Legiun Asing Prancis: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi))
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Legiun Asing Perancis didirikan oleh [[Louis Philippe]], Raja [[Perancis]] waktu itu, pada tanggal [[10 Maret]] [[1831]]. Alasan utamanya saat itu adalah pelarangan masuknya warga negara asing untuk menjadi anggota Angkatan Darat Perancis setelah Revolusi Juli tahun 1830.
 
Tujuan dibentuknya legiun ini adalah untuk menghilangkan para pesakitan dalam masyarakat dan menggunakan jasa mereka untuk bertempur melawan musuh-musuh [[Perancis]]. Anggota-anggotanya dulu merupakan bekas pejuang-pejuang revolusi yang gagal di Eropa, tentara-tentara dari resimen asing yang telah dibubarkan (seperti Garda Swiss dan Resimen Hohenlohe), dan para pelaku tindak pidana kriminal pada umumnya, baik yang berasal dari [[Perancis]] maupun dari negara lain.
 
Dalam hitungan beberapa hari semenjak lahirnya Legiun Asing Perancis, pusat pendaftaran legiun di Langres, timur laut [[Perancis]], dipenuhi oleh para mantan tentara, orang asing yang terlunta-lunta, pelaku kriminal yang sedang melarikan diri dan orang-orang yang berambisi untuk memperoleh tanah koloni di [[Aljazair]]. Ketika pemerintah lokal Perancis mencoba untuk memasukkan para warga negara Perancis yang "tidak diinginkan" ke Legiun Asing, Raja Louis Philippe mengeluarkan peraturan tambahan yang tegas yang melarang warga negara Perancis untuk bergabung di dalamnya.
Walau mayoritas perwira Legiun Asing adalah warga negara Perancis, sekitar 10% dari semua perwira ini adalah mantan tamtama legiun yang naik pangkat. Sukarelawan asing kebanyakan adalah orang Eropa. Sebelum dan selama Perang Dunia II, banyak orang [[Yahudi]] dari [[Eropa]] Timur melarikan diri ke Perancis dan berujung pada bergabungnya mereka ke dalam Legiun Asing.
 
Setelah jatuhnya [[Nazi]] (''Third Reich'' atau Kerajaan Ketiga), orang-orang Jerman (sudah menjadi anggota mayoritas dari Legiun Asing sejak lama) diperkirakan berjumlah 60% dari total pasukan, dimana kebanyakan dari mereka datang langsung dari berbagai kamp tahanan [[Perang Dunia II]]. Bernard B. Fall, ahli terkemuka di bidang Indocina-Perancis dan penulis buku ''Street Without Joy'' dan ''Hell in a Very Small Place'', meragukan jumlah ini dan memperkirakan bahwa paling banyak orang Jerman hanya berjumlah 35% dari jumlah seluruh pasukan Legiun Asing setelah [[Perang Dunia II]]. Novel ''Devil's Guard'' menggambarkan pengalaman brutal seorang mantan Waffen-SS yang bergabung dengan legiun ini dan bertempur dengan rekan-rekannya sesama mantan SS melawan orang-orang Vietminh di Indocina. Selama pertengahan dekade 1980, sebagian besar Legiun Asing adalah orang-orang berkebangsaan [[Inggris]] dan [[Serbia]]. Saat ini Legiun Asing mendapatkan anggota-anggota baru dari negara-negara [[Afrika]] dan [[Balkan]] dengan jumlah yang terus bertambah.
 
Jabatan-jabatan dalam Legiun Asing secara historis diisi oleh para anggota yang berasal dari negara-negara yang tengah dalam krisis. Walau belum ada penelitian khusus terhadap motif para anggota itu untuk mendaftar di Legiun Asing, sangatlah mungkin bahwa kebanyakan pendaftar ini adalah orang-orang asing yang bertempat-tinggal tidak tetap yang terdampar di [[Perancis]] dan menjadi pengangguran. Untuk generasi-generasi yang lebih baru, banyak yang bergabung dengan legiun ini adalan orang-orang yang datang dari keluarga kelas menengah di negara yang kaya seperti [[Inggris]] dan [[Amerika Serikat]] (dan bahkan dari [[Perancis]] sendiri juga). Pada akhir dasawarsa 1980, Legiun Asing mendapatkan anggota baru yang sangat banyak dari mantan tentara Inggris yang meninggalkan Angkatan Darat Inggris akibat restrukturisasi. Pada satu saat, 2eme REP (Resimen Lintas Udara 2 Legiun Asing) memiliki banyak warga negara Inggris yang menduduki jabatan dalam kesatuan tersebut sehingga muncullah lelucon bahwa unit tersebut bernama 2eme PARA, nama yang merujuk pada Batalyon 2 Resimen Lintas Udara Angkatan Darat Inggris.