Ar-Rahman: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
HsfBot (bicara | kontrib)
k clean up, replaced: hakekat → hakikat using AWB
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: Perubahan kosmetika
Baris 40:
Tentu banyak yang bertanya-tanya mengapakah diartikan sebagai pemilik nikmat panjang dari dunia hingga akhirat? Banyak sekali alasannya di antara adalah
# Penjelasan dengan Al Qur'an sendiri. Al Qur'an menjelaskan dirinya sendiri dengan keindahan serta keagungan ayat-ayatnya.
# Penjelasan melalui hikmah penamaan surat dalam Al Qur'an. Bahwa nama-nama surat dalam Al Qur'an mempunyai hikmah yang sangat banyak dan hanya dapat kita selami apabila kita benar-benar ditaqdirkan untuk memahaminya.
# Penyebutan asma Allah yang dikombinasikan dengan nama yang lainnya dalam Al Qur'an tentu mempunyai makna, hikmah dan penjelasan yang bermanfaat dalam menjalani [[Iman]] dan [[Islam]]. contoh : Ar Rahmaan dan Ar Rohiim akan mempunyai makna '''sir'''/rahasia yang berbeda dengan Ar Rahmaan dan Ar Rosyiid, dsb.
# Hikmah dan pelajaran bagi [[ulil albab]] dalam Al Qur'an sangat banyak semakin ditafakuri dan semakin di-imani semakin banyak pula penjelasan yang didapat apalagi apabila di akhir diayat tersebut sebutkan komposisi asma Alloh yang tertentu maka akan memiliki hikmah, makna dan penjelasan bagi [[ulil albab]] atau bagi kaum yang mau bertafakkur.
Baris 64:
Bukti yang memperkuat bahwa Ar Rahmaan ini berbeda apabila di bandingkan [[Ar Rahiim]] adalah :
# QS Ar Rahmaan : 1 dan 2 ; Ar Rahmaan; yang mengajarkan (yang mengilmukan) [[Al Qur'an]]. Dari arti di atas sangatlah jelas bahwa Ar Rahmaan yang mengilmukan atau mengajarkan [[Al Qur'an]] sementara kita mengetahui bahwa [[Al Qur'an]] meliputi seluruh aspek dari [[dunia]] hingga [[akhirat]] jadi dapat disimpulkan bahwa Ar Rahmaan itu adalah pemilik nikmat besar dan panjang dari [[dunia]] hingga [[akhirat]]. Sangat jelas disini tidak di sebutkan [[Ar Rahiim]] karena Ar Rohiim adalah Dzat Allah yang mutlak memiliki nikmat pendek hanya sebatas di dunia saja. Oleh karena itu dalam menerangkan akherat atau keabadian serta tentang ibadah yang dipergunakan adalah asma Ar Rahmaan bukannya [[Ar Rahiim]]. [[Al qur'an]] penuh muzizat dalam menerangkan dirinya sendiri, lalu mengapakah kita tidak bisa mengambil hikmah darinya?
# Asma atau nama Ar Rahmaan ini juga ditekankan secara khusus di dalam [[Al Qur'an]] surat [[Al Israa]] surat ke 17 ayat 110, ditekankan nama Ar Rahmaan adalah termasuk [[Asma'ul Husna]] yang disarankan secara khusus untuk diseru, mempergunakannya, mempelajari dan mengamalkannya.
# Asma Ar Rahmaan ini dipergunakan oleh Allah swt dengan dipergunakannya sebagai nama surat di [[Al Qur'an]] yang ke 55, sementara Ar Rahiim tidak dipergunakan sebagai nama surat dalam [[Al Qur'an]]. Terlihat bahwa ini merupakan suatu ke khususan asma Ar Rahmaan dibandingkan Ar Rahiim. Pasti ada hikmah yang sangat mendalam mengapakah [[Ar Rahmaan]] dipergunakan sebagai nama surat sementara [[Ar Rahiim]] tidak.
# Ada pembelajaran bahwa pada zaman [[jahiliyyah]] orang-orang musyrikpun sudah mengenal nama-nama Tuhan seperti Ar Rohiim dan lain sebagainya, akan tetapi mereka belum mengetahui atau belum pernah mendengar nama [[Allah swt]] Ar Rahmaan, sehingga mereka memperolok [[Rasululloh saw]] yang mulia pada saat berdoa menggunakan [[Asma ul Husna]] [[Ar Rahmaan]], sehingga [[Allah swt]] ta'ala, menurunkan wahyu surat [[Al Isra]] ayat 110.
# Banyak ayat [[Al Qur'an]] yang bila dilihat secara keseluruhan bahwa perintah beribadah, bersujud, berzikir di kaitkan dengan asma Ar Rahmaan, dan sangat jarang dengan asma [[Ar Rahiim]].
# Menurut [[Al Ghazali]] dalam [[Al Maqshad al A'la]], Asma Ar Rahmaan tidak dapat dipergunakan kepada manusia karena ke khususannya sementara asma [[Ar Rahiim]] dipergunakan untuk manusia. Ada beberapa ulama lama sesudahnya yang berusaha melemahkan pendapat Imam [[Al Ghazali]] dengan berbagai alasan yang 'nampak' masuk akal tetapi sebenarnya adalah berdasarkan anggapan-anggapan yang disusupkan oleh orang-orang yang dengki kepada Islam. Pendapat Imam [[Al Ghazali]]pun semakna dengan Imam [[Al Qusyairi]].
# Berdasarkan hadits Abu Dawud dan At Tirmidzi, " Aku adalah Ar Rahmaan, aku menciptakan [[Ar Rahiim]].... (bila diresapi semakin terasa akan kekhususan, keglobal-an dan kebesaran serta keistimewaan asma Ar Rahmaan sehingga asma [[Ar Rahiim]] adalah hasil dari penciptaan Ar Rahmaan. Berdasarkan hal hadis ini asma Ar Rahmaan lebih dahulu di bandingkan dengan asma Ar Rahiim, sehingga sewajarnya sajalah bila cakupan himah dan makna yang tersembunyinyapun akan berbeda.
# Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rosululloh Saw bersabda, " [[Allah]] ta'ala memiliki seratus bagian rahmat. Hanya satu bagian yang dicurahkanNya kepada alam semesta, dibagikanNya kepada seluruh mahlukNya. Rasa kasih sayang (Ar Rahiim) yang ada pada mahlukNya di antara sesama berasal dari bagian itu. Adapun 99 bagian lainnya disimpaNya untuk hari akhirat ketika Dia akan memberikan kepada orang yang beriman"
 
Baris 78:
Ar Rahmaan apabila di bagi dalam tulisan Arab menajadi Alif Lam Ra Ha Mim Nun, Ke enam huruf [[Hijaiyyah]] ini apabila kita teliti dalam [[Al Qur'an]] merupakan [[Ismun Jami']], yaitu [[Alif Lam Ra]], [[Ha Mim]] dan [[Nun]]
 
Ar Rahmaan adalah sejenis ''ism 'alam'', karena tidak ada yang menyandang sifat itu selain [[Allah]] ta'ala. Mengapakah kita bersikeras memahami bahwa Ar Rahmaan hanya 'pengasih di dunia saja'? Lalu bagaimana di akherat? Begitu banyak penjelasan dari Al Qur'an yang begitu jelas, mengapakah hati kita susah menerimanya? Bila dikatakan Iman kepada Kitab-Kibat Allah ta'ala tentu akan segera mengimani bahwa Ar Rahmaan adalah yang memiliki nikmat besar dari dunia hingga akhirat.
Rahmat, Nikmat, karunia yang terkandung dalam asma Ar Rahmaan itu pasti mencakup, meliputi dari dunia hingga akhirat. (lihat hikmah, rahasia pemahaman asma Ar Rahmaan dalam Al Qur'an).
Baris 91:
 
Kata Ar Rahmaan di dalam [[Al Qur'an]] terdapat sebanyak 57 kali dan menjadi nama surat dalam [[Al Qur'an]] yang ke 55.
# [[Al Fatihah]] 1 : 1
# [[Al Fatihah]] 1 : 3
# [[Al Baqoroh]] 2 : 163
Baris 167:
== Ismul 'Adham ==
Ismul 'Adham adalah nama-nama Alloh yang agung. Semua asma Alloh ta'ala sama agungnya dan sama mulianya, akan tetapi masing-masing asma mempunyai :
# Kekhususan dalam '''makna''' dan '''arti''',
# Ke-khusus-an dalam '''hikmah''',
# Ke-khusus-an dalam '''rahasia''' serta '''rahasia dari rahasia''',
# Ke-khusus-an '''dalam penerapan''' dan '''pengamal-an''',
# Ke-khusus-an '''dalam menteladaninya'''.