Teater Populer: Perbedaan revisi

18 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Robot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
[[Berkas:Logotp.jpg|thumb|Logo Teater Populer]]'''Teater Populer''' adalah salah sebuah kelompok [[teater]] [[Indonesia]] yang berdiri pada tahun [[1968]]. Kelompok yang didirikan oleh [[Teguh Karya]], ini sudah memproduksi ratusan pertunjukan, melahirkan banyak bintang, dan menjadi ikon teater di Indonesia<ref>http://www.teaterpopuler.com</ref>. Pada awalnya, kelompok ini bernama ''Teater Populer Hotel Indonesia'', beranggotakan 12 orang dari mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan teaterawan independen. Karya pertama yang dipertunjukkan adalah naskah pendek ''Antara Dua Perempuan'', karya Alice Gestenberg dan ''Kammerherre Alving'' (Ghost), karya [[Henrik Ibsen]]. <ref>http://teaterpopuler.blogspot.com/2011/04/sejarah-teater-populer.html</ref>
 
== Sejarah ==
Jangkauan utama kelompok ini adalah menanamkan apreasiasi [[teater]] terhadap masyarakat dengan pendekatan bertahap. Dan gebrakan demi gebrakan telah berhasil menggaet sekitar 3000 peminat yang bersedia menjadi penonton tetap dengan membayar iuran. Produktivitas kelompok ini luar biasa. Untuk masa dua tahun, Teater Populer HI sanggup menggelar produksi panggung sekali dalam sebulan. Di dalam proses perjalanannya, kelompok ini kemudian memisahkan diri dari manajemen Hotel Indonesia dan mengubah nama grup menjadi Teater Populer.
 
Karya-karya pentas yang dianggap kalangan kritikus sebagai puncak eksplorasi kelompok ini antara lain; ''Jayaprana'' karya Jef Last, ''Pernikahan Darah'' karya [[Federico García Lorca]], [[Inspektur Jendral|''Inspektur Jendral'']] karya [[Nikolai Gogol]], ''Woyzeck'' karya [[Georg Büchner]], dan ''Perempuan Pilihan Dewa'' karya Bertolt Brecht. Semuanya disutradarai [[Teguh Karya]].
 
Sebelum meninggal, Teguh Karya mendirikan Yayasan Teater Populer yang saat ini yayasan serta sanggar Teater Populer diteruskan oleh [[Slamet Rahardjo|Slamet Rahardjo Djarot]].
Kegiatan Teater Populer bukan hanya di panggung saja, tetapi juga di televisi. Pada tahun [[1971]], kelompok ini melahirkan sebuah karya film berjudul ''Wajah Seorang Laki-laki''. Sejak saat itu, teater-film-televisi, merupakan bagian kegiatan yang tak terpisahkan dari Teater Populer<ref>http://teguhkarya.perfilman.pnri.go.id/biography/</ref>.
 
Beberapa nama yang populer lewat Teater Populer antara lain:
* [[Teguh Karya]]
* [[Slamet Rahardjo|Slamet Rahardjo Djarot]]
* [[Christine Hakim]]
* [[Franky Rorimpandey]]
* [[George Kamarullah]]
* [[Henky Solaiman]]
* Benny Benhardi
* [[Niniek L. Karim]]
* Sylvia Widiantono
* Dewi Matindas
* [[Alex Komang]]
* [[Nungki Kusumastuti]]
* Arya Dega
* Tri Rahardjo
* [[Hendro Djarot]]
 
== Pranala luar ==