Media Indonesia: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
(→‎Sejarah: Lihat situs resmi MI)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Sejarah panjang serta motto "Pembawa Suara Rakyat" yang dimiliki oleh Media Indonesia bukan menjadi motto kosong dan sia-sia, tetapi menjadi ''spirit'' pegangan sampai kapan pun. Pada tahun 2010, Media Indonesia mengganti mottonya menjadi "Jujur Bersuara".
 
Sejak Media Indonesia ditangani oleh tim manajemen baru di bawah payung PT Citra Media Nusa Purnama, banyak pertanyaan tentang apa yang menjadi visi harian tersebut dalam industri pers nasional. Surya Paloh terjun pertama kali dalam industri pers tahun [[1985]] dengan menerbitkan harian Prioritas. Namun, Prioritas kurang bernasib baik, karena belum cukup lama menjadi koran alternatif bangsa dan SIUPP-nya dibatalkan Departemen Penerangan. Antara Prioritas dengan Media Indonesia memang ada "Benang Merah", yaitu dalam karakter kebangsaannya.
 
Surya Paloh sebagai penerbit Harian Umum Media Indonesia, tetap gigih berjuang mempertahankan kebebasan pers. Wujud kegigihan ini ditunjukkan dengan mengajukan kasus penutupan Prioritas ke pengadilan, bahkan menuntut Menteri Penerangan untuk mencabut Peraturan Menteri No. 01/1984 yang dirasakan membelenggu kebebasan pers di tanah air.