Bima (Mahabharata): Perbedaan revisi

3 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Migrasi 1 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:Q3651886)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
== Masa muda ==
[[Berkas:Child bhima fight with Nagas.jpg|right|260px|thumb|Bima kecil bergumul dengan para ular.]]
Pada masa kanak-kanak, kekuatan Bima tidak ada tandingannya di antara anak-anak sebayanya. Kekuatan tersebut sering dipakai untuk menjahili para sepupunya, yaitu Korawa. [[Duryodana]]—salah satu Korawa—sangat benci dengan sikap Bima yang selalu jahil. Kebencian tersebut berkembang menjadi niat untuk membunuh Bima. Pada suatu hari ketika para [[Korawa]] serta [[Pandawa]] pergi bertamasya di daerah [[sungai Gangga]], [[Duryodana]] menyuguhkan makanan dan minuman kepada Bima, yang sebelumnya telah dicampur dengan [[racun]]. Karena Bima tidak curiga, ia menyantap makanan tersebut. Makanan tersebut membuat Bima jatuh pingsan, lalu tubuhnya diikat kuat-kuat oleh Duryodana dengan menggunakan tanaman menjalar, setelah itu dihanyutkan ke sungai Gangga dengan rakit. Saat rakit yang membawa Bima sampai di tengah sungai, ular-ular yang hidup di sekitar sungai tersebut mematuk badan Bima. Secara ajaib, bisa ular tersebut berubah menjadi penangkal bagi racun yang dimakan Bima. Ketika sadar, Bima langsung melepaskan ikatan tanaman menjalar yang melilit tubuhnya, lalu ia membunuh ular-ular yang menggigit badannya. Beberapa ular menyelamatkan diri untuk menemui rajanya, yaitu [[Antaboga]] (Naga Basuki). Saat Antaboga mendengar kabar bahwa putra [[Pandu]] yang bernama Bima telah membunuh anak buahnya, ia segera menyambut Bima dan memberinya minuman, yang semangkuknya memiliki kekuatan setara dengan sepuluh gajah.<ref>{{cite web|url=http://www.sacred-texts.com/hin/m05/m05022.htm|title=Mahabharata Text}}</ref> Bima meminumnya tujuh mangkuk, sehingga tubuhnya menjadi sangat kuat, setara dengan tujuh puluh gajah. Bima tinggal di istana Naga Basuki selama delapan hari, dan setelah itu ia pulang.
 
Pada usia remaja, Bima dan saudara-saudaranya dididik dan dilatih dalam bidang militer oleh [[Drona]]. Dalam mempelajari senjata, Bima lebih memusatkan perhatiannya untuk menguasai ilmu menggunakan [[gada]], sebagaimana [[Duryodana]]. Mereka berdua menjadi murid [[Baladewa]], yaitu saudara [[Kresna]] yang mahir dalam menggunakan senjata gada. Dibandingkan dengan Bima, Baladewa lebih menyayangi Duryodana, dan Duryodana juga setia kepada Baladewa.
== Peristiwa di Hidimbawana ==
 
Di Hidimbawana, Bima bertemu dengan raksasa wanita bernama [[Hidimbi]]. Hidimbi menyamar menjadi wanita normal dan jatuh cinta kepada Bima. [[Hidimba]] (kakak Hidimbi) marah karena Hidimbi telah jatuh cinta dengan seseorang yang seharusnya menjadi santapan mereka. Perkara itu berujung pada perkelahian antara Bima dengan Hidimba. Bima memenangkan pertarungan dan berhasil membunuh Hidimba. Kemudian Bima menikah dengan Hidimbi. Seorang putra yang diberi nama [[Gatotkaca]] lahir dari perkawinan mereka. Bima dan keluarganya tinggal selama beberapa bulan bersama dengan Hidimbi dan Gatotkaca, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan.
 
== Pembunuh Raksasa Baka ==
 
=== Istri dan keturunan ===
Bima tinggal di kadipaten Jodipati, wilayah [[Indraprastha]]. Ia mempunyai tiga orang istri dan tiga orang anak, yaitu:
# Dewi Nagagini, berputra (mempunyai putra bernama) Arya Anantareja,
# Dewi [[Hidimbi|Arimbi]], berputra Raden [[Gatotkaca]] dan