Buka menu utama

Perubahan

1 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Pada sekitar tahun 1994, Junaidi tak luput dari krisis moneter yang melanda Malaysia. Beberapa tokonya terjual, sehingga hanya menyisakan dua toko saja. Sejak itulah Junaidi berpikir akan menjalankan usaha yang tahan terhadap krisis, yang kemudian menjatuhkan pilihannya pada usaha restoran.
 
Nasib kemudian membawanya bertemu dengan [[Auwines]] asal [[Sungai Puar, Agam]], seorang pengusaha restoran yang telah sukses mendirikan beberapa restoran Sari Ratu dan berbagai usaha lainnya di di Indonesia dan Malaysia. Pada tahun 2001 merekapun bersepakat mendirikan restoran masakan Minang dengan gaya yang berbeda di Desa Pandan. Usaha inipun berkembang pesat, lalu kemudian membuka cabang baru di Genting Highlands, dan berlanjut dengan cabang baru di Bukit Bintang, Kuala Lumpur, diikuti perluasan di area Ampang Water Front yang sempat diresmikan oleh [[Megawati]], serta di Mid Valley, Kuala Lumpur. Pada 7 April 2008, cabang kelima di di kawasan Kelana Jaya, [[Petaling Jaya]] diresmikan oleh Tatang Budie Utama Razak, Kuasa Usaha AD Interim [[KBRI]] Kuala Lumpur yang juga Wakil [[Duta Besar]] Indonesia di Malaysia. Jaringan restoran ini akhirnya dikenal dengan nama Indonesia Food, Authentic Nasi Padang yang bertaraf internasional.<ref name="dbswebmatic.com">[http://wm293341.dbswebmatic.com/?pg=articles&article=11413 "H Junaidi Jaba, Sukses Membawa Masakan Padang Berkelas Internasional"] ''Korandigital.com'', 01-10-2010. Diakses 30-11-2014.</ref>
 
Selain memiliki jaringan restoran Sari Ratu di Malaysia, Junaidi juga memiliki usaha garmen serta berbagai usaha lainnya di Jakarta dan Singapura.<ref name="padangmedia.com/1-Berita/68409">[http://padangmedia.com/1-Berita/68409-Pengusaha-Malaysia-Asal-Minang-Pekerjakan-Tamatan-SMK-dari-Padang.html "Pengusaha Malaysia Asal Minang Pekerjakan Tamatan SMK dari Padang"] ''Padangmedia.com'', 27-06-2011. Diakses 30-11-2014.</ref>