Kaisar Chongzhen: Perbedaan revisi

14 bita ditambahkan ,  13 tahun yang lalu
k
Robot: Cosmetic changes
k (bot Menambah: es:Chongzhen)
k (Robot: Cosmetic changes)
[[GambarBerkas:Chongzhen.png|thumb|250px|Kaisar Chongzhen]]
 
'''Kaisar Chongzhen''' ([[Hanzi]]: 崇祯, [[6 Februari]] [[1611]]-[[25 April]] [[1644]]) adalah kaisar ke-16 dan terakhir dari [[Dinasti Ming]]. Dia bertahta dari tahun [[1627]] sampai 1644. Terlahir dengan nama '''Zhu Youjian''' (朱由检), anak kelima dari [[Kaisar Taichang]].
 
== Awal pemerintahan ==
Chongzhen tumbuh dalam lingkungan yang relatif tenang karena dia adalah putra paling bungsu dari Kaisar Taichang sehingga tidak menjadi objek perebutan kekuasaan seperti yang pernah dialami oleh kakaknya, [[Kaisar Tianqi]].
 
Chongzhen berusaha memerintah tanpa tergantung para kasim dan sebisa mungkin menyelamatkan dinastinya yang sudah bobrok. Dia rajin menghadiri rapat-rapat pemerintahan. Ketika mendengar bencana kelaparan di suatu daerah dia memerintahkan penanganan segera.
 
== Kesalahan ==
Sayang, maksud baik Chongzhen terhalang oleh korupsi yang telah menggerogoti tubuh pemerintahan dan kas negara yang makin menipis. Hal ini mempersulit mencari pejabat yang kompeten untuk mengisi posisi penting dalam pemerintahan. Yang lebih parah adalah sifat Chongzhen yang [[paranoid]], dia cenderung mencurigai pejabat-pejabat yang kompeten dan menjatuhkan hukuman mati dengan gegabah terhadap mereka. Salah satunya yang menjadi korban adalah [[Yuan Chonghuan]], jendral yang berjasa besar menahan serbuan suku [[Manchu]] selama bertahun-tahun di perbatasan utara.
 
Selama tujuhbelas tahun masa pemerintahannya, dia telah menggonta-ganti penasehat tinggi kerajaan sebanyak tiga orang karena ketidapercayaan dan rasa curiga. Ketidakadilan ini menimbulkan rasa tidak tenang di kalangan rakyat dan saling tidak percaya dan pecahnya kekompakkan di antara para pejabat. Dalam tubuh pemerintahan pun terjadi krisis sumberdaya manusia. Inilah yang mempercepat runtuhnya Dinasti Ming.
 
== Kejatuhan Dinasti Ming ==
Dalam dekade 1630-1640an, Dinasti Ming telah menunjukkan tanda-tanda kejatuhannya, bencana alam dimana-mana dan juga pemberontakan kaum petani. Serbuan suku Manchu dari utara makin memperkeruh situasi. April 1644, pasukan petani Dashun dibawah pimpinan [[Li Zicheng]] menginvasi ibukota [[Beijing]].
 
Chongzhen lalu mengumpulkan keluarganya dan memerintahkan mereka (kecuali putra-putranya) bunuh diri daripada menyerah pada musuh. Hampir semua dari mereka melakukan apa yang diperintahkannya, termasuk permaisuri yang menggantung dirinya, seorang selir yang menolak bunuh diri dibunuhnya sendiri dengan pedang. Seorang putrinya, [[Putri Chang Ping]] yang juga menolak bunuh diri ditebas lengan kirinya hingga putus. Kemudian bersama seorang kasimnya dia pergi ke Jingshan, bukit belakang istana. Disana Chongzhen menggantung dirinya di sebuah pohon, kasim yang menemaninya juga turut gantung diri setelah membantu junjungannya bunuh diri. Dengan demikian berakhirlah riwayat Dinasti Ming yang telah menguasai Tiongkok selama 276 tahun.
 
== Kaisar Chongzhen dalam budaya populer ==
Chongzhen sering muncul dalam kisah-kisah silat yang berlatar belakang keruntuhan dinasti Ming.
Misalnya ''Sword Stained with Royal Blood'' (碧血剑) karya [[Jin Yong]], ada bab dimana Jendral Yuan Chonghuan dan keluarganya dihukum mati atas perintah Chongzhen. Tokoh utama cerita ini, Yuan Chengzhi, seorang anak Yuan yang lolos dari hukuman itu belajar silat dan merencanakan balas dendam atas kematian ayahnya. Belakangan dia mengampuni Chongzhen, namun tak lama kemudian Li Zicheng menyerbu Beijing dan Chongzhen gantung diri.
 
== Lihat pula ==
[[Daftar Kaisar Dinasti Ming]]
 
== Pranala luar ==
Cheng Qinhua, ''Tales of the Forbidden City'', Bejing: Foreign Languages Press, 1997.
 
{{Kotak_mulai}}
{{Kotak_suksesi | pendahulu = [[Kaisar Tianqi]] | pengganti = [[Li Zicheng]] | jabatan = [[Kaisar Tiongkok]] | tahun = ([[Dinasti Ming]])<br />1627–1644}}
{{Kotak_selesai}}
 
259.487

suntingan