Prasasti Behistun: Perbedaan revisi

3 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
== Upaya penerjemahan ==
[[Henry Rawlinson]] adalah orang pertama pada zaman modern yang mendaki tebing terjal untuk mencapai batu berukir tersebut di musim panas tahun 1835. Ia berhasil membuat salinan tulisan kuneiform yang waktu itu belum ada yang bisa membaca. Rawlinson mengetahui kata ''Dârayavauš'' (Darius) di lokasi lain sebelumnya dan segera mengenalinya di monumen ini. Ketika ia menerima catatan dari sarjana Jerman Georg Friedrich Grotefend, yang mencapai kemajuan untuk memahami abjad Persia [[kuneiform]], Rawlinson berhasil memecahkan kode abjad itu. Baris pertama pasti mengejutkannya karena raja Darius menulis:
:"Aku adalah ''Dârayavauš'' sang raja, putra ''Vištâspa'', dari wangsa ''Hakhâmanisiya'' ([[Akhemeniyah]]), raja segala raja. Aku adalah raja di Pârsa ([[Persia]]). Ayahku adalah ''Vištâspa''. Ayah ''Vištâspa'' adalah ''Aršâma'', ayah ''Aršâma'' adalah ''Ariyâramna'', ayah ''Ariyâramna'' adalah ''Cišpiš'', dan ayah ''Cišpiš'' adalah ''Hakhâmaniš''.
Daftar ini ternyata serupa dengan daftar raja-raja dalam kitab sejarah tulisan peneliti Yunani [[Herodotus]] (Historia 7.11), di mana nama-nama itu ditulis sebagai ''Darius'', ''Hystaspes'', ''Arsames'', ''Ariaramnes'', ''Teispes'' dan ''Achaemenes''. Dalam waktu 2 minggu Rawlinson dapat menemukan makna semua 42 simbol dari abjad Persia kuno.<ref>[http://www.livius.org/be-bm/behistun/behistun02.html#Discovery Inskripsi Behistun - Penemuan]</ref>
== Terjemahan ==
Sebagian isi Inskripsi Behistun adalah mengenai sejarah kerajaan Persia sebelum masa pemerintahan [[Darius Agung]], antara lain bertuliskan:
:(10) ... Seorang putra [[Koresh Agung|Koresh]], bernama ''Cambyses'', seorang dari wangsa kami, adalah raja di sini sebelum aku. Cambyses itu mempunyai seorang saudara laki-laki, Smerdis namanya, dari satu ibu dan satu ayah dengan Cambyses. Kemudian, Cambyses membunuh Smerdis ini. Setelah Cambyses membunuh Smerdis, tidaklah diketahui oleh rakyat bahwa Smerdis sudah dibunuh. Setelahnya, Cambyses pergi ke Mesir. Ketika Cambyses sudah berangkat ke Mesir, rakyat menjadi rusuh, dan dusta beredar di seluruh negeri, termasuk di Persia dan Media, dan di provinsi-provinsi lainnya.
:(11) Raja Darius bersabda: Sesudahnya, ada seseorang, orang Magi, Gaumâta namanya, membangkitkan pemberontakan di Paišiyâuvâdâ, di gunung yang disebut Arakadriš. Pada hari ke-14 bulan Viyaxana [11 Maret 522] ia memberontak. Ia berdusta kepada rakyat, katanya: 'Akulah Smerdis, putra Koresh, saudara laki-laki Cambyses.' Kemudian seluruh rakyat memberontak, dan dari Cambyses mereka beralih tunduk kepadanya, baik Persia dan Media, dan provinsi-provinsi lain. Ia merebut kerajaan; pada hari ke-9 bulan Garmapada [1 Juli 522] ia merebut kerajaan. Sesudahnya, Cambyses wafat karena sebab alamiah.
:(13) ... Pada hari ke-10 bulan Bâgayâdiš [29 September 522] aku, dengan sedikit orang, membunuh Gaumâta itu, orang Magi, dan para pejabat utama yang adalah pengikutnya. Di benteng yang disebut Sikayauvatiš, di daerah bernama Nisaia di Media, aku membunuhnya; aku merebut kerajaan darinya. Dengan rahmat Ahuramazda aku menjadi raja; Ahuramazda memberiku kerajaan ini.<ref>[http://www.livius.org/be-bm/behistun/behistun03.html#Discovery Inskripsi Behistun - Terjemahan]</ref>