Roestam Effendi: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Hindia-Belanda +Hindia Belanda); perubahan kosmetika)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
== Riwayat ==
Roestam lahir dari pasangan [[Soelaiman Effendi]] dan Siti Sawiah. Ayahnya merupakan seorang fotografer, yang kemudian pindah ke [[Jakarta]] dan mendirikan Effendi Bank.<ref>Sejarah Kecil Vol. 4, Rosihan Anwar, Kompas Gramedia, 2010</ref> Roestam tamatan Sekolah Raja (''[[Kweekschool]]'') [[Bukittinggi]] yang kemudian melanjutkan sekolahnya di ''Hogere Kweekschool voor Indlanse Onderwijzers'' (Sekolah Guru Tinggi untuk Guru Bumiputra) di [[Bandung]]. Pada tahun 1926 ia pergi ke Belanda untuk melanjutkan pendidikan ''Hoofdakte''. Sejak masih duduk di bangku sekolah, Roestam sudah banyak menaruh minat pada soal-soal kebudayaan dan pernah bercita-cita hendak memperbaharui dunia sandiwara yang saat itu lebih bersifat komedi stambul.
 
== Karier ==
Sebelum pergi ke [[Belanda]], Roestam sempat beberapa lama menjadi kepala sekolah di Adabiah, Padang. Sebelum di Adabiah, ia pernah diangkat menjadi ''Waarnemend hoofd'' pada sekolah tingkatan [[HIS]] di [[Siak Sri Indrapura]]. Namun pengangkatan tersebut ditolaknya. Ia kemudian mendirikan sekolah partikelir yang diberi nama "Adabiah". Sebagai kepala sekolah, ia merasa memiliki kemerdekaan untuk berbuat. Sehingga ketika ia mengepalai sekolah, ia juga terjun ke dunia politik dan aktif menulis.
 
Selama 19 tahun (1928-1947) ia menetap di Belanda, dan bergabung dengan [[Partai Komunis Belanda]] (''Communistische Party Nederland'', CPN) dan selama 14 tahun (1933-1946) Roestam merupakan satu-satunya orang Hindia Belanda yang pernah menjadi anggota Majelis Rendah (Tweede Kamer) mewakili partai tersebut. <ref name="Roestam2">{{id}} Rampan, Korrie. Leksikon Sastra Indonesia. Balai Pustaka, 2000, Jakarta. Halaman 400 </ref>
 
== Naskah Drama ==
Karya Roestam yang cukup terkenal ialah ''[[Bebasari]]'', yaitu naskah drama yang ditulisnya pada tahun 1920-an. Naskah ini sempat dilarang oleh pemerintah Belanda ketika ingin dipentaskan oleh siswa [[MULO]] Padang dan para mahasiswa kedokteran di [[Batavia]] (Jakarta). Pelarangan itu disebabkan karena karya ini dianggap sindiran terhadap pemerintah Hindia Belanda.
 
Cuplikan teks Bebasari :
 
== Keluarga ==
Roestam Effendi memiliki empat adik laki-laki, diantaranya [[Bachtiar Effendi]], salah seorang aktor dan sutradara; Boes Effendi, politisi [[Partai Nasional Indonesia]]; serta Deibel Effendi, pemimpin pasukan pemuda Surabaya dan tewas dalam pertempuran dengan militer Belanda di Jawa Timur. Putranya Tammy Effendi, pernah menjabat sebagai direktur [[Taman Ismail Marzuki]]. Dia juga merupakan datuk (kakek) dari aktor sekaligus wakil gubernur [[Jawa Barat]], [[Dede Yusuf]].<ref>Rosihan Anwar, Latar Politik Dede Yusuf, Pikiran Rakyat.com</ref>
== Karya-karyanya ==