Karbala: Perbedaan antara revisi

4 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
(Deleted some contents that not match actual)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Nama kota bersejarah ini berasal dari akar etnis [[Assyria]], [[Babilonia]] atau [[Persia]]. Kota ini merupakan makam umat [[Kristiani]] sebelum diambil alih oleh Islam.
 
Kemasyhuran Karbala di antara kaum [[Syiah]] dikarenakan [[Pertempuran Karbala]] pada [[10 Oktober]] [[680]]. [[Husain bin Ali|Husain]] dan adiknya [[Abbas bin Ali|Abbas]] dikubur oleh seseorang dari suku Bani Asad, dan kemudian dikenal dengan nama [[Mashad al-Husain]]. Karbala berkembang di sekeliling makam tersebut.
 
Karbala dan makam itu berkembang pesat karena suksesnya para pemimpin Muslim, namun menderita kerusakan akibat diserang tentara. Makam asli dihancurkan oleh Khalifah [[Bani Abbasiyah]] [[al-Mutawakkil]] tahun [[850]] namun dibangun kembali tahun [[979]] lalu terbakar tahun [[1086]] sebelum dibangun kembali.
 
Seperti kota [[Najaf]], Karbala dilanda krisis air yang dapat terselesaikan pada awal abad ke-18 dengan membangun sebuah bendungan di kanal Husayniyya. Pada [[1737]] Karbala menggantikan [[Isfahan]] di [[Iran]] sebagai tempat tujuan utama bagi penerima beasiswa kaum Syiah. Ia mengalami kerusakan yang parah tahun [[1801]]. Setelah penyerangan itu, syekh asal Karbala mendirikan sebuah negara republik yang berakhir akibat kekuasaan [[Kesultanan Usmaniyah]] tahun [[1843]]. Peristiwa ini menyebabkan banyak pelajar dan cendekiawan pindah ke [[Najaf]], yang dijadikan sebagai pusat keagamaan Syiah..
Pembangunan kota Karbala dipengaruhi kuat oleh kaum [[Persia]] yang telah lama menjadi mayoritas penduduk (75% dari populasi Karbala hingga awal [[abad ke-20]]). Keluarga Kammuna, saudara [[Shah Iran]], menjadi penjaga makam itu selama bertahun-tahun dan menjadi penguasa Karbala hingga ia jatuh ke tangan [[Britania Raya]] tahun [[1915]]. Pengaruh Persia dikurangi dengan sengaja selama pemerintahan Britania Raya. Beberapa undang-undang nasional, seperti larangan bagi orang asing untuk menjabat sebagai pejabat pemerintah, diterbitkan untuk memojokkan masyarakat Persia. Hingga [[1957]], jumlah kaum Persia hanyalah 12% dari populasi Karbala. Mereka lama-kelamaan membaur dengan populasi Irak dan juga menerima kewarganegaraan Irak.
 
Hubungan Karbala dengan tradisi agama kaum [[Syi'ah]] menimbulkan kecurigaan di pihak pemerintah [[Iraq]] kaum [[Sunni]]. Selama pemerintahan [[Saddam Hussein]], perayaan keagamaan Syi'ah dilarang dan banyak kaum Syiah non-Irak yang tidak diizinkan mengunjungi Karbala. Pada [[1991]], Karbala rusak parah dan banyak orang tewas ketika sebuah pemberontakan oleh kaum Syi'ah setempat ditumpas oleh Saddam. Ziarah tahun [[2004]] adalah yang terbesar dalam beberapa dasawarsa terakhir dengan lebih dari satu juta orang mengikutinya. Namun, serangan bom pada [[21 Maret]] [[2004]], dikenal dengan [[Pembunuhan Massal Asyura]], menodai ziarah itu walaupun pengamanan ketat diberlakukan di Karbala.
1.110.122

suntingan