Indoktrinasi: Perbedaan revisi

6 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (→‎Kritik: minor cosmetic change)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
'''Indoktrinasi''' adalah sebuah proses yang dilakukan berdasarkan satu sistem nilai untuk menanamkan [[gagasan]], [[sikap]], sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu. Praktik ini seringkali dibedakan dari [[pendidikan]] karena dalam tindakan ini, orang yang diindoktrinasi diharapkan untuk tidak mempertanyakan atau [[pemikiran kritis|secara kritis menguji]] [[doktrin]] yang telah mereka pelajari. Instruksi berdasarkan prinsip-prinsip [[ilmu pengetahuan]], khususnya, tak dapat disebut indoktrinasi karena prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan menuntut evaluasi diri yang kritis dan sikap bertanya yang skeptis terhadap pikiran sendiri.
 
== Definisi ==
Indoktrinasi merujuk kepada serangkaian kegiatan yang berbeda-beda, sehingga upaya mencari definisi yang tunggal menjadi sulit. Di bidang [[psikologi]], [[sosiologi]], dan penelitian pendidikan, istilah-istilah yang lebih tepat seringkali lebih dipilih, termasuk (namun tak terbatas pada): [[sosialisasi]], [[propaganda]], [[manipulasi]], dan [[cuci otak]].
 
Dalam [[pendidikan]], pembedaan antara "indoktrinasi" (istilah yang tidak disukai) dengan "pengajaran nilai-nilai" (yang dapat diterima) khususnya menjadi sulit.
 
== Indoktrinasi ==
[[Indoktrinasi agama]] merujuk kepada ritual peralihan yang tradisional untuk mengindoktrinasi seseorang ke dalam suatu agama tertentu dan komunitasnya.
 
Kebanyakan kelompok agama mengajarkan anggota-anggotanya yang baru tentang prinsip-prinsip agama tersebut. Hal ini biasanya tidak disebut sebagai indoktrinasi karena konotasi negatif kata tersebut. [[Agama misteri]] membutuhkan suatu masa indoktrinasi sebelum seseorang dapat memperoleh akses kepada pengetahuan [[esoterik]].
 
== Indoktrinasi militer ==
|date = 1989
|pages = 524
|isbn = 0-8078-4253-2 }}</ref> bahwa tujuan dari frasa atau slogan-slogan seperti "darah untuk minyak," atau "sikat dan lari," tidak dimaksudkan untuk melanjutkan percakapan yang reflektif, melainkan menggantikannya dengan frasa-frasa yang menggugah emosi. Teknik ini diisebut [[klise pembunuh pikiran]].
 
== Rujukan ==