Prasasti Ciaruteun: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
== Penemuan ==
Pada tahun 1863 di [[Hindia Belanda]], sebuah batu besar dengan ukiran aksara purba dilaporkan ditemukan di dekat Tjampea (Ciampea), tak jauh dari Buitenzorg (kini Bogor). Batu berukir itu ditemukan di Kampung Muara, di aliran sungai Ciaruteun, salah satu anak [[sungai Cisadane]].<ref name="Zahorka"/>{{rp|15}} Segera pada tahun yang sama, Prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional) di Batavia. Akibat banjir besar pada tahun 1893 batu prasasti ini terhanyutkan beberapa meter ke hilir dan bagian batu yang bertulisan menjadi terbalik posisinya ke bawah. Kemudian pada tahun 1903 prasasti ini dipindahkan ke tempat semula.
 
Pada tahun 1981 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat dan memindahkan prasasti batu ini agar tidak terulang terseret banjir bandang. Selain itu prasasti ini kini dilindungi bangunan pendopo, untuk melindungi prasasti ini dari curah hujan dan cuaca, serta melindunginya dari tangan jahil. Replika berupa cetakan resin dari prasasti ini kini disimpan di tiga museum, yaitu [[Museum Nasional Indonesia]] dan [[Museum Sejarah Jakarta]] di Jakarta dan [[Museum Sri Baduga]] di Bandung.<ref name="Zahorka"/>{{rp|16}}
 
== Isi ==
[[FileBerkas:Ciaruteun 140101-0086 cia.JPG|thumb|250px|right|Tulisan pada batu prasasti yang asli di tempatnya yang baru di [[Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor|Ciaruteun Ilir]] ]]
Prasasti Ciaruteun bergoreskan aksara [[Pallawa]] yang disusun dalam bentuk seloka [[bahasa Sanskerta]] dengan metrum Anustubh yang terdiri dari empat baris dan pada bagian atas tulisan terdapat pahatan sepasang telapak kaki, gambar umbi dan sulur-suluran (pilin) dan [[laba-laba]].
 
'''Teks''':</BR>
* [[Aksara Melayu]]-->
 
== Referensi ==
{{reflist}}
 
== Rujukan ==
# H.P. Hoepermans “Hindoe-Oudheden van Java (1864}” ''ROD'' 1913:75
# J.F.G. Brumund “Bijdragen tot de kennis van het Hindoeisme op Java” ''VBG'' XXXIII 1868:64
# J.Ph. Vogel “the Earliest Sanskrit Inscription of Java” ''POD''. I. 1925:21-24. Plate 28-29
# N.J. Krom “Inventaris der Hindoe-oudheden” ''ROD''. 1914, 1915:30 (di dalam keterangan atau catatan nomor 61)
# R.M.Ng. Poerbatjaraka ''Riwayat Indonesia'' I 1952:12
# L.Ch. Damais “Les Ecritures d’Origine Indienne en Indonesie et dans le Sud-Est Asiatique Continental” ''BSEI''. XXX(4). L955:365-382. Khususnya prasasti Ciaruteun.
# Bambang Soemadio (''et al''. editor) ''Sejarah Nasional Indonesia'' II, Jaman Kuna. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1975:39-40; 1984:40
 
{{coor title dms|6|31|23.6|S|106|41|28.2|E}}
 
[[Kategori:Kerajaan Tarumanagara]]
[[Kategori:Situs arkeologi di Jawa Barat]]