Friedrich I, Kaisar Romawi Suci: Perbedaan revisi

5.018 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
(Friedrich I, Kaisar Romawi Suci)
 
Para sejarahwan menganggapnya sebagai salah satu Kaisar Romawi Suci terhebat dari abad pertengahan. Ia menggabungkan kualitas-kualitas yang membuatnya hampir seperti manusia super di jamannya: panjang umurnya, ambisinya, keterampilannya yang luar biasa di dalam organisasi, ketangkasannya di medan perang serta politiknya yang bagus. Dari sumbangan-sumbangannya untuk masyarakat Eropa Tengah dan budaya termasuk membentuk kembali ''{{lang|la|[[Corpus Juris Civilis]]}}'', atau hukum pemerintahan Romawi, yang mengimbangi kuasa kepausan yang mendominasi negara Jerman sejak penyimpulan [[Kontroversi Penobatan]].
 
===Tahun-tahun awal===
Friedrich lahir pada tahun 1122. Pada tahun 1147 ia menjadi Adipati wilayah Jerman selatan, Swabia (Herzog von Schwaben), dan tak lama setelah itu, ia melakukan perjalanan pertamanya ke Timur,yang ditemani oleh pamandanya, raja Jerman [[Konrad III dari Jerman|Konrad III]], pada [[Perang Salib Kedua]]. Ekspedisi tersebut menjadi sebuah bencana,<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=199}}</ref> namun Friedrich dapat membedakan dirinya dan memenangkan kepercayaan raja sepenuhnya. Ketika Konrad meninggal pada bulan Februari 1152, hanya Friedrich dan [[Keuskupan Bamberg|uskup-raja Bamberg]] yang menjadi saksi kematiannya. Keduanya menegaskan setelah itu bahwa Konrad menyerahkan lambang kerajaan untuk Friedrich dan menunjukkan bahwa ia memilih Friedrich daripada putra Konrad yang hanya berusia enam tahun, calon [[Friedrich IV dari Swabia]], menggantikannya sebagai raja.<ref name="Comyn, pg. 200">{{harvp|Comyn|1851|p=200}}</ref> Friedrich dengan penuh semangat mengejar mahkota dan di [[Frankfurt]] pada tanggal 4 Maret 1152 [[Raja-pemilih]] kerajaan menunjuknya sebagai raja Jerman yang berikutnya.<ref name="Comyn, pg. 200"/> Ia domahkotai sebagai [[Raja Romawi]] di [[Aachen]] bebeapa hari kemudian, pada tanggal 9 Maret 1152.<ref>{{harvp|Le Goff|2000|p=266}}</ref> Ayahanda Friedrich berasal dari [[Wangsa Hohenstaufen]], dan ibundanya dari [[Wangsa Guelf]], dua wangsa yang paling berkuasa di Jerman. Wangsa Hohenstaufen sering disebut [[Guelf dan Ghibellin|Ghibellin]], yang diambil dari Italianisasi kastil [[Waiblingen]], kedudukan keluarga di Swabia; Wangsa Welf, di dalam Italianisasi disebut [[Wangsa Guelf]].<ref>{{harvp|Dahmus|1969|pp=300–302}}</ref>
 
Pemerintahan [[Heinrich IV, Kaisar Romai Suci|Heinrich IV]] dan [[Heinrich V, Kaisar Romai Suci|Heinrich V]] membuat status kekaisaran Jerman berantakan, wewenangnya sangat berkurang di bawah [[Kontroversi Penobatan]]. Selama seperempat abad setelah kematian Heinrich V pada tahun 1125, monarki Jerman sebagian besar hanya gelar nominal tanpa kekuasaan apapun.<ref>{{harvp|Bryce|1913|p=166}}</ref> Raja dipilih oleh para pangeran, tidak diberi sumber di luar wilayah mereka, dan ia dicegah untuk bertindak dengan wewenang yang sesungguhnya. Gelar kerajaan selanjutnya diteruskan dari satu keluarga ke yang lainnya untuk menghalangi perkembangan kepentingan wangsa di mahkota Jerman. Ketika Friedrich I dari Hohenstaufen terpilih seagai raja pada tahun 1152, kekuasaan raja telah ditunda secara efektif selama lebih dari dua puluh lima tahun, dan untuk maju ke tingkat yang cukup lebih dari delapan puluh tahun. Satu-satunya tuntutan nyata atas kekayaan di kota-kota Italia utara, yang masih berada di dalam kendali raja Jerman.<ref>{{harvp|Cantor|1969|pp=302–303}}</ref> Garis Salier punah dengan kematian Heinrich V pada tahun 1125. Pangeran-pangeran Jerman menolak untuk memberkan mahkota kepada keponakannya, adipati Swabia, yang khawatir ia akan mencoba untuk mendapatkan kembali kekuasaan kekaisaran yang dipegang oleh Heinrich V. Sebaliknya mereka memilih [[Lothar II, Kaisar Romawi Suci|Lothar III]] (1125–1137), yang terlihat di dalam sengketa yang berlangsung lama dengan Wangsa Hohenstaufen, dan yang menikah ke dalam Wangsa Guelf. Salah satu dari anggota Wangsa Hohenstaufen naik takhta sebagai [[Konrad III dari Jerman]] (1137–1152). Ketika Friedrich Barbarossa menggantikan pamandanya pada tahun 1152, tampaknya terdapat prospek yang sangat baik untuk mengakhiri permusuhan, karena ia juga berasal dari Guelf dari pihak ibundanya.<ref name="Comyn, pg. 200"/> Adipati Sachsen Welf, [[Heinrich der Löwe]], tidak begitu senang, namun tetap menjadi musuh bebuyutan monarki Hohenstaufen. Barbarossa memiliki kadipaten-kadipaten Swabia dan Franconia, kekuatan kepribadiannya sendiri, dan sangat sedikit dari yang lainnya untuk membangun sebuah kerajaan.<ref name="harvp|Cantor|1969|pp=428–429">{{harvp|Cantor|1969|pp=428–429}}</ref>
 
Jerman yang ingin disatukan oleh Friedrich adalah sebuah tambal sulam yang masing-masing lebih dari 1600 negara, yang memiliki pangerannya sendiri-sendiri. Beberapa dari wilayah tersebut besar seperti Bayern dan Sachsen. Banyak yang terlalu kecil untuk ditunjukkan di dalam peta.<ref>{{harvp|Dahmus|1969|p=359}}</ref> Gelar-gelar yang diberikan kepada raja Jerman adalah "Caesar", "Augustus", dan "Kaisar Romawi". Pada saat Friedrich akan mengambil gelar-gelar tersebut, mereka tidak lebih dari sebuah slogan propaganda dengan sedikit makna lainnya.<ref>{{harvp|Brown|1972}}</ref> Friedrich adalah seorang pragmatis yang berurusan dengan pangeran-pangeran dengan mencari kepentingan bersama. Tidak seperti [[Henry II dari Inggris]], Friedrich tidak berusaha mengakhiri feodalisme abad pertengahan, melainkan mencoba untuk megembalikannya, meskipun berada di luar kemampuannya. Para pemain besar di dalam perang sipil Jerman yang menjadi Paus, Kaisar, Ghibellin dan Guelf, namuntidak ada satupun dari ini yang muncul sebagai pemenangnya.<ref>{{harvp|Davis|1957|pp=318–319}}</ref>
 
==Lihat pula==
22.976

suntingan