Sejarah sains: Perbedaan revisi

19 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
{{Sejarah sains kotak sisi}}
'''Sejarah sains''' adalah studi tentang sejarah perkembangan [[sains]] dan pengetahuan ilmiah, termasuk [[ilmu alam]] dan ilmu sosial.
(sejarah seni dan humaniora disebut sebagai sejarah filologi) Dari abad ke-18 sampai akhir abad ke-20, sejarah sains, khususnya ilmu fisika dan biologi, sering disajikan dalam narasi progresif yang mana teori yang benar menggantikan keyakinan yang salah.
<ref>{{cite book
'''[[Sains]]''' adalah sekumpulan pengetahuan empiris, [[Teori|teoretis]], dan pengetahuan [[Pengetahuan prosedur|praktis]] tentang [[Alam|dunia alam]], yang dihasilkan oleh para ilmuwan yang menekankan pengamatan, [[penjelasan ilmiah|penjelasan]], dan prediksi dari [[fenomena]] di dunia nyata.
[[Historiografi]] dari sains, sebaliknya, seringkali mengacu pada [[metode historis]] dari [[sejarah intelektual]] dan [[sejarah sosial]].
Namun, kata ''scientist'' dalam bahasa Inggris relatif baru—pertama kali diciptakan oleh [[William Whewell]] pada abad ke-19. Sebelumnya, orang yang menyelidiki alam menyebut diri mereka sendiri sebagai [[filsuf alam]].
 
Sementara [[Penemuan (observasi)|investigasi]] [[empiris]] dari dunia alam telah diuraikan sejak [[Era Klasik]] (misalnya, oleh [[Thales]], [[Aristoteles]], dan lain-lain), dan [[metode ilmiah]] telah digunakan sejak [[Abad Pertengahan]] (misalnya, oleh [[Ibn al-Haytham]], dan [[Roger Bacon]] ), munculnya [[#sains modern|sains modern]] terkadang ditelusuri kembali ke [[periode modern awal]], selama masa yang dikenal sebagai [[Revolusi Ilmiah]] yang terjadi pada abad ke-16 dan ke-17 di Eropa.
"Untuk tujuan kita, sains dapat didefinisikan sebagai urutan pengetahuan dari fenomena alam dan hubungan antara mereka." William C. Dampier-Whetham, "Science", dalam ''Encyclopedia Britannica,'' edisi ke-11. (New York: Encyclopedia Britannica, Inc, 1911);
"Sains terdiri dari, pertama, pemahaman yang runtun dan sistematis, deskripsi dan / atau penjelasan dari fenomena alam dan, kedua, [matematika dan logika] alat yang diperlukan untuk usaha tersebut".
Marshall Clagett, ''Greek Science in Antiquity'' (New York: Collier Books, 1955);
"Sains adalah penjelasan sistematis dari fenomena yang dirasakan atau fenomena imajiner, atau didasarkan pada penjelasan seperti itu. Matematika menemukan tempatnya dalam sains hanya sebagai salah satu bahasa simbolis di mana penjelasan ilmiah dapat diekspresikan."
David Pingree, "Hellenophilia versus the History of Science," ''Isis'' '''83''' , 559 (1982);
[[Pat Munday]], entry "History of Science," ''New Dictionary of the History of Ideas'' (Charles Scribner's Sons, 2005).
</ref>
 
== Budaya awal ==
 
{{Main|Sejarah sains di budaya awal}}
</ref>
<ref>
Francesca Bray (1984), ''Science and Civilisation in China'' '''VI.2''' '''''Agriculture'' ''' pp 299, 453 menulis bahwa [[Teosinte]], 'bapaknya gandum' membantu sukses dan pentingnya gandum saat ditanam antara barisan-barisan 'anaknya', [[jagung]].
</ref>
Demikian pula, bukti arkeologi menunjukkan perkembangan pengetahuan astronomi pada masyarakat yang pra-buta-huruf.
Fakta dasar tentang fisiologi manusia dikenal di beberapa tempat, dan [[alkimia]] dipraktikkan dibeberapa peradaban.
<ref>
Lihat Homer ''Odyssey'' [http://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus%3Atext%3A1999.01.0136%3Abook%3D4%3Acard%3D219 4,227-232] '[Orang Mesir] adalah ras dari Paeeon [(dokter bagi dewa-dewi)]'
</ref>
<ref>
Lihat, misalnya Joseph Needham (1974, 1976, 1980, 1983) dan rekan penulis-nya, ''Science and Civilisation in China,'' '''V,''' Cambridge University Press, khususnya:
* Joseph Needham dan Lu Gwei-Djen (1974), ''', V.2 Spagyrical Discovery and Invention: Magisteries of Gold and Immortality'''
* Joseph Needham, Ho Ping-Yu [Ho Peng-Yoke], dan Lu Gwei-Djen (1976), '''V.3 Spagyrical Discovery and Invention: Historical Survey, from Cinnabar Elixirs to Synthetic Insulin'''
{{Further|Astronomi Babilonia|Matematika Babilonia|Pengobatan Babilonia|Astronomi Mesir|Matematika Mesir|Pengobatan Mesir}}
 
[[FileBerkas:SumerianClayTablet,palm-sized422BCE.jpg|thumb|Papan tanah liat [[Mesopotamia]], tahun 492 SM. Tulisan memungkinkan pencatatan informasi [[astronomi]].]]
 
Sejak awal di [[Sumeria]] (sekarang [[Irak]]) sekitar 3500 SM, orang [[Mesopotamia]] mulai mencoba untuk merekam beberapa [[pengamatan]] dunia dengan [[data numerik]].
{{Main|Sejarah sains di era klasik}}
 
[[FileBerkas:Sanzio 01.jpg|thumb|300px|''[[The School of Athens]]'' oleh [[Raphael]].]]
 
Dalam [[Era Klasik|Peninggalan Kuno Klasik,]] penyelidikan tentang cara kerja alam semesta terjadi baik dalam penyelidikan yang ditujukan untuk tujuan praktis seperti membuat kalender yang dapat digunakan atau menentukan bagaimana cara menyembuhkan berbagai penyakit dan dalam investigasi abstrak yang dikenal sebagai [[filsafat alam]].
Orang-orang kuno yang dianggap sebagai ''[[ilmuwan]]'' pertama mungkin menganggap diri mereka sebagai ''filsuf alam'', sebagai praktisi dari profesi terampil (misalnya, dokter), atau sebagai pengikut tradisi keagamaan (misalnya, tabib kuil).
 
Para filsuf Yunani awal, yang dikenal sebagai [[pra-Sokrates]],
memberikan jawaban alternatif atas pertanyaan-pertanyaan yang ditemukan dalam mitos-mitos di daerah sekitar mereka: "Bagaimana [[Kosmos]] yang teratur tempat di mana kita hidup terbentuk?"
<ref>
F.M. Cornford, ''Principium Sapientiae: The Origins of Thought Filosofis Yunani,'' (Gloucester, Mass, Peter Smith, 1971), hlm. 159.
</ref>
Filsuf pra-Sokrates, [[Thales]] (640-546 SM), yang dijuluki "bapak sains", adalah yang pertama mendalilkan penjelasan non-supranatural untuk fenomena alam, misalnya, tanah yang mengapung di atas air dan bahwa gempa bumi disebabkan oleh agitasi dari air yang di atasnya tanah mengapung, bukan oleh dewa Poseidon.
Tulisan Aristoteles sangat mempengaruhi pelajar-pelajar [[Sains pada abad pertengahan Islam|Islam]] dan [[Sains pada Abad Pertengahan Eropa|Eropa]] selanjutnya, meskipun mereka akhirnya digantikan dengan [[Revolusi Ilmiah]].
 
[[FileBerkas:Archimedes pi.svg|thumb|right|Archimedes menggunakan metode penghabisan untuk memperkiran nilai [[pi|π]].]]
 
Warisan penting periode ini termasuk kemajuan substansial dalam pengetahuan faktual, terutama dalam [[anatomi]], [[zoologi]], [[botani]], [[mineralogi]], [[geografi]], [[matematika]] dan [[astronomi]]; kesadaran akan pentingnya permasalahan ilmiah tertentu, khususnya yang berkaitan dengan masalah perubahan dan penyebabnya, dan pengakuan terhadap pentingnya penerapan metodologi matematika untuk fenomena alam dan dalam melakukan penelitian empiris
<ref>
G. E. R. Lloyd, ''Early Greek Science: Thales to Aristotle'' , (New York: W. W. Norton, 1970), pp. 144-6.
</ref>
 
[[FileBerkas:Antikythera mechanism.svg|thumb|Skema mekanisme Antikythera (150-100 SM).]]
 
[[FileBerkas:Rough diamond.jpg|thumb|Bentuk oktahedral dari sebuah berlian.]]
 
Astronom [[Aristarkhus dari Samos|Aristarchus dari Samos]] adalah orang pertama yang diketahui mengusulkan model heliosentris dari tata surya, sedangkan ahli geografi [[Eratosthenes]] secara akurat menghitung keliling Bumi. [[Hipparchus]] (sekitar 190 - 120 SM) memproduksi [[Rentang waktu pemetaan astronomis, katalog, dan survey|katalog bintang]] sistematis yang pertama.
Tingkat pencapaian dalam [[astronomi]] dan [[Teknik|rekayasa]] Helenistik secara mengesankan ditunjukkan oleh [[mekanisme Antikythera]] (150-100 SM), sebuah [[komputer analog]] untuk menghitung posisi planet.
Artefak teknologi dengan kompleksitas yang sama tidak muncul lagi sampai abad ke-14, ketika [[jam astronomi]] mekanik muncul di [[Eropa]].
<ref name="insearchoflosttime">
In search of lost time, Jo Marchant, ''Nature'' '''444''' , #7119 (November 30, 2006), pp. 534–538, {{doi|10.1038/444534a}} PMID 17136067.
</ref>
 
Dalam [[pengobatan]], [[Hippocrates]] (sekitar 460 - 370 SM) dan para pengikutnya adalah yang pertama menjelaskan banyak penyakit dan kondisi medis dan mengembangkan [[Sumpah Hippocratic]] untuk dokter, masih relevan dan digunakan sampai saat sekarang.
[[Herophilos]] (335-280 SM) adalah orang pertama yang mendasarkan kesimpulannya pada pembedahan tubuh manusia dan menjelaskan menggambarkan [[sistem saraf]].
[[Galen]] (tahun 129 - sekitar 200 M) melakukan banyak operasi yang berani—termasuk [[Bedah|operasi]] otak dan mata—yang tidak dicobakan lagi selama hampir dua ribu tahun.
Dia juga yang pertama mengenali bahwa [[amber]] adalah resin fosil dari pohon pinus karena ia telah melihat sampel-sampel dengan serangga yang terperangkap di dalamnya.
 
=== Sains di India ===
 
{{Main|Sains dan teknologi di India kuno}}
 
[[FileBerkas:QtubIronPillar.JPG|thumb|left|India kuno adalah pendahulu dalam [[metalurgi]], sebagaimana dibuktikan oleh besi-tempa [[Pilar Besi Delphi|Pilar Delhi]].]]
 
'''Matematika:''' Jejak awal pengetahuan matematika di anak benua India muncul dengan [[Peradaban Lembah Indus]] (sekitar milenium ke-4 SM - sekitar milenium ke-3 SM.).
Orang-orang peradaban ini membuat batu bata yang dimensi-nya berada dalam proporsi 4:2:1, dianggap menguntungkan bagi stabilitas struktur bata.
<ref>
}}</ref>
 
Astronom dan matematikawan India, [[Aryabhata]] (476-550), dalam bukunya ''[[Aryabhatiya]]'' (499) memperkenalkan sejumlah [[fungsi trigonometri]] (termasuk [[sinus]], [[versine]], [[kosinus]] dan sinus invers), [[Tabel sinus Aryabhata|tabel]] [[trigonometri]] dan teknik-teknik dan [[algoritma]] [[aljabar]].
Pada tahun 628 M, [[Brahmagupta]] menyatakan bahwa [[gravitasi]] adalah suatu kekuatan tarik-menarik.
<ref>{{Cite book
</ref>
 
'''Astronomi:''' Teks pertama yang menyebutkan konsep astronomi berasal dari [[Veda]], sastra religius India
<ref name="Sarma-Ast-Ind">
Sarma (2008), ''Astronomy in India''
Menurut Sarma (2008): "Kita menemukan di [[Rigveda]] spekulasi cerdas tentang asal usul alam semesta dari ketiadaan, konfigurasi alam semesta, [[bumi yang bulat]], dan tahun dari 360 hari dibagi menjadi 12 bagian yang sama dari 30 hari masing-masingnya dengan bulan kabisat berkala".
<ref name="Sarma-Ast-Ind" />
Dua-belas bab pertama dari ''Siddhanta Shiromani,'' ditulis oleh [[Bhāskara II|Bhaskara]] pada abad ke-12, mencakup topik seperti: rata-rata bujur planet-planet, bujur sebenarnya dari planet, tiga permasalahan rotasi diurnal, syzygies, gerhana bulan, gerhana matahari, lintang planet-planet, terbit dan pengaturan, bulan sabit, konjungsi planet-planet satu sama lain, konjungsi planet-planet dengan bintang tetap, dan patas dari matahari dan bulan.
Tiga-belas bab dari bagian kedua menjelaskan dari sifat bola, serta perhitungan astronomi dan trigonometri yang signifikan berdasarkan sifat tersebut.
 
</ref>
 
'''Linguistik:''' Beberapa kegiatan linguistik awal dapat ditemukan di [[Zaman Besi India]] (1 milenium SM) dengan analisis [[bahasa Sanskerta]] untuk tujuan pembacaan yang benar dan interpretasi teks-teks [[Weda]].
Ahli bahasa bahasa Sanskerta yang paling menonjol adalah {{IAST|[[Pāṇini]]}} (sekitar 520-460 SM), yang tata bahasanya merumuskan sekitar 4.000 aturan yang bersama-sama membentuk [[tata bahasa generatif]] yang padat dari bahasa Sanskerta. Melekat dalam pendekatan analitik-nya adalah konsep [[fonem]], [[morfem]], dan [[akar]].
 
'''Pengobatan:''' Penemuan kuburan [[Neolitik]] di tempat yang sekarang dikenal dengan [[Pakistan]] memperlihatkan bukti dari proto-kedokteran-gigi di antara budaya pertanian awal.
<ref>{{cite journal
|last=Coppa
 
<blockquote>
Orang Hindu unggul dalam pembuatan besi, dan dalam mempersiapkan bahan-bahan bersama dengan penyatuan untuk mendapatkan semacam besi lunak yang biasanya bergaya baja India (Hindiah). Mereka juga memiliki bengkel dimana yang ditempa adalah pedang paling terkenal di dunia.
:- Henry Yule dikutip dari orang Arab abad ke-12, Edrizi <ref>
Srinivasan, Sharda and Srinivasa Rangnathan. 2004. ''India's Legendary Wootz Steel'' . Bangalore: Tata Steel.
</blockquote>
 
=== Sains di Cina ===
 
{{Main|Sejarah sains dan teknologi di Cina|Daftar penemunan Cina}}
{{Further|Matematika Cina|Daftar ciptaan Cina}}
 
[[FileBerkas:Sea island survey.jpg|thumb|Survei Lui Hui pada pulau laut]]
 
'''Matematika''': Dari awal orang Cina menggunakan sistem desimal posisional pada papan penghitungan untuk menghitung.
Bahasa lisan menggunakan sistem yang mirip dengan bahasa Indonesia: misalnya, empat ribu dua ratus tujuh.
Tidak ada simbol yang digunakan untuk nol.
Pada abad ke-1 SM, angka negatif dan pecahan desimal digunakan dan ''[[The Nine Chapters on the Mathematical Art]]'' mengikutkan metode untuk mengekstraksi akar orde tinggi dengan [[metode Horner]] dan memecahkan persamaan linear dengan [[Teorema Pythagoras]].
Persamaan kubik dipecahkan pada [[Dinasti Tang]] dan solusi dari persamaan orde lebih tinggi dari 3 muncul pada cetakan tahun 1245 M oleh [[Ch'in Chiu-shao]].
[[Segitiga Pascal]] untuk koefisien binomial dijelaskan sekitar tahun 1100 oleh [[Jia Xian]].
Pada tahun 480, [[Zu Chongzhi]] memperbaiki hal tersebut dengan menemukan rasio <math>\tfrac{355}{113}</math> yang menjadi nilai yang paling akurat selama 1200 tahun.
 
[[FileBerkas:Su Song Star Map 1.JPG|thumb|right|Salah satu [[peta bintang]] dari [[Su Song]] ''Xin Yi Xiang Fa Yao'' diterbitkan pada tahun 1092, menampilkan proyeksi asilindris mirip dengan [[proyeksi Mercator]] dan mengkoreksi posisi dari [[bintang utara]] berkat pengamatan astronomi dari [[Shen Kuo]].
<ref>
Needham, Yusuf (1986).
Pada tahun 1270 mereka telah memasukkan prinsip-prinsip [[torquetum]] Arab.
 
[[FileBerkas:EastHanSeismograph.JPG|thumb|left|Sebuah replika modern seismometer [[Zhang Heng]] dari 132 M]]
 
'''Seismologi''': Untuk lebih mempersiapkan bencana, Zhang Heng menemukan sebuah [[seismometer]] pada tahun 132 M yang memberikan peringatan instan kepada pihak berwenang di ibukota Luoyang bahwa gempa bumi terjadi di lokasi yang ditunjukkan oleh [[Mata angin|arah kardinal atau ordinal]] tertentu.
Jika bukan karena tulisan Shen Kuo,
<ref>
Shen Kuo 沈括 (1086, last supplement dated 1091), ''Meng Ch'i Pi Than (夢溪筆談, Dream Pool Essays)'' as cited in {{harvnb|Needham|Robinson|Huang|2004}} p.244
</ref>
karya arsitektur [[Yu Hao]] akan sedikit diketahui, bersama dengan penemu [[Percetakan|mesin cetak]] [[jenis bergerak]], [[Bi Sheng]] (990-1051).
Di antara prestasi teknologi China adalah, menurut sarjana Inggris Needham, detektor [[Seismometer|seismologi]] awal ([[Zhang Heng|(Zhang Heng]] pada abad ke-2), yang [[globe langit]] [[Hidrolika|bertenaga air]] (Zhang Heng), [[korek api]], penemuan independen dari [[desimal|sistem desimal]], [[galangan]], [[kaliper]] geser, [[pompa piston]] aksi ganda, [[besi cor]], [[tanur tinggi]], [[besi]] [[bajak]], [[benih bor]] multi-tabung, [[gerobak dorong]], [[jembatan gantung]], [[mesin penampi]], [[kipas mekanik|kipas berputar]], [[parasut]], [[gas alam]] sebagai bahan bakar, [[peta garis-menonjol]], [[baling-baling]], [[busur panah]], dan bahan bakar [[roket]] padat, [[roket multitahap]], [[tali kekang kuda]] bersama dengan kontribusi dalam [[logika]], [[astronomi]], [[pengobatan]] dan bidang lainnya.
 
Namun, faktor budaya mencegah prestasi Cina ini berkembang menjadi apa yang kita sebut "sains modern".
Menurut Needham, mungkin kerangka religius dan filosofis intelektual Cina yang membuat mereka tidak dapat menerima ide-ide hukum alam:
{{quote|Bukannya tidak ada keteraturan dalam alamnya orang Cina, tetapi karena ia bukanlah keteraturan yang ditasbihkan oleh makhluk rasional pribadi, dan oleh karena itu tidak ada keyakinan bahwa seorang yang rasional mampu menyebutkan dengan bahasa bumi mereka aturan-aturan kode ilahi yang mana mereka sabdakan sepanjang waktu. Para [[Taois]], tentu saja, akan mencemooh gagasan seperti itu karena terlalu naif bagi kesederhaan dan kompleksitas dari alam semesta yang mereka intuisikan.<ref>{{harvnb|Needham|Wang|1954}} 581.</ref>
[[Perpustakaan Alexandria]], yang telah menderita karena jatuh di bawah kekuasaan Romawi,
<ref name="Plutarch">
[[Plutarch]], ''Life of Caesar'' 49.3.
</ref>
telah dihancurkan sejak tahun 642, segera setelah [[Muslim menaklukan Mesir|Arab menaklukan Mesir]].
Kurikulum sekolah monastik termasuk studi dari beberapa teks kuno yang tersedia dan karya baru pada mata pelajaran praktis seperti obat
<ref>
Linda E. Voigts, "Anglo-Saxon Plant Remedies and the Anglo-Saxons", ''Isis,'' 70 (1979): 250-268; reprinted in Michael H. Shank, ''The Scientific Enterprise in Antiquity and the Middle Ages,'' Chicago: Univ. of Chicago Pr., 2000, pp. 163-181. ISBN 0-226-74951-7.
</ref>
dan pencatatan waktu.
{{See also|Alkimia dan kimia dalam Islam|Astronomi Islam|Matematika Islam|Pengobatan Islam|Fisika Islam|Pemikiran psikologi Islam|Sosiologi Muslim Awal}}
 
[[FileBerkas:Islamic MedText c1500.jpg|thumb|Naskah abad ke-15 [[Ibnu Sina]], ''[[The Canon of Medicine]]''.]]
 
Ilmuwan Muslim menekankan jauh lebih besar pada [[eksperimen]] daripada [[Bangsa Yunani|orang-orang Yunani.]]
</ref>
 
Dalam [[Matematika Islam|matematika]], matematikawan [[Bangsa Persia|Persia]] [[Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi]] memberikan namanya pada konsep [[algoritma]], sedangkan istilah [[aljabar]] berasal dari ''al-jabr,'' judul awal dari salah satu publikasinya.
Apa yang sekarang dikenal sebagai [[angka Arab]] aslinya berasal dari India, tetapi ahli matematika Muslim memang membuat beberapa perbaikan pada sistem angka, seperti pengenalan notasi [[titik desimal]].
Matematikawan [[Sabian]], [[Al-Battani]] (850-929), memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika, sedangkan pelajar [[Bangsa Persia|Persia]], [[Al-Razi]], memberikan kontribusi untuk kimia dan obat-obatan.
 
Dalam [[Astronomi Islam|astronomi]], [[Al-Battani]] memperbaiki pengukuran dari [[Hipparchus]], disimpan dalam terjemahan [[Ptolemy]] ''Hè Megalè Syntaxis'' (''Risalah Terbaik'' ) diterjemahkan sebagai ''[[Almagest]]'' .
Al-Battani juga memperbaiki ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.
Perbaikan yang dilakukan terhadap model geosentris oleh al-Battani, [[Ibnu al-Haytham]],
David W. Tschanz, MSPH, PhD (August 2003). "Arab Roots of European Medicine", Heart Views 4 (2).
</ref>
Dua karyanya yang paling menonjol dalam kedokteran adalah ''Kitāb al-shifāʾ'' ("Buku Penyembuhan") dan [[The Canon of Medicine]], yang keduanya digunakan sebagai standar teks pengobatan dalam dunia Muslim dan di Eropa hingga abad ke-17.
Di antara banyak kontribusinya adalah penemuan sifat menular dari penyakit menular,
<ref name="Jacquart, Danielle 2008" />
}}</ref> seperti [[demografi]]
<ref name="Mowlana">
H. Mowlana (2001). "Information in the Arab World", ''Cooperation South Journal'' '''1'''.
</ref>
sejarah budaya,
{{Further|Renaisans abad ke-12|Scholasticisme|Teknologi Abad Pertengahan|Kontribusi Islam pada Eropa Abada Pertengahan}}
 
[[FileBerkas:Map of Medieval Universities.jpg|left|thumb|Peta [[universitas Abad Pertengahan]]]]
 
Sebuah revitalisasi intelektual Eropa dimulai dengan lahirnya [[universitas abad pertengahan]] pada abad ke-12.
Bahkan, universitas Eropa menaruh banyak pekerjaan tentang dunia alam dan studi alam di pusat kurikulum mereka,
<ref>
Toby Huff, ''Rise of early modern science'' 2nd ed. p. 180-181
</ref>
dengan hasil bahwa "universitas abad pertengahan memberi penekanan jauh lebih besar pada sains daripada rekannya yang modern dan turunannya."
dan pencapaian [[metalurgi]] dari [[tungku tiup]] [[Cistercian]] di [[Laskill]].
<ref name="Laskill">
R. W. Vernon, G. McDonnell and A. Schmidt, 'An integrated geophysical and analytical appraisal of early iron-working: three case studies' ''Historical Metallurgy'' 31(2) (1998), 72-5 79.
</ref>
<ref name="Derbeyshire">
</ref>
 
[[FileBerkas:Roger-bacon-statue.jpg|thumb|Patung [[Roger Bacon]], [[Oxford University Museum of Natural History|Oxford University Museum]]]]
 
Pada awal abad ke-13, terdapat terjemahan Latin yang cukup akurat dari hampir semua karya-karya utama penting penulis kuno intelektual, yang memungkinkan transfer ide-ide ilmiah melalui universitas dan biara-biara.
Pada saat itu, filsafat alam yang terkandung dalam teks-teks tersebut mulai dikembangkan oleh [[Scholastisisme|skolastik]] terkenal seperti [[Robert Grosseteste]], [[Roger Bacon]], [[Albertus Magnus]] dan [[Duns Scotus]].
Prekursor dari metode ilmiah modern, dipengaruhi oleh kontribusi sebelumnya dari dunia Islam, sudah dapat dilihat dalam penekanan Grosseteste pada matematika sebagai cara untuk memahami alam, dan dalam pendekatan empiris yang dikagumi oleh Bacon, khususnya dalam ''[[Opus Majus]]'' -nya.
Paruh pertama dari abad ke-14 terlihat banyak karya ilmiah penting yang dilakukan, terutama dalam kerangka tanggapan-tanggapan [[Scholastisisme|skolastik]] terhadap tulisan-tulisan ilmiah Aristoteles.
<ref>
Edward Grant, ''The Foundations of Modern Science in the Middle Ages: Their Religious, Institutional, and Intellectual Contexts,'' (Cambridge: Cambridge Univ. Pr., 1996), pp. 127-31.
</ref>
[[William Ockham]] memperkenalkan prinsip [[Pisau Ockham|penghematan:]] filsuf alam seharusnya tidak mendalilkan entitas yang tidak perlu, sehingga pergerakan bukanlah hal yang berbeda tetapi hanya objek bergerak
<ref>
Edward Grant, ''A Source Book in Medieval Science,'' (Cambridge: Harvard Univ. Pr., 1974), p. 232
</ref>
dan sebuah perantara "spesies yang masuk akal" tidak diperlukan untuk mengirimkan gambar dari sebuah objek ke mata.
<ref>
David C. Lindberg, ''Theories of Vision from al-Kindi to Kepler,'' (Chicago: Univ. of Chicago Pr., 1976), pp. 140-2.
</ref>
Cendekiawan seperti [[Jean Buridan]] dan [[Nicole Oresme]] mulai menafsirkan unsur-unsur mekanika Aristoteles.
{{See also|Tesis Keberlanjutan|Menurunnya alkimia Barat|Magis alami}}
 
[[FileBerkas:GodfreyKneller-IsaacNewton-1689.jpg|thumb|upright|left|[[Isaac Newton]] memulai [[mekanika klasik]] dalam [[fisika]].]]
 
[[FileBerkas:Justus Sustermans - Portrait of Galileo Galilei, 1636.jpg|thumb|[[Galileo]] membuat percobaan dan pengamatan yang penting untuk sains modern.
<ref name="Einstein">{{cite book
|last=Weidhorn
 
Kemauan untuk mempertanyakan kebenaran yang sebelumnya dipegang dan mencari jawaban baru menghasilkan sebuah periode kemajuan ilmiah yang besar, sekarang dikenal sebagai [[Revolusi Ilmiah]].
Revolusi Ilmiah secara tradisional dipegang oleh kebanyakan sejarawan telah dimulai pada tahun 1543, ketika buku ''[[De humani corporis fabrica]]'' (Cara Kerja Tubuh Manusia) oleh [[Andreas Vesalius]], dan juga ''[[De Revolutionibus Orbium Coelestium|De Revolutionibus]]'', oleh astronom [[Nicolaus Copernicus]], untuk pertama kalinya dicetak.
Tesis dari buku Copernicus adalah bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari.
Periode ini memuncak dengan diterbitkannya ''[[Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica]]'' tahun 1687 oleh [[Isaac Newton]], representasi dari pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam [[buku sains kuno|publikasi ilmiah]] di seluruh Eropa.
Metode ilmiah juga jauh lebih berkembang baik sebagai cara berpikir modern yang menekankan percobaan dan akal sehat dibandingkan pertimbangan tradisional.
 
=== Abad Pencerahan ===
 
{{Main|Sains pada Abad Pencerahan}}
== Sains modern ==
 
[[FileBerkas:Albert Einstein Head.jpg|thumb|upright|[[Albert Einstein]]]]
 
Revolusi Ilmiah menjadikan sains sebagai sumber untuk perkembangan pengetahuan.
{{Main|Sejarah fisika}}
 
[[FileBerkas:James Clerk Maxwell profile.jpg|thumb|right|upright|[[James Clerk Maxwell]]]]
 
Revolusi Ilmiah adalah batas yang dekat antara pemikiran kuno dan fisika klasik.
Studi-studi ini menyebabkan penyatuan dua fenomena menjadi sebuah teori tunggal [[elektromagnetisme]], oleh [[James Clerk Maxwell]] (dikenal sebagai [[Persamaan Maxwell]]).
 
[[FileBerkas:Universe expansion2.png|thumb|left|Diagram [[alam semesta yang mengembang]]]]
 
Awal abad ke-20 memulai sebuah revolusi dalam fisika.
Pengamatan oleh [[Edwin Hubble]] pada tahun 1929 bahwa kecepatan di mana galaksi mundur secara positif berkorelasi dengan jarak mereka, menyebabkan pemahaman bahwa alam semesta mengembang, dan perumusan teori [[Ledakan Besar]] oleh [[Georges Lemaitre]].
 
[[FileBerkas:Trinity Test Fireball 25ms.jpg|thumb|[[Bom atom]] diperkenalkan dalam "[[Sains Besar]]" dalam [[fisika]].]]
 
Perkembangan selanjutnya terjadi selama Perang Dunia II, yang menyebabkan aplikasi praktis dari [[radar]] dan pengembangan dan penggunaan [[bom atom]].
{{Main|Sejarah kimia}}
 
[[FileBerkas:DIMendeleevCab.jpg|thumb|upright|[[Dmitri Mendeleev]]]]
 
Sejarah kimia modern dapat dikatakan bermula dengan perbedaan kimia dari [[alkimia]] oleh [[Robert Boyle]] dalam karyanya '' The Sceptical Chymist,'' tahun 1661 (meskipun tradisi alkimia terus berlanjut untuk beberapa waktu setelah itu) dan prakter percobaan gravimetri dari kimia medis seperti [[William Cullen]], [[Joseph Black]], [[Torbern Bergman]], dan [[Pierre Macquer]].
Langkah penting lainnya dibuat oleh [[Antoine Lavoisier]] ''(Bapak Kimia Modern)'' melalui pengenalan tentang [[oksigen]] dan [[hukum kekekalan massa]], yang membantah [[Teori phlogiston]].
Teori bahwa semua materi terbuat dari atom, yang merupakan unsur terkecil dari materi yang tidak dapat dipecah tanpa kehilangan kimia dasar dan sifat fisik dari materi, diberikan oleh [[John Dalton]] pada tahun 1803, meskipun pertanyaan tersebut membutuhkan seratus tahun untuk dapat dibuktikan.
Dalton juga merumuskan hukum hubungan massa.
Penerapan teknik kimia organik untuk organisme hidup menghasilkan [[kimia fisiologis]], pendahulu dari [[biokimia]].
Abad ke-20 juga melihat integrasi fisika dan kimia, dengan sifat kimia dijelaskan sebagai akibat dari struktur elektronik atom.
Buku [[Linus Pauling]] tentang ''The Nature of the Chemical Bond'' menggunakan prinsip mekanika kuantum untuk menjelaskan [[ikatan simpul]] dalam molekul yang lebih rumit.
Karya Pauling memuncak dalam pemodelan fisik dari [[DNA]], ''the secret of life'' (menurut [[Francis Crick]], tahun 1953).
Pada tahun yang sama, [[percobaan Miller-Urey]] didemonstrasikan dalam sebuah simulasi proses primordial, bahwa unsur dasar protein, [[asam amino]] sederhana, bisa dibangun sendiri dari molekul sederhana.
 
Berdasarkan pengamatannya pada fosil dalam [[strata]] geologi di pegunungan yang ratusan mil jauhnya dari laut, ia menyimpulkan bahwa tanah dibentuk oleh erosi pegunungan dan oleh [[Deposisi (sedimen)|deposisi]] dari lumpur.
 
[[FileBerkas:Wegener.jpg|thumb|left|[[Lempeng tektonik]] -- [[penyebaran dasar laut]] dan [[pergeseran benua]] diilustrasikan pada globe timbul]]
 
Geologi tidak mengalami restrukturisasi sistematis selama [[Revolusi Ilmiah]], tetapi teori-teori individu membuat kontribusi yang penting.
Burnet dan teman sezamannya menafsirkan Bumi pada masa lalu sesuai dengan kejadian-kejadian yang dijelaskan dalam Alkitab, tetapi pekerjaan mereka meletakkan dasar-dasar intelektual untuk interpretasi sekuler dari sejarah Bumi.
 
[[FileBerkas:Hutton James portrait Raeburn.jpg|thumb|right|150px|[[James Hutton]], bapak geologi modern]]
 
Geologi modern, seperti kimia modern, secara bertahap berevolusi selama abad ke-18 dan awal abad ke-19. [[Benoît de Maillet]] dan [[George-Louis Leclerc, Comte de Buffon|Comte de Buffon]] melihat bumi jauh lebih tua dari 6.000 tahun seperti yang dibayangkan oleh para pelajar Alkitab.
Selama paruh pertama abad ke-19, ahli geologi seperti [[Charles Lyell]], [[Adam Sedgwick]], dan [[Roderick Murchison]] menerapkan teknik baru untuk bebatuan di seluruh Eropa dan Amerika Utara bagian timur, menerapkan tingkat yang lebih tinggi untuk proyek pemetaan yang rinci dan didanai pemerintah di beberapa dekade kemudian.
 
Pertengahan abad ke-19, fokus pada geologi bergeser dari deskripsi dan klasifikasi menjadi usaha-usaha untuk memahami ''bagaimana'' permukaan bumi telah berubah.
Teori-teori komprehensif pertama tentang terjadinya pegunungan diajukan selama periode ini, seperti halnya teori modern pertama tentang gempa bumi dan gunung berapi.
[[Louis Agassiz]] dan lain-lain mendirikan realitas benua—meliputi [[Zaman es]], dan "fluvialists" seperti [[Andrew Crombie Ramsay]] yang berpendapat bahwa lembah sungai yang terbentuk, selama jutaan tahun oleh sungai yang mengalir melalui tempat tersebut.
{{Main|Sejarah biologi|Sejarah biologi molekuler|Sejarah obat|Sejarah pemikiran evolusi}}
 
[[FileBerkas:DNA replication split.svg|thumb|upright|[[Replikasi DNA]] semi-konservatif]]
 
Pada tahun 1847, dokter dari Hungaria [[Ignaz Semmelweis|Ignác Fülöp Semmelweis]] secara dramatis mengurangi terjadinya demam nifas dengan hanya memerlukan dokter untuk mencuci tangan mereka sebelum datang ke perempuan yang akan melahirkan.
Pada tahun 1953, [[James D. Watson]], [[Francis Crick]], dan [[Maurice Wilkins]] menjelaskan struktur dasar DNA, [[bahan genetik]] untuk mengungkapkan kehidupan dalam segala bentuknya.
<ref>
James D. Watson and Francis H. Crick. "Letters to ''Nature'' : Molecular structure of Nucleic Acid." ''[[Nature]]'' '''171''' , 737–738 (1953).
</ref>
Pada akhir abad ke-20, kemungkinan [[rekayasa genetika]] menjadi praktis untuk pertama kalinya, dan upaya internasional besar-besaran dimulai pada tahun 1990 untuk memetakan seluruh [[genom]] manusia [[Human Genome Project]].
{{Main|Sejarah ekologi}}
 
[[FileBerkas:NASA-Apollo8-Dec24-Earthrise.jpg|thumb|right|Bumi muncul melewati [[Bulan]], [[Apollo 8]], [[NASA]]. Gambar ini membantu menciptakan kesadaran akan posisi Bumi, dan batas-batas dari [[sumber daya alam]]-nya.]]
 
Disiplin [[ekologi]] biasanya dapat ditelusuri asal-usulnya ke sintesis dari [[Evolusi|evolusi Darwin]] dan [[Biogeografi]] [[Sains Humboldtian|Humboldtian]], di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Sama penting dalam munculnya ekologi, bagaimanapun, [[mikrobiologi]] dan [[ilmu tanah]]—khususnya konsep [[siklus biogeokimia|siklus kehidupan]], terkemuka dalam karya [[Louis Pasteur]] dan [[Ferdinand Cohn]].
Kata ''ekologi'' diciptakan oleh [[Ernst Haeckel]], yang secara khusus merupakan pandangan holistik terhadap alam secara umum (dan teori Darwin secara khususnya) sangat penting dalam penyebaran pemikiran ekologis.
Pada tahun 1930, [[Arthur Tansley]] dan lain-lain mulai mengembangkan bidang [[ekologi ekosistem]], yang dikombinasikan ilmu tanah eksperimental dengan konsep fisiologis dari energi dan teknik-teknik dari [[Sejarah alam|bidang biologi]].
Sejarah ekologi pada abad ke-20 terkait erat dengan [[environmentalisme]], [[hipotesis Gaia]], pertama kali dirumuskan pada tahun 1960, dan menyebar pada tahun 1970, dan baru-baru ini pergerakan religius-ilmiah dari [[Deep Ecology]] telah membawa keduanya lebih dekat.
<ref>
Mabbett 1964<br>
Trautmann 1971:5 "the very last verse of the work...is the unique instance of the personal name {{IAST|Viṣṇugupta}} rather than the ''gotra'' name {{IAST|Kauṭilya}} in the ''Arthaśāstra'' .
</ref>
yang secara tradisional diidentifikasi dengan {{IAST|Chāṇakya}} (sekitar 350-283 SM).
Dalam risalah ini, perilaku dan hubungan masyarakat, Raja, Negara, Pengawas Pemerintah, Keluarga Istana, Musuh, Penjajah, dan Korporasi dianalisis dan didokumentasikan.
Roger Boesche menggambarkan ''Arthasastra'' sebagai "sebuah buku realisme politik, sebuah buku yang menganalisis bagaimana dunia politik tidak bekerja dan tidak terlalu sering menyatakan bagaimana hal tersebut harus berjalan, sebuah buku yang sering mengungkapkan kepada raja bagaimana perhitungan dan kadang-kadang tindakan brutal harus yang harus raja lakukan untuk melestarikan negara dan kepentingan umum."
<ref>{{cite book
|last = Boesche
{{Main|Sejarah ekonomi}}
 
[[FileBerkas:Supply-demand-P.png|thumb|left|Model [[permintaan dan penawaran]]]]
 
[[FileBerkas:AdamSmith.jpg|right|thumb|upright|[[Adam Smith]] menulis ''[[The Wealth of Nations]]'', karya modern pertama ekonomi]]
 
Dasar bagi [[ekonomi klasik]] membentuk karya [[Adam Smith]] dalam ''[[The Wealth of Nations|An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations]]'', yang diterbitkan pada tahun 1776.
{{Main|Sejarah sains dan teknologi}}
 
Sebagai bidang akademik, '''[[Sejarah sains dan teknologi|sejarah sains]]''' dimulai dengan diterbitkannya '' History of the Inductive Sciences'' oleh [[William Whewell]] (pertama kali diterbitkan pada tahun 1837).
Sebuah penelitian yang lebih formal dari sejarah sains sebagai disiplin independen diluncurkan oleh publikasi-publikasi [[George Sarton]], '' Introduction to the History of Science'' (1927) dan [[Isis (jurnal)|jurnal ''Isis'']] (didirikan pada tahun 1912).
Sarton menunjukan pandangan awal abad ke-20 terhadap sejarah sains sebagai sejarah orang-orang besar dan ide-ide besar.
Ia berbagi dengan banyak orang sezamannya kepercayaan Whiggish tentang sejarah sebagai catatan kemajuan dan keterlambatan dalam pawai kemajuan.
{{Main|Teori dan sosiologi dari sejarah sains}}
 
Sebagian besar studi tentang sejarah sains telah dikhususkan untuk menjawab pertanyaan tentang apa''itu'' sains, bagaimana ''fungsinya'', dan apakah memperlihatkan pola dan tren skala besar.
<ref>{{cite book
|url=http://books.google.com/?id=Dp1f03arcbYC&pg=PR11&dq=What+is+science
Bidang [[Studi Sains dan Teknologi]], daerah yang tumpang tindih dan sering menginformasikan studi sejarah sains, berfokus pada konteks sosial sains dalam periode kontemporer dan historis.
 
Sebuah subjek utama kepedulian dan kontroversi dalam [[filsafat ilmu]] adalah sifat dari ''perubahan teori'' dalam sains.
[[Karl Popper]] berargumen bahwa pengetahuan ilmiah bersifat progresif dan kumulatif;
[[Thomas Kuhn]], bahwa pengetahuan ilmiah bergerak melalui "[[pergeseran paradigma]]" dan belum tentu progresif;
 
== Bacaan lebih lanjut ==
* Agar, Jon (2012) ''Science in the Twentieth Century and Beyond'' (Polity Press, Cambridge, 2012. ISBN 978-0-7456-3469-2.)
* Agassi, Joseph (2007) ''Science and Its History: A Reassessment of the Historiography of Science'' (Boston Studies in the Philosophy of Science, 253) Springer. ISBN 1-4020-5631-1, 2008.
* {{cite book|author=Boorstin, Daniel|title=The Discoverers : A History of Man's Search to Know His World and Himself|year=1983|publisher=Random House|location=New York|isbn=0-394-40229-4|authorlink=Daniel J. Boorstin|oclc=9645583}}
* Bowler, Peter J. ''The Norton History of the Environmental Sciences'' (1993)
* Brock, W. H. '' '' ''The Norton History of Chemistry'' (1993)
* Bronowski, J. ''The Common Sense of Science'' (Heinemann Educational Books Ltd., London, 1951. ISBN 84-297-1380-8.) (Includes a description of the history of science in England.)
* {{Cite book|first=Leonard C.|last=Bruno|authorlink=Leonard C. Bruno|year=1989|title=The Landmarks of Science|isbn=0-8160-2137-6|ref=harv|postscript=<!-- Bot inserted parameter. Either remove it; or change its value to "." for the cite to end in a ".", as necessary. -->{{inconsistent citations}}}}
* Byers, Nina and Gary Williams, ed. (2006) ''Out of the Shadows: Contributions of Twentieth-Century Women to Physics'' , [http://www.cambridge.org/us/catalogue/catalogue.asp?isbn=9780521821971 Cambridge University Press] ISBN 978-0-521-82197-1
* {{Cite book|year=2003|last=Heilbron|first= John L., ed.|location=New York|publisher=Oxford University Press|title=The Oxford Companion to the History of Modern Science|isbn= 0-19-511229-6|ref=harv|postscript=<!--None-->}}
* Herzenberg, Caroline L. 1986. ''Women Scientists from Antiquity to the Present'' Locust Hill Press ISBN 0-933951-01-9
* {{cite book|first=Thomas S.|last=Kuhn|authorlink=Thomas S. Kuhn|year=1996|title=The Structure of Scientific Revolutions|publisher=University of Chicago Press|isbn=0-226-45807-5}} (3rd ed.)
* Kumar, Deepak (2006). ''Science and the Raj: A Study of British India'' , 2nd edition. Oxford University Press. ISBN 0-19-568003-0
* Lakatos, Imre ''History of Science and its Rational Reconstructions'' published in ''The Methodology of Scientific Research Programmes: Philosophical Papers Volume 1'' . Cambridge: Cambridge University Press 1978
* Levere, Trevor Harvey. ''Transforming Matter: A History of Chemistry from Alchemy to the Buckyball'' (2001)
* Lindberg, David C. ed. ''Cambridge History of Science: The Middle Ages'' (2010)
* Margolis, Howard (2002). ''It Started with Copernicus'' . New York: [[McGraw-Hill]]. ISBN 0-07-138507-X
* Mayr, DErnst. ''The Growth of Biological Thought: Diversity, Evolution, and Inheritance'' (1985)
* Needham, Joseph. ''Science and Civilisation in China'' . Multiple volumes (1954–2004).
** {{Cite document| year=1954 | last1=Needham |first1=Joseph| last2=Wang |first2=Ling (王玲)|author1-link=Joseph Needham|author2-link=Wang Ling (historian)|title=[[Science and Civilisation in China]]|publisher=Cambridge University Press|volume=1 ''Introductory Orientations''|ref=harv| postscript=<!--None-->}}
** {{Cite document| year=2004 | last1=Needham |first1=Joseph| last2=Robinson|first2=Kenneth G.| last3=Huang|first3=Jen-Yü|author1-link=Joseph Needham|title=[[Science and Civilisation in China]]|publisher=Cambridge University Press|volume=7, part II ''General Conclusions and Reflections''|ref=harv| postscript=<!--None-->}}
* North, John. ''The Norton History of Astronomy and Cosmology'' (1995)
* Nye, Mary Jo, ed. ''The Cambridge History of Science, Volume 5: The Modern Physical and Mathematical Sciences'' (2002)
* Park, Katharine, and Lorraine Daston, eds. ''The Cambridge History of Science, Volume 3: Early Modern Science'' (2006)
* Porter, Roy, ed. '' '' ''The Cambridge History of Science, Volume 4: The Eighteenth Century'' (2003)
* Rousseau, George and Roy Porter, eds., ''The Ferment of Knowledge: Studies in the Historiography of Science'' (Cambridge: Cambridge University Press, 1980). ISBN 0-521-22599-X
* {{Cite book|last=Sambursky|first=Shmuel|year=1974|title=Physical Thought from the Presocratics to the Quantum Physicists: an anthology selected, introduced and edited by Shmuel Sambursky|location=New York|publisher=Pica Press|pages=584|isbn=0-87663-712-8|ref=harv|postscript=<!-- Bot inserted parameter. Either remove it; or change its value to "." for the cite to end in a ".", as necessary. -->{{inconsistent citations}}}}
* Indian Ancient Sciences : Archaeology Based, ISBN -978-3-8383-9027-7, Lap Lambert-Germany.
 
=== Dokumenter ===