]. Namun, belum tentu kalau prasasti ini adalah prasasti pertamanya.
 
Jadi, apabila teori [[Slamet Muljana]] benar, maka pemerintahan Rakai Warak Samaragrawira dapat diperkirakan berjalan tidak lebih dari 17 tahun.